Ponari, Mpok Nori dan Ponari Sweat
Feb 16th, 2009 by burhanshadiq

Publik Indonesia sedang gandrung sama tokoh dukun cilik dadakan Ponari. Mbak ipar saya malah-malah sering salah sebut dengan Poniran. Saya ketika denger nama ini juga langsung inget pelawak Indo, MPoK Nori. Tidak cukup itu, saya juga inget sama minuman kesukaan saya, yang botolnya berwarna putih dan biru.
Banyak sumber yang bilang si kecil Ponari ini sakti. Dia mendapat batu ajaib, setelah terkena petir. Temen Surabaya saya, Mas Marji bilang katanya si kecil Ponari ini dikasih opsi sama yang ngasih batu, “Mau pilih mana, nyembuhin orang sakit, atau bisa nutup lumpur lapindo?” Karena Ponari tidak nyaleg, maka ia memilih ngobatin orang sakit. Lalu membludaklah pasien dukun petir ini. Hingga kini sudah 4 orang mati karena antri berdesakan keinjek-injek. Belum lagi yang terluka karena pingsan dan yang lain. Lalu siapa ya yang memberi batu ini? Masak Doraemon dari kantong ajaibnya? Lalu batu itu sejenis apa, kenapa hingga kini tak ada lembaga yang pengen meneliti. Jangan-jangan batu baterei. Hehehe Ngawur ya.
Bapaknya Ponari sampai opname karena dihajar calon pasien. Sebab sang bapak pengen anaknya kembali normal. Jadi dukun ternyata capek banget. Malah Ponari yang tukang sembuh ini pun justru sakit karena kecapekan. Saya membayangkan mungkin kalau dibikin film kartun superhero pasti sangat lucu dan keren. Diberi kostum seperti Superman, cuman huruf S nya diganti P. PONARI AL JOMBANGI.
Satu hal yang membuat saya terpikat, ternyata ada orang kreatif yang sengaja membuat buku tentang Ponari. Dan hasilnya luar biasa, buku yang cuman dijual 5000 berisi poto-poto Ponari kini sangat laris. Pasti sebentar lagi ada kaos Ponari, gantungan kunci Ponari, Jaket Ponari, Tas Ransel Ponari, dan mungkin Ponari juga dilamar parpol untuk jadi Capres Alternatif, maksudnya Capres dari pengobatan Alternatif. Atau mungkin ada caleg yang rela memasang baliho dengan menyebut “Pernah jadi Gurunya Ponari” Saking tidak pedenya. Dan kalau mungkin nanti dia gagal jadi capres, mungkin Ponari akan membeli saham minuman pengganti ion tubuh dan mengganti namanya mengganti PONARI SWEAT.

Untung Ponari blom cukup umur buat jadi caleg, lha bayangin aja dia bisa ngumpulin massa segitu banyaknya dalam sehari. Wes genah lolos to…
itu tugas pak ustadz buat nyadarin mereka … (para pasien)
ato mungkin budaya bangsa yang masih mengental dengan klenik yg sedemikian mantapnya ..
semakin bnyak orang yang tidak rasional mengharapkan kesembuhan..
apa lagi sorotan media yang begitu tajam, menghipnotis massa menjadi lebih ingin tahu.. dan membuktikan-nya.
bnyak lagi dan bnyak lagi :))
- yg cukup menggila-kan lagi, para pasien wanita yang berkerudung yang diwawancara, seolah2 membenarkan itu semua…. :(
nb : ditunggu mas kajiannya di M,assalaam jetis
Ponari…
Terkenal karena batu…
Harus terima kasih tuh ama “batu ajaib” itu.
Bwahahahahahaha!
Light but right!
Ga sabar ngejadiin ponari sweat buat jadi bahan lawakan intern nih!
