Oleh: Burhan Sodiq

Jalan kita sudah berlalu lama. Panjang dan masih panjang terbentang. Ada bagian yang mungkin tidak sempurna, sapa hati, sapa jiwa atau bahkan mungkin kesalahan yang tidak sengaja. Berkumpul menjadi satu, mendewasakan komitmen yang kita jalin. Bersama membentuk karakter cinta, yang sudah kita mulai sejak dulu, saat kamu menerima pilihanku. Semuanya menjadi indah, saat aku tahu kamu menerima aku menjadi belahan jiwamu.

Seperti berenang di lautan, ada ketakutan kita akan karam. Seperti mendaki gunung bebatuan, khawatir jatuh dan tertimpa reruntuhan. Tapi nanar mata berpendar-pendar, saling menguatkan dalam segala sisi kelemahan. Ada hati yang selalu mau mengerti dan memaafkan. Ada diri yang selalu mau mendampingi, melindungi dan membuat kita nyaman.

Ruang-ruang itu semakin luas membentang, dengan hadirnya buah hati yang lucu dan menggemaskan. Seperti bunga dengan kelopaknya, seperti kupu dengan sayap-sayapnya. Bangunan cinta semakin indah merekah. Memenuhi langit hati yang tidak lagi sendiri. Membumbung tinggi ke angkasa dengan gagah.

Ramadan kali ini sebagai saksi. Akan jalinan ini akan selalu terpatri. Mungkin ada canda yang berlebih, atau kata yang berbuih. Tapi semua itu hanya ingin menunjukkan sebentuk perhatian mendalam, dari hati yang paling dalam. Kata-kata yang dirangkai pelan, agar sampai ke relung jiwa dan hati pualam.

Masih panjang jalan menuju kemenangan. Masih jauh kaki melangkah menuju ridha Ar Rahman. Ku butuh kamu tuk sempurnanya aku. Sebagaimana kamu butuh aku tuk sempurnanya dirimu. Segala harap pada Ilahi Rabbi, semoga selalu menjadi hati hati kita dalam naungan cintaNya.

Leave a Reply