Apa kabar Ramadan kamu? Hari ini sudah masuk hari kedua. Semoga kamu baik baik saja. Apa yang kamu rasakan, apakah kamu bahagia? Atau kamu malah sedih dan kecewa? Semoga kau selalu bahagia dengan amal shalihmu yang kau rangkai seperti rangkaian bunga. Shalat tarawih di paling depan, berdiri tegak, tanpa menguap tanpa sendawa karena kekenyangan. Atur menu buka puasa agar perut tidak penuh, dan malas untuk jamaah tarawih di masjid. Ngantukkah kamu? Pasti, karena memang godaan malam hari adalah rasa kantuk yang menyerang bertubi-tubi. Seharusnya bisa tilawah berlembar-lembar surat, tetapi semuanya terlewat karena rasa kantuk yang membawa kita tertidur lelap.

Lalu bagaimana dengan sahurmu? Apakah ada amarah yang bergejolak, saat istri, suami, atau bahkan orang tua tidak menyediakan lauk yang kamu suka. Sehingga kamu marah dan menyimpan rasa kecewa. Inilah ujianmu, sejauh mana ibadah puasa kamu ikhlas menahan keinginan yang ada di kepala. Menerima apa yang ada dan menjalani apa yang harus dijalani. Dengan begitu kita akan semakin tenang dan semakin nyaman dalam berpuasa.

Lalu bagaimana dengan siang harimu? Aku tahu kamu harus bekerja, di kantor atau di lapangan dengan panas menyengat peluh raga. Semoga kamu kuat, semoga kamu ikhlas karena puasa memang amalan yang luar biasa. Semoga puasa kita semua dierima dan menjadi pahala sebagai bekal akhirat kita. Kuat-kuat dan kuatkanlah semua sendimu. Azzam dan tekad pasang kuat-kuat. Jangan lemah, jangan loyo, semangati hati berkali-kali karena ramadan ini butuh prestasi.

Lalu bagaimana dengan sedekahmu. Apakah sudah kamu keluarkan sebagian rezekimu untuk mereka yang membutuhkan. Sehingga rezeki yang kamu terima bisa bersih. Hartamu halal dan menjadikan keberkahan buat kamu dan keluarga. Ratapi hati yang hingga kini belum mau berbagi. Semoga Allah memudahkan dan melunakkan hati yang pelit, dan merubahnya menjadi raga yang pemurah kepada saudara yang membutuhkan uluran tangan.

Setting your goal in ramadan, berlombalah dalam kebaikan.

Leave a Reply