resize-of-gombalan-2

Category: Books
Genre: Nonfiction
Author: BURHAN SODIQ

Awalnya ingin beli buku Fathi Yakan, tapi yang dicari ga ada, malah beli buku GOMBAL WARNING nya BURHAN SODIQ. Hoo gapapalah, tetap bermanfaat koq. Terutama untuk para ikhwan tukang gombal, dan para akhwat yang senang digombalin. Weiiitsss…serem banget tuh kata-katanya. Ya, yang marah berarti ngerasa…hehehe afwan afwan…peace…

Awalnya, tertarik dengan judulnya yang unik banget. Ringkasnya buku ini memaparkan tentang fenomena ikhwan dan akhwat yang notabene berada dalam aktivitas dakwah, ternyata tak luput juga dari aktivitas yang mirip-mirip orang pacaran. Sungguh sulit dideteksi, karena kalau dibilang pacaran ya ga pacaran, tapi dibilang ga pacaran, koq kayaknya gimana juga ya…

Dalam buku ini dipaparkan bagaimana hubungan ikhwan dan akhwat, yang kita semua paham dan tahu kondisinya, insya Alloh lebih safe baik lingkungan maupun pertemanannya. Kalangan ikhwan dan akhwat yang aktivitasnya selalu sibuk dengan aktivitas dakwah, menimba ilmu, berlomba dalam beramal, ternyata tak luput juga dari godaan syetan yang satu ini.

Diterangkan dalam buku ini bagaimana hubungan ikhwan dan akhwat yang pada mulanya mungkin hanya sebatas partner dalam wajihah dakwah yang sama, lambat laun terjalin hubungan akrab, awalnya mulai saling menanyakan kabar, kemudian berubah menjadi curhat-curhatan. Mungkin kata-kata mesra yang biasa dilakukan orang pacaran pada umumnya diubah menjadi tausyiah atau nasehat atau malah sms untuk bangunin tahajud. Karena tidak ingin dibilang pacaran, kemudian si ikhwan berjanji untuk menikahi si akhwat, tapi tanpa waktu yang jelas, entah kapan. Dan si akhwat dibiarkan menunggu tanpa kepastian. Untuk menerima ikhwan lain yang ingin melamarnya, koq kayaknya kasihan ama si dia yang udah terlanjur menyatakan ingin menikah dengannya, selain itu juga udah terlanjur terpesona dengan rayuan si ikhwan.
Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi antara ikhwan dan akhwat satu wajihah dakwah, tapi juga ternyata bisa menimpa lewat hubungan melalui kabel serat optik bawah laut yang terhubung dalam jaringan komputer dan internet. Dunia maya mampu menciptakan fenomena khalwat dan ikhtilat virtual antara ikhwan dan akhwat. Syetan bahkan menguasai teknologi saat ini. Ia menciptakan fatamorgana keindahan antara ikhwan dan akhwat ketika sedang chatting, fs an, YMan, fesbuk an, frensteran atau MP an? Ruang dan waktu tertembus sudah. Wahhh…

Heee??? Emang ada yang ikhwan dan akhwat yang kayak gitu??
Well, ada atau gaknya di lingkungan kamu sekarang, buku ini (kata sang penulis), dibuat berdasarkan keprihatinananya terhadap realita yang dilihat dan dirasakannya di kalangan aktivis dakwah dewasa ini.

Karena yang menulis adalah seorang ikhwan, maka penulis banyak mengambil sisi dari seorang ikhwan, dimana dalam bukunya, sang ikhwan lebih banyak mengambil porsi sebagai ‘tersangka’ dalam kasus ini. Menurut penulis Ikhwanlah yang dituntut untuk lebih banyak menjaga sikap, menundukkan pandangan dan menahan diri hingga jangan sampai merayu akhwat. Karena akhwat, menurut prespektif penulis sudah berusaha untuk menjaga dirinya dengan menutup aurat dan merendahkan suara, tidak mendayu apalagi berusaha mencari perhatian. Namun, tentu bukan salah akhwat, jika pada akhirnya ia tetap kelihatan menarik, meskipun saat ia sekedar menarik napas. Hal ini terlihat mulai dari bab pertama jika kamu baca buku ini.

Selain itu dibuku ini juga banyak mengutip pengalaman-pengalaman pribadi akhwat korban rayuan gombal ikhwan, kata-kata gombal yang sering digunakan ikhwan dan juga nasehat-nasehat untuk akhwat agar jangan sampai termakan bujuk rayu ikhwan tukang gombal.

Kalau kamu baca buku ini, sekilas kamu akan merasa ikhwan tak jauh beda dengan lelaki kebanyakan. Tapi, tentu tidak semua orang seperti itu. Buku ini hanya mencoba melihat prespektif lain dari dunia ikhwan dan akhwat.
Tentu di luar sana masih ada ikhwan akhwat luar biasa, yang tetap teguh menjalankan amanah dakwah, tetap terjaga ruhiyahnya, tetap berusaha untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang mendekati zina dan terjaga hatinya. Apakah kita termasuk di dalamnya? Semoga…

Saya yakin, kamu akan terbahak-bahak, sedikit merasa tersindir, malu, sedih dan prihatin ketika membaca buku ini. Sama seperti yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Sungguh benar-benar merasa amat sangat tersindir sekali, bahkan malu sekali (hayoooooo napa tuh Qi??? hehehe). Semoga bisa menjadi pelajaran dan tolok ukur sementara, untuk melihat apakah selama ini pergaulan dan tingkah laku kita sudah benar terhadap ikhwan atau akhwat? Jangan sampai agenda dakwah kita menjadi terganggu dan pertolongan Allah tidak kita dapatkan, karena terhalang oleh masalah cemen seperti ini yang menimpa pejuang Allah di jalan dakwah. Dan juga semoga ukhuwah kita tidak ternodai oleh virus-virus yang suka menyamar menjadi makhluk manis namun mematikan hati.

Selamat Membaca, dan kalau emang udah siap, mending nikah aja deh, lebih aman. Hehehehe,,, oh ya afwan ya ga ada foto bukunya.

NB: Tulisan ini adalah resensi dari pemilik situs http://qeeasyifa.multiply.com/reviews/item/12

2 Responses to “Review Pembaca Tentang Gombal Warning”

  1. astri femint says:

    kondisi demikian sering qt jumpai di lingkungan dakwah….tapi jangan dijdikan suatu kelaziman…….hmm yang harus ditanamkan ikhwan akhwat fillah ktka hati sudah bergemuruh, mata maunya ngliat dia, kangen bawaannya, segera ingat bahwa ada misi yang qt bawa….mengemban dakwah&berdoa agar hati tidak selalu tergoda…..

  2. ice says:

    hiks!ternyata ana termasuk dari akhwat yang pernah digombalin ikhwan
    buat temen2……jangan mudah tergoda dengan predikat “ikhwan ” yang ada disekitar Qta

Leave a Reply