The Four Brothers, I Will Always Remember You
May 16th, 2007 by burhanshadiq
Bulan ini di perusahaan tempat saya bekerja, terjadi satu perubahan yang cukup mengagetkan. Beberapa teman saya memutuskan untuk mundur dari posisinya sekarang, dan kemudian mencoba mencari penghasilan di tempat lain. Alasan mereka berbeda-beda. Tapi tak satupun dari mereka yang punya masalah dengan perusahaan, semuanya baik-baik saja. Hanya yang menjadi tanda tanya orang umum barangkali adalah kenapa bareng-bareng dan tiba-tiba.
1. Seorang teman saya mundur karena alasan dia ingin mencari suasana baru. Hanya itu lisan yang saya dengar langsung darinya. Ia bilang sudah sejak lama pengen keluar, tapi pihak manajemen meminta ia berpikir lagi. Pas setahun setelah ia berpikir itu, sekarang ia benar-benar mengundurkan diri. Sayangnya saya tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin terlalu pribadi untuk saya ketahui.
2. Teman saya yang lain memutuskan mundur karena dia ingin bekerja di tempat lain. Membesarkan sebuah toko buku bersama temannya di sebuah desa urban, dengan mengandalkan komunitas pondok. Saya mendengar istrinya sempet menyayangkan keputusan ini, tapi apa dikata. Ia sudah bulat melakukan itu. Saya tidak dimintai pertimbangan, jadi silakan saja.
3. Teman saya yang lain lagi memutuskan mundur secara mendadak. Ia harus menikah dengan wanita di dekat kota asalnya. Calon istrinya sudah mapan secara finansial. Sedangkan ia juga sudah melamar pekerjaan di tempat asalnya. Baginya ini keputusan sulit, tapi ia tidak ada pilihan lain nampaknya. Kini ia telah mengundurkan diri yang kedua kalinya.
4. Teman saya lainnya, berbeda dengan yang lain. Perusahaan memutuskan tidak melanjutkan kerjasama kontraknya. Karena beberapa pertimbangan manajamen sehingga ia diputuskan untuk tidak bekerja lagi. Ini adalah kesempatan kedua, sejak januari 2007 lalu. Sekarang beliau sudah survive dan kayaknya menjadi pengusaha.
4 teman saya sudah tidak lagi di perusahaan tempat saya bekerja. Bukan sebuah issue yang harus digosok berulang-ulang agar licin dan semakin berkobar. Ini hanya masalah sebuah hubungan kerja saja, tidak lebih dari itu. Tak ada konflik, like or dislike, tak ada hati yang tersakiti, biasa aja. Pilihan yang berat, tapi harus dilakukan. Lalu bagaimana dengan saya? Hemm kok pake nanya sih? Hehehe. Kalau saya banyak teman yang memprediksi saya bakal menjadi apa. Ada beberapa kemungkinan:
1. Keep Stay and Be A Productive Writer.
2. Keep Stay and Make Other Business.
3. Be Another Books Player and Self Publisher.
4. Find Another Job, such as CEO another publishing.
5. Get Master Degree and Become A Lecturer.
6. Stay At Home, With My Lovely Wife, And My Two Daughter. (Hemm…ini yang paling membahagiakan)
