Pernahkah Anda melihat sebuah iklan baliho yang gede, menawarkan sebuah fasilitas kemudahan yang aneh, nggak biasa, dan kesannya sangat baik hati. Misalnya tentang fasilitas nelepon dengan pulsa GRATIS, atau diskon barang yang super besar, atau bahkan janji-janji diberi hadiah semacamnya.

Awalnya membaca, kita memang terperangkap! Kita pikir itu adalah benar-benar kemudahan yang diberikan pihak pengiklan. Tapi kebahagian itu nampaknya cuma kecohan semata. Orang jawa bilang Kempong Perot! Apus-apus! Karena setelah diamati dari dekat, setiap janji-janji indah itu mesti di atasnya terdapat bintang kecil ( * ). Kemudian di bagian bawah baliho atau iklan tersebut tersemat arti dari bintang kecil itu, tertulis Syarat dan Ketentuan berlaku.

Modus pemokilan (baca: licik) seperti ini nampaknya sangat marak. Konsumen sengaja ditipu dengan jargon-jargon murah, padahal sebenarnya murahnya itu bersyarat. Dan hampir-hampir syaratnya itu ribet, njelimet dan sangat susah!

Lagi-lagi Kami Tertipu

Siang kemarin hal yang sama dialami oleh dua orang tua saya tercinta. Mereka udah sepuh (baca: tua). Siang hari yang panas mereka mendapat telepon diberitahu bahwa Anda mendapatkan hadiah bla bla bla. Anda tak perlu bawa uang, kudu diambil hari ini dan kalau tidak diambil akan hangus.

Istri saya yang kebetulan di rumah ibu menerima telepon itu dan bertanya, “Mbak, ini tidak menipu kan? Apa hadiahnya?”
Si penelpon menjawab, “Tidak, hadiahnya sudah dibungkus bu.”
Tidak mau terkecoh, istri kemudian nanya lagi, “Hadiahnya apa? Apa isi bingkisannya?” Si penelepon bilang, “KULKAS!”

Toeng! Kulkas! Itu lah barang yang paling diinginkan keluarga saya saat ini. Hehehe. Langsung dia telepon saya untuk bilang ke bapak yang waktu itu di kontrakan bersama saya, agar menjemput hadiah itu ke tempat itu. Kontan saja, bapak dan ibu memutuskan mengambilnya. Panas begitu menyengat! Puasa-puasa mereka rela ke sana, bahkan ibu memutuskan tidak jualan hari itu.

Sesampainya di sana, dugaan saya benar adanya. Ternyata perusahan bal ibul, tukang ngibul. Mulutnya manis kayak olie, meluncur licin menipu orang tua kami. Mereka bilang bapak memenangkan voucher belanja dari kami senilai 1 juta, bisa digunakan untuk membeli barang-barang kesehatan yang kami sama sekali tidak butuh senilai 5 juta. “Jadi bapak hanya tinggal membayar 4 juta saja!”

Wuih manis bener omongan ini. Kita yang katanya dijanjikan kulkas ternyata disuruh membayar 4 juta dengan alasan mendapat voucher belanja satu juta. Voucher apa? Voucher apus-apus, voucher kempong perot!

Siangnya saya telepon pihak mereka. Saya minta kembali uang ibu saya. Ibu saya merasa pekewuh, dikasih voucher satu juta kok nggak diterima. Begitu pikir beliau. Tapi voucher itu cuman bikinan mereka saja. SI penerima telepon mengaku bernama Shinta, dengan logat kemayu, genit dan penuh tipuan dia mengulur-ulur waktu. Saya tembak, ‘Saya bisa ambil uang itu tidak, jawab saja jangan berbelit-belit!” Awalnya mereka menolak, tapi kemudian mereka mengiyakan. Nah hari ini saya akan menemui mereka, kita lihat nanti cerita berikutnya. Huh! (Nulisnya dalam keadaan dongkol berat!!!)

2 Responses to “Trik Licik Bernama Syarat dan Ketentuan Berlaku”

  1. rey says:

    Haduhh pak… ibu sampeyan begitu sederhana dan lugu, tega2nya ya mereka menipu org tua, opo ndak takut kualat yo? nganti mangkel aku mocone. Tp tenang mas… ini bulan ramadhan, Insya Allah yg didzalimi dan tetap bersabar akan mendapat ganti yang jauh lbh baik lagi :)

    Tak tunggu cerita selanjutnya. Mudah2an berhasil. Hancurkan para penipu!! (halah…) :)

    Eh iya, salam kenal… :)

  2. burhanshadiq says:

    iya mbak ibuku, ibuku..udah ane tulis kisah selanjutnya tuh mbak. silakan dibaca jangan lupa komentar yaks…:P

Leave a Reply