Saat lagi sibuk bekerja, sebuah SMS masuk. Ternyata dari istri yang memberitahu kalau saya belum makan buah pagi ini. Subhanallah…perhatian sekali. Akhirnya, istri berjanji akan mengantar setoples mangga siap saji ke kantor. Maklum kantor dan rumah hanya beberapa meter saja jaraknya. Sekalian menjemput anak di playgroup, mengantar setoples mangga manis untuk suaminya.

Pas mangga dateng, saya ada jadwal rapat dengan tuan direktur. Saya bawa setoples mangga itu ke meja rapat. Rapat kali ini cukup genting, karena memperbincangkan hajat hidup karyawan. Fuih bahasa saya berlebihan kali ya. Akhirnya saya keluarkan mangga manis yang sudah dipotong-potong itu dari tempatnya.

Srreekkkkk….Ummmhhh…baunya harum luar biasa. Brownies manis disampingnya pun terlihat malu kalah bersaing dengan mangga-mangga ini. Saya lihat pak direktur melirik dari tadi. Saya tawarkan kepada beberapa peserta rapat. Dengan sebuah garpu, kita berbagi. Ke sana kemari toples itu beralih tangan. Hanya saja, belum sampai ke depan tuan direktur.

Akhirnya saya hantarkan toples itu ke hadapan beliau. “Walah, tinggal sedikit dikasihkan saya.” Hehehe, maklum pak. Sekali-kali mendahulukan teman-teman seprofesi. Meski berkomentar mangga kuning cerah itu pun dilahap tuan direktur. Tidak sampai habis. Tersisa dua potong, giliran saya yang menghabiskan.
***
Cerita itu mungkin terkesan berlebihan. “Apaan sih cuma mangga doang.” Sudah gitu nggak bagi-bagi ke pembaca lagi. Hehehe. Tapi saudaraku, ingatlah pada sebuah kata BERBAGI. Membawa makanan ke kantor dan membaginya dengan teman adalah sebuah kebahagiaan. Ada rasa yang luar biasa, manakala kita lihat mata mereka berbinar gembira karena makanan yang kita bawa. Ada perasaan hati riang membuncah saat kita melihat mereka senang dengan apa yang kita bawa. Meski hanya mangga yang kita kupas sendiri dan harganya tidak seberapa. Meski cuma ketela rambat, pohung, singkong, atau bahkan kacang tanah rebus.

Menjadi bahagia tidak perlu dengan berharta luar biasa, tapi mensyukuri apa yang kita punya untuk BERBAGI dengan saudara-saudara yang kita cinta.

Jazakillah buat istriku, terima kasih sudah mengantakan mangganya pagi ini.

4 Responses to “Setoples Mangga dan Rasa Berbagi”

  1. the king says:

    yah…..meski tetangga ruang sama si abang satu ini, sering dilupain atau emang sengaja lupa kalo masalah bagi2 deh….

  2. burhanshadiq says:

    tenang. ada jatahnya sendiri. :)

  3. ibnu says:

    hiks hiks hiks jatah mangganya ga sampai ke tempatku….. udah tinggal 2 iris, dihabisin bang bur ndut
    hehehe,….
    just kidding bang…..

  4. grand says:

    mangga kang…. maap mangganya dah abiz… cuman pamer aza…

Leave a Reply