SELF HEALING
Aug 5th, 2010 by burhanshadiq
Kita tidak pernah tahu nasib kita ke depan. Tapi setidaknya kita bisa berharap akan hati yang selalu ikhlas, menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan. Setidaknya pula kita bisa berhadap pada amal-amal shalih yang kita kerjakan selama hidup di dunia. Tapi, sudahkah kita berani menghitung amal shalih yang kita kerjakan?
Dalam hitungan 24 jam, mungkin saja tidak banyak amal shalih yang kita kerjakan. Shalat lima waktu, bersedekah, membantu saudara muslim lainnya, berinfak, membersihkan masjid, tersenyum kepada orang lain, berdzikir, membaca quran, paling tidak menjadi pilihan dan kwajiban amal yang kita jalani setiap hari. Itu saja kadang sangat jarang kita lakukan. Perasaan merasa cukup, merasa bahwa pahalanya sudah banyak, dan tidak ingin bersegera membekali diri dengan amal islami.
Belum lagi bila malas menyapa kita. Kemauan padam, yang ada hanya nafsu yang ingin selalu dituruti. Beramal shalih terasa sangat berat. Sementara beramal buruk terasa sangat ringan. Kemanakah kita akan mencari motivasi manakala hati berada dalam kondisi seperti ini. Dimanakah nyala semangat-semangat itu? Apakah kita akan menemukannya di masjid-masjid kaum muslimin, atau dari lisan lisan sahabat-sahabat kita?
Di sinilah perlunya kita menciptakan imunitas pada diri kita. Segera melakukan SELF HEALING manakala diri ini terantuk rasa malas yang luar biasa. Menjenguk orang sakit dan belajar dari sakit mereka. Karena sehatnya badan akan membuat kita sangat mungkin melakukan amal kebaikan. Mengunjungi orang shalih, masjid yang penuh dengan jamaah akan memompa semangat kita kembali. Dan kalau itu semua tidak juga efektif kepada kita, maka cobalah membuat liang lahat di belakang rumah, masuklah ke sana dan nasihatilah diri ini. “Kalau sudah di dalam sini, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.” Wallahua’lam bishawab.

