Semoga Tak Terulang
Feb 21st, 2010 by burhanshadiq
Hari yang aneh, mungkin yang paling pas sebagai gambaran apa yang saya alami sabtu dan ahad lalu. Awalnya saya dihubungi panitia tuk ngisi sebuah kajian di Surabaya. Tapi saya tidak bisa bulan itu. Maka saya inget betul, panitia minta jadwal bulan berikutnya. Dan saya mengiyakan. Tetapi pas mendekati hari H, tidak ada kontak dari panitia sedikitpun. Saya khusnudzon, saya pikir lupa atau apa. Sayangnya saya pun tidak ingin menghubungi mereka untuk konfirmasi ulang. Saya pun memutuskan berangkat ke SBY barengan istri dan anak anak.
Sampai di Sby, saya di SMS panitia. Ternyata ada miscom, saya tidak dijadwalkan mengisi hari itu. Mereka menggagalkan dan sudah menjadwal pembicara lain. Padahal saya sudah sampai di Sby dan tidak ada konfirmasi pengagalan sebelumnya. Pffhh…tidak apa apa insya Allah. Karena saya malah bisa berlama-lama silaturahmi dengan keluarga.
Dari kejadian ini saya mengambil banyak pelajaran:
1. Panitian sebaiknya serius dengan melampirkan surat permohonan pembicara baik via faks maupun email. Jangan biasakan menghubungi pembicara atau siapapun hanya melalui SMS.
2. Saya pun kudu legawa menghubungi kalau misalnya dari panitia tak ada kabar berita. Biar tidak kecele, sampe lokasi ternyata ga jadi.
3. Komunikasi itu super penting dalam penyelenggaraan event.
Nah, ini sekedar berbagi pengalaman saja, semoga tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

Wah iya Pak, insya Allah tidak apa-apa…sabar aja ya Pak semoga diganti yang lebih baik. Amin.
Kebalikannya kalo saya, sudah disemangati 45 pakai acara mabit..eh ndilalah Pak Ustadnya yg ngisi ngabari kalo ga bisa. Hehe, sama kayak Pak Burhan, ini sekedar berbagi pengalaman saja
.
Alhamdulillah mba, saling menyemangati. Semua tidak lepas dari qadarullah. ya kan? Semangka! Eh Semangat!