Seorang Ayah dan Sekolah Islam Terpadu
Dua kali mendaftar, dua kali pula anak saya masuk cadangan. Setelah bertanya ternyata anak saya masih terlalu muda. Aturan dinas pendidikan tidak membolehkan usia di bawah 6 tahun. (benarkah?) Akhirnya saya duduk bersama istri, ngobrol baik-baik soal anak saya yang manis itu. Setelah ditimbang dan dipikir masak-masak, kita berkesimpulan bahwa Mba Tika kudu nambah setahun lagi di TK dia. Hal ini demi kebaikan dia ke depan. Lagi pula bila tahun depan dia masuk SD, insya Allah juga tidak terlalu terlambat. Usianya tahun depan masih 6 tahun. Saya pun akhirnya mengajak ngobrol mba tika dan ia pun mengangguk dengan senyum khas nya. Alhamdulillah…
Saya pikir setiap orang tua juga akan lemes bila melihat anaknya tidak ketrima. Apalagi sang anak sudah telanjur seneng dengan sekolah itu. Pasti akan sangat berat untuk menerima kenyataan itu. Tetapi inilah lika liku menjadi orang tua. Harus semangat, harus tetap bahagia dengan apa saja yang dihadapinya. Segera putar strategi yang terbaik untuk anak anak kita.
Anak kita adalah amanah Allah. Jadi kalau mikir buat anak, insya Allah akan selalu bermanfaat. Kebahagiaan dia, kesuksesan dia, keshalihaan dia, kearifan dia kelak, harus selalu kita kedepankan. Pondasi keislaman harus dikuatkan. Terutama dalam pendidikan dasar. Semakin dia kuat dalam akidah, maka semakin dia bisa menjalani hidup dengan berkah. Sehingga kalao dia gede, dia akan menjadi muslim yang baik. Insya Allah.
Saya mungkin belom lama menikah. Tidak sepengalaman mereka yang mungkin sudah bertahun tahun menikah. Sehingga mereka lebih punya otoritas untuk menjelaskan tentang pendidikan anak. Tapi tidak ada salahnya tulisan ini sebagai sharing saja diantara kita semua.
Pertama, bila memilih sekolahan, pastikan anak suka dengan sekolah itu. Jauh jauh hari ajak mereka main di sekolah itu.
Kedua, jangan hanya mendaftar di satu sekolah saja. Sebab kadang sekolah favorit memasang pendaftaran paling akhir, sehingga saat pengumuman mepet sekali dengan penutupan pendaftaran sekolah lainnya. Akhirnya ortu yang akan kelabakan, setelah pengumuman tidak diterima, akan susah mencari sekolah lagi untuk anaknya.
Ketiga, pahamilah bahwa tidak ada sekolah yang mau dijadikan alternatif. Jadi berdoalah dan berharap yang terbaik.
Keempat, sekolah islam terpadu seringkali memang sangat mahal. Tetapi cobalah ukur dengan kemampuan finansial kita. Selain itu, jangan pernah merasa bahwa pendidikan di sekolah itu cukup. Sehingga ortu merasa bisa melepas anaknya begitu saja. Akhirnya anak menjadi tidak maksimal dalam mengembangkan potensinya.
Terakhir, wewenang menerima dan menolak di tangan sekolah. jadi kalau ditolak, serahkan sama Allah. Daripada kita stress menuntut pihak sekolah untuk transparan, karena itu tidak akan mungkin terjadi. Pasti ada faktor-faktor penilaian yang tidak akan mungkin dibuka seluruhnya. tetap harus ada yang disembunyikan karena faktor maslahat.

Comments:5