Susahnya Jadi Smart Muslimah!
Tidak susah jadi muslimah, yang susah adalah menjadi muslimah yang smart. Muslimah yang bisa ngebedain kapan kudu jadi diri sendiri dan kapan kudu jadi orang yang peduli sama orang. Peduli sama dakwah, peduli ama masyarakat dan peduli ama komunitasnya, yaitu muslimah itu sendiri. Muslimah yang cerdas melihat kekurangan bukan sebagai kendala, tapi justru melihatnya sebagai sebuah peluang. Ya, peluang untuk menang!
Setidaknya itu sedikit kesimpulan yang bisa saya dapatkan setelah menjadi moderator sebuah acara bedah buku di IPHI Solo dengan tajuk Be A Smart Muslimah. Saya ‘disembunyikan’ oleh panitia bersama ustad pembicara di balik tabir. Saya ga bisa lihat hadirin, dan mereka juga hanya bisa mendengar suara saya. Mirip seperti nostalgia lama menjadi penyiar radio lokal Solo beberapa tahun yang lalu. Acaranya rame, heboh dan mengesankan. Saya jadi dapat banyak ilmu dari acara ini. Saya jadi kebayang wajah istri saya, dua anak saya yang masih imut dan lucu, serta adik perempuan saya di rumah. Mereka lah para muslimah terdekat saya setelah Ibu saya tercinta. Bagaimana mereka kelak berkiprah di masyarakat?
Sementara bicara soal buku dengan tema muslimah, saya saat ini juga sedang mempersiapkan sebuah buku tentang itu. Coretan hati seorang ikhwan, ketika harus membahas dan berbicara soal akhwat pasti tidak akan ada habisnya. Seperti halnya ketika sekumpulan akhwat berbicara tentang ikhwan, juga tidak akan ada habisnya.
NB:
Buat FUM, Sukses acaranya semoga selalu istiqamah.
Buat Ustad Abu Umar, jazakallah khairan.
Dan Buat Ihsan dan Sulaiman dari Wafa Press, “Mbee…!”
Hehehe

Comments:3