Home > Catatan Perjalanan > Sepenggal Kisah dari ITS

Sepenggal Kisah dari ITS

December 17, 2007 4 Comments

its.jpg

Mentari terik, garang memancarkan panasnya. Tak ada angin berhembus, meski hanya sekedar membasuh rasa gerah yang luar biasa. Berbaju koko cokelat kesayangan, saya menunggu dengan gelisah jemputan panitia. Hilir mudik tengok ke jalan, berharap ada motor panitia segera datang menjemput. Hape di tangan, ketak-ketik sms bertanya ada apa gerangan. Kenapa hingga jam 8 lebih, tak ada batang hidung panitia kajian yang nampak bertandang.

Saya segera dapat jawaban, panitia menelepon balik, “Sedang di jalan dan bingung mencari tempat tujuan.” Saya maklumi, dan akhirnya saya duduk termangu lagi. Tak berapa lama, teman panitia yang lain menelepon. Kali ini mas Marji, teman chatting YM saya yang dahulu pernah bersua di kajian yang sama. Beliau berbagi kabar, belum ada yang berangkat menjemput saya sehingga harus beliau yang turun tangan. Kabar itu mencengangkan hati dan mendebarkan pikiran. Berjuta tanya bergelayutan “kenapa?” “Terus yang menelepon saya tadi siapa?” Bengong Mode On.

Kakak ipar dengan santun menawarkan jasa hantaran. Namun saya menolak halus, karena bukan tugas dia mengantar saya. Beberapa menit berselang, datang mas Marji dengan motornya. Kami bergegas menyusuri jalanan Surabaya. Macet, ruwet dan sedikit senggol kanan dan kiri. Bukan karena badan jalan yang terlalu sempit, hanya karena ada perbaikan jembatan yang tak urung bisa digunakan.

Sampai di lokasi kami berjalan menuju ruangan. ITS yang damai dan rapi sekilas dalam pandangan. Duduk sejenak, menahan diri untuk ke kamar mandi. Karena saya bertanya tidak mendapat jawaban, apakah toilet di samping saya diperuntukkan bagi akhwat ataukah ikhwan. Setelah diisi selingan nasyid, saya dipersilakan memasuki ruangan. Saya buka pintu, saya masuk dan duduk di kursi yang telah disediakan. Ratusan mahasiswa di depan saya. Dengan tempat duduk bak orang nonton bioskop, dari shaff depan hingga shaff paling belakang. Jumlah peserta ikhwan lebih banyak dari jumlah putrinya. Udara dingin AC membuat segalanya nampak lebih nyaman.

Acara berlangsung lancar, meski situasi agak berbeda karena susah dikendalikan. Setting tempat duduk, sound yang kurang kenceng dan sedikit kegaduhan peserta ikhwan sempat membuat bete dan tidak nyaman. Tidak mengapa, para aktivis bilang ini adalah bagian dari kenikmatan sebuah acara. Seorang peserta berdiri bertanya. “Apakah yang harus dilakukan manakala kita ingin tahu perasaan orang yang kita cintai?

Saya jawab, “Jawabnya mudah, silakan ditanya, Kamu cinta sama saya atau ndak?” Gerrr…tawa peserta pecah membuyarkan keheningan. Jawaban itu nampaknya tidak memuaskan. Sehingga saya lanjutkan dengan beberapa argumen pendukung. Akhirnya penanya sudah cukup bisa menerima jawaban saya. Sesi diskusi masih berlanjut. Penanya bergegas mengacungkan jari. Penanya lebih didominasi oleh ikhwan. Sedangkan peserta putri lebih banyak diam.

Jam di hape menunjukkan jam 11.00. Saya berkali-kali sudah diingatkan moderator bahwa jatah waktu saya sudah akan habis. Saya sudahi acara dan saya pulang ke rumah mertua. Ketemu anak, istri dan orang-orang tercinta. Sedangkan langit surabaya masih cerah, dan udara masih juga tetap gerah.

Terima kasih untuk temen-temen STUDI ISLAM TEKNIK KOMPUTER ITS yang sudah bekerja sama bedbuk di Teater A ITS, semoga kita bisa dipertemukan oleh Allah kembali. Sayangnya, mouse favorit saya tertinggal, dan itu baru saya sadari saat saya sudah pulang ke Solo. Hemm, mudah-mudahan segera ditemukan. Untuk mas Marji, mohon maaf sudah merepotkan.

Comments:4

  1. nurussadad
    December 21, 2007 at 9:21 am

    biasanya acara2 gitu banyak akhowatnya???
    apa karena ITS katanya mayoritas Ikhwan, gak juga mungkin.

  2. jameelah
    December 22, 2007 at 4:08 pm

    hehehe..mahasiswa ITS lebih banyak daripada mahasiswi ITS. tapi sepertinya, bisa jadi sometimes berkebalikan lho. sekarang aja sdh keliatan gejalanya. tapi..untuk “akhowat” memang lebih banyak jumlahnya daripada “ikhwan”nya.. akhirus zaman!

  3. jameelah
    December 22, 2007 at 4:10 pm

    kacau juga ya. tapi, jangan kapok datang ke ITS ya ustadz! :)

  4. Azmi
    December 30, 2007 at 10:30 am

    Mungkin aja, yang akhwat lagi sama suaminya di rumah!
    hehehehe….!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>