
Menghargai sebuah kebersamaan bersama istri memang tidak mudah. Kadangkala berlalu tanpa ada pemaknaan di hati. Bahwa hadirnya seorang atau lebih istri dalam hidup kita sebagai penyejuk hati seringkali tidak termaknai dengan baik. Maka saya mencoba untuk menghidup-hidupkan rasa itu selalu. Menyadari dengan sesadar-sadarnya bahwa ada seorang perempuan yang merelakan hatinya untuk kita miliki. Ada sejumput hati yang mau menerima kita apa adanya sebagai seorang suami.
Melihatnya capek mengurusi segalanya adalah sebuah kesedihan tersendiri. Karena sebenarnya niat hati memperistri bukan menjadikannya pembantu yang taat setiap saat. Tetapi menjadi ratu rumah tangga yang selalu memotivasi diri selalu dalam lindungan ilahi. Bersatunya hati bukan hanya menghabiskan waktu berdua tanpa amal dan sia-sia belaka. Tetapi bersatunya hati, raga dan juga nyawa karena alasan ingin berjumpa Rabbnya dalam kondisi aman nan perwira. Untuk istriku, terima kasih cinta atas rasa yang kau hadirkan, semoga hari ini dosa kita diampunkan dan diangkat derajatnya sebagai orang beriman!
Comments:2