Setelah Sisi Depan re2

SINOPSIS

Adalah hak-Nya, aku harus terima takdir-Nya,
Di setiap kesusahan dan himpitan yang menyesakkan
Musa dan Ibrahim, mereka terima semuanya
Ditengelamkan dan dibakar mereka terima

Keikhlasan Musa dan Ibrahim yang lilllahi ta’ala dalam menerima takdir menjadikan jiwa mereka kaya, hati mereka luas, tenang menghadapi apapun bentuk keputusan-Nya. Sangat beda dengan mereka yang menyambut takdir kerutan dahi, kecemasan, takut, dan rasa was-was yang memaksa mereka harus menghitung-hitung sesuatu yang padahal tidak bisa memberi manfaat maupun bahaya.

Lihat bagaimana Rasulullah selalu mengulang bacaan berikut setiap kali beliau hendak tidur,
اللَّهُمَ إِنِّي أَسْلَمْتُ نَفْسِى إِلَيْكَ وَوَجَهْتُ وَجْهِى إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِى إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِى إِلَيْكَ وَرَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَى إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِى أَنْزَلْتَ وَنَبِيِّكَ الَّذِى أَرْسَلْتَ
“Ya Allah, aku serahkan diri ini pada-Mu, aku hadapkan wajahku pada-Mu, aku pasrahkan seluruh urusanku, aku kembalikan diri ini pada-Mu, berharap sekaligus takut akan-Mu, tak ada tempat kembali dan memohon melainkan hanya kepada-Mu, aku beriman pada kitab yang Engkau turunkan, dan pada Nabi yang Engkau utus”.

Sebuah penyerahan diri yang total, menyerahkan semua hasil usaha pada-Nya, tiada penolong kecuali Dia, tiada penyelamat kecuali Dia, tiada yang mampu mengabulkan doa-doa melainkan Dia. Orang-orang yang selalu mendasarkan segala sesuatu dengan kemampuan diri dan usaha tidak akan pernah merasakan ketenangan ataupun kebahagiaan sebagaimana perasaan hamba yang senantiasa menyerahkan seluruh urusan pada Allah azza wa jalla dan melemparkan semua penat pada-Nya. “Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia” (QS. Al Isra’ [17]: 67).

Tidak ada yang bisa membuat Allah lemah, satu makhluk pun di langit maupun di bumi. “Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah” (QS. Al Syuraa [42]: 31). Namun Dialah Yang memuliakan dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya, memberi dan mencabut kekayaan siapa yang dikehendaki-Nya, Dia tidak butuh ketaatan maupun maksiat hamba-Nya. Keputusan-Nya dalam takdir tidak ada yang bisa menolak atau merubahnya.

Suatu hari Ummu Musa diperintah untuk mengarungkan bayinya di sungai, perasaan pesan dan resah menggelayut dalam hatinya. Namun ia ikat kuat-kuat jiwanya dengan keyakinan dan keimanan pada-Nya, hingga Allah mempertemukannya kembali dengan anaknya. Tidakkah Anda mengambil ibrah dan pelajaran dari kisah ini? Sungguh Allah sangat kuasa mengubah kesedihan Anda menjadi bahagia, mengubah himpitan hidup yang Anda rasakan kini menjadi kelapangan, mengubah yang kuat menjadi lemah atau bahkan membinasakannya, mengubah yang hina menjadi terhormat serta mulia, sedang Anda tidak kuasa atas apapun, “Katakanlah: “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar” (QS. Ali Imran [3]: 167). Kini tanyakan pada diri kita masing-masing, mengapa masih saja kita berat untuk menyerahkan hasil usaha kita pada-Nya, pasrah atas keputusan dan kebijakan yang Dia buat.

Serahkan semuanya pada Allah, mintalah perlindungan pada-Nya, niscaya Allah akan selalu menjawab saat Anda memanggil-Nya. Allah sayang pada hamba-Nya yang taat, Allah akan mengabulkan doa mereka saat mereka memohon. Tiada kebahagiaan yang hakiki selain bertaqarrub dan menghambakan diri pada-Nya.

Bila berminat mendapatkan buku itu, bisa menghubungi saya di 0812 153 7768.

Harga: 28 000, tebal halaman 172 halaman, ukuran 14 x 20,5 cm.

Leave a Reply