resize-of-gombalan-21

Category: Books
Genre: Religion & Spirituality
Author: Burhan Sodiq

Adalah judul buku yang akan gw bahas. Gw nemu buku ini pas lagi iseng2 ke Gunung Agung Margo City. Buka2 isinya sedikit, eh ternyata menarik. Jadi akhirnya beli di TM Bookstore, secara ada diskon 15 % yee.
Buku ini dikarang oleh Burhan Sodiq, yang mengaku seorang ikhwan dan seringkali mendengar kisah terjeratnya para akhwat oleh rayuan gombal para ikhwan. Berikut adalah petikan dari buku tersebut.
*****
Akhwat dan ikhwan, adalah predikat yang ditempelkan kepada laki2 dan perempuan beragama Islam yang berusaha menjalankan syariat Islam secara utuh (versi mereka^^). Mereka selalu mendapat asupan gizi (ilmu agama) berkecukupan dari para ustadz/kakak mentor/murabbi mereka dengan pengajian, liqa’, taklim, halaqah dan istilah lainnya yang gw ngga ngerti ! (yang bikin resensi buku dodol banget seehh!!). Para ikhwan dan akhwat sudah mengetahui dengan pasti hal2 yang baik dan buruk serta batasan2 yang harus mereka jaga supaya mereka tetap berada di jalanNya.

Para akhwat sudah dengan maksimal menjaga penampilan mereka, dengan menutup tubuh indah mereka dengan kain panjang, begitu juga dengan rambut indah mereka. Tapi tetap saja rayuan gombal mendatangi mereka. Tidak dengan siulan2 nakal pria pinggir jalan, tapi yang menggoda justru teman2 seperjuangan mereka, para ikhwan! Serangan gombalnya metodis lagi! Oh my…

Sekuat2nya para akhwat, mereka tetap lah perempuan, yang kalau dipepet nan diflirting terus ya luluh lah pastinya! Mereka tetaplah manusia yang bisa saja terserang “virus merah jambu” yang sayangnya “tidak ada” obatnya. Bagi mereka, dalam Islam tidak ada yang namanya “pacaran” (ya ga ada lah, itu kan istilah Bahasa Indonesia). Yang ada adalah masa perkenalan atau ta’aruf (kalau tentang ini, maap saya ngga ngerti) kemudian dilanjutkan dengan pernikahan. Tetapi, hormon kali yee, pengennya menjalin hubungan “terlarang”. Karena tahu kalau ngga boleh pacaran, jadinya menjalin hubungan sembunyi2 alias HTS.

Hal2 seperti ini yang bahaya. Para ikhwan tapi bakwan ini seringkali merayu dengan dalih ibadah. Contohnya dengan sms malam “Sudah solat malam belum?” atau dengan perhatian kecil lainnya. Kalau wanita lain bisa dirayu dengan cokelat dan bunga, para akhwat bisa dirayu dengan tasbih dan sajadah, halah ! (ini menurut si pengarang buku loh !). Karena para ikhwan ini bakwan, mereka dengan seenaknya nge tek akhwat incarannya. “Saya ingin menikah dengan kamu, tapi 3 tahun lagi ya setelah kuliah saya selesai”. Dong dong dong dong, ukhti ku sayang, jangan sampai ya terjebak rayuan maut macam ini. HTS itu ngga ada masa depannya!!
*****
Demikian sekelumit isi dari buku ini, kalau penasaran dengan isi lengkapnya, gw dengan senang hati akan meminjamkan^^ kemudian, gw ngga ada maksud untuk menjelekkan suatu komunitas tertentu, hanya ingin berusaha memahami fenomena yang ada, bahwa “ikhwan dan akhwat juga manusia”
Monggo, ditunggu tanggapannya (duh, kayaknya bakalan pedes nih >.<)

PS : untuk para ukhti ku tersayang, tetap istiqomah ya ^^

(tulisan review yang dimuat di situs http://bogoshippo.multiply.com/reviews/item/1)

One Response to “Review Pembaca Buku Gombal Warning”

  1. Zainal arif says:

    Wah seru juga nich bukunya..regane piro coy?

Leave a Reply