Pertamaxx gan..
hwah…. memang menyedihkan. saya setuju kalau ponari menanamkan sahamnya ke Ponari Sweat, sehingga masyarakat yang percaya tidak perlu ngantri atau sampai ngaploki bapaknya Ponari…. saran saya secepatnya bentuk Ponari Center atau Partai PONARI (PONARI : Partai Ok NAmbani isoh maRi)
lucu yang ini bang…
http://teguhalfi.wordpress.com/2009/02/11/ponari-sweat-ion-water-from-jombang/
http://teguhalfi.files.wordpress.com/2009/02/180px-pocari_sweat_english-copy.jpg?w=377&h=445
Hui … Barangkali tinggal nunggu Ponari “kena batu”-nya. He …
Sebentar lagi Indonesia akan disegani di dunia pengobatan, karena bermunculan dukun-dukun cilik sakti, ponari sudah ada pesaingnya lho
Ada apa ya … om – om nih kok pada ngomongin aku … ? aku dah dapat 1 M lho …. alhamdulillah kan …. silahkan ke rumah …. nanti masing2 om 2 akan saya kasih Ponari Sweat masing2 1 karton …. gimana …
Kasihan masyarakat kita. Banyak yang sakit. Sakit fisik. Dan sakit akidahnya.
Orang sakit memang tak sabaran. Yang penting pengin sembuh segera.. Sisanya sering tidak ingat apa-apa lagi.
MasyaAllah, itu baru ponari yang konon bisa nyembuhkan orang sakit saja perlakuan manusia begitu berlebihan. Lantas bagaimana jika nanti Dajjal muncul di akhir zaman? Dia bisa menghidupkan org mati, menurunkan hujan dll. Akankah manusia berbondong-bondong mengikutinya? Na’udzubillah, Allahumma inni a’udzubika min fitnatid Dajjal. Bentengi diri dengan iman sejati dan jangan lupa baca surat Al Kahfi (terutama hari jum’at)
Antara percaya atau tidak, tapi ini sudah menjadi fenomena.
iye bener apa kata bang Hawin, MUI mestinya lebih concern ke aqidah ummat, jangan peraturan aja yang dibuat.. coz ummat di indonesia ngga butuh peraturan – peraturan dari para ulama, tapi tindakan nyata dari para ulama yang bisa dijadikan panutan.. :)
mantaps nih minuman.. banyak banged ya versinya, kunjungi blog saya juga, saya menulis juga tentang ponari sweat ini.. hehe..
Selasa, 24 Februari 2009
Akhinya AAN menulis : Ponari Juga Anak Kecil !!
Post by ; aan.farkhat fikriyan – aan_fikriyan@yahoo.com
(Tulisan ini sekedar asal dengan tujuan menceritakan kejadian-kejadian sehari-hari, dari sebuah negeri yang entah kapan majunya? Dan lolos ke piala dunia?. Hingga tulisan ini dirilis, aku nggak pernah berharap menemukan Batu, Meja, Kursi, Motor, Hati, Handphone, Televisi atau Kulkas yang tersambar petir …..!!)
Hah Ponari? pemain bola tim nasional Indonesia? bukan an .., itu “ponariO ASTAMAN”, oh jadi ponari yang mana nih yang bisa main lenong … n nongol di televisi, dengan suara meledak-ledak ? bukan an .., itu “PO’NORI”,oh berarti yang bisa lenggak lengok ? .. bukan juga an itu “PENARI”.. trus siapa dong? yah sudah hampir satu bulan lamanya, Negara yang hampir maju tapi malu, sedjak taon 45, bumi tercinta, negeri para rocker dan musisi beraliran “melayu” (melayu dalam bahasa jawa berarti “lari” : pikirkan yang lari nada, music ato cengkoknya emang mendayu, atu bahkan pendengarnya?) , Negeri Indonesia gempar akan kehadiran “dukun cilik” yang 100% masih anak-anak, yang dikenal dengan nama Ponari (namanya saja sudah mencerminkan kerarifan lokal … coba kalau namanya Kevin, David ato Ronald?) .
Dari sebuah desa di Jombang, sekali lagi Jombang, kenapa dan harus Jombang? Ya seperti diketahui khalayak, dua tahun belakangan, Jombang memiliki potensi unggulan daerah yaitu “melahirkan fenomena”, ingat Ryan si jagal Jombang (nggak pake kesambar petir)?, kembali lagi ke Ponari seorang anak yang menemukan batu dengan istilah keren “Watu Gludug” , bahasa Indonesianya “Batu Petir”. Konon kabarnya Ponari menemukan batu tersebut setelah disambar petir (nyaris …), karena yang kesambar batunya maka yang dapat predikat atau julukan adalah batunya, karena kalau yang kesambar petir Ponari dia akan dikenal dengan “Bocah Gludug” atau “Bocah Petir” dalam legenda fiksi Indonesia “Gundala” atau istilah gaul superheronya “Flash”.
Setelah kejadian itu Ponari berhasil (agak samar dan kurang ketahuan detail ceritanya …) menyembuhkan tetangganya, yang konon sakit dan tak kunjung sembuh, berkat minum air celupan batu saktinya … (ini adalah pasien tangan pertama ..), tak berapa lama, ribuan bahkan puluhan ribu orang dari pelosok negeri hadir dibumi Fenomena Jombang (berhak menyandang predikat Kota Fenomena), mengantri, bergumul, berdesak-desakan untuk mendapat celupan batu “Sakti” Ponari (oh ya …petunjuk pemakaian batu sakti adalah dengan dicelup, bukan diseduh ataupun ditumbuk ..), untung yang kesamber petir batu kecil, kalau yang kesamber itu sebongkah batu kali? Bayangin proses nyelupnya dan orang-orang antri bawa ember dan drum kaleng?, kalau yang kesamber petir itu sebuah becak ? atau pohon kelapa ? (bayangkan aja sendiri …), kalau yang tersambar petir itu handphone televisi, kulkas ? (Rusak nggak ya?), dan kalau yang kesambar petir itu rel kereta atau buah durian? .. (makin pusing membayangkan ..), antrian bertumbuh kembang dengan cepat, panitia meracik sistem antrian, rundown (tuh kan professional ..) , Standar Pengamanan Berlapis (bukan nama kue), Strategi Public Relation, Coverage Media (terbukti cukup ampuh mengalahkan hebohnya jagad gossip Infotainment..), dan hasilnya dari hari kehari khasiat batu itu (ditambah dengan beragam cerita mistis .. serta sedikit bumbu tinjauan medis), propaganda dan booklet “Ponari si Dukun Cilik dari Jombang”, jadilah kehebohan Ponari “si dukun Cilik” Go – Nasional. Tayangan-tayangan ditelevisi, ulasan surat kabar dan radio.. tidak lupa content provider ketik spasi kirim ke 2777, sms yang kamu dapat langsung bisa dicelup .. (kalau yang ini fantasi penulis aja … he he … ) mengulas fenomena ini dari berbagai sudut, menghadirkan berbagai narasumber dan beragam kajian (kajian mistis, kajian ilmiah, kajian sosial, kajian medik … kajian religi, intinya kajian …).
Setiap hari dari pagi hingga malam menjelang, dalam forum resmi, parodi, dan liputan berita mengulas tentang ponari. Korban berjatuhan, jumlah pasien yang berjubel serta kapasitas tempat yang kurang memadai, serta minimnya hiburan music rock (dramatisir suasana ..), membuat mereka terpaksa minum keringat sendiri , tercatat empat orang berakhir hidupnya dilautan antrian (kecapekan, kepayahan, jantungan, kehausan, tapi yang jelas bukan karena keselek batu ..). Tindakan segera diambil , diputuskan Ponari diharuskan ambil ”cuti” alias libur sementara waktu dengan alasan sakit dan harus menceleup batu untuk kesembuhan dirinya sendiri, panitia berkonsolidasi dengan berbagai pihak, mengambil inisiatif dan berbagai kemungkinan, sementara itu warga yang mengantri tak surut semangat, mereka menginap, mengais asa, melakukan tindakan dan rencana M, yaitu Minum air selokan, Mengambil air disekitar rumah Ponari, Menggali Sumur dan lain lain usaha, yang ada dipikiran mereka cuma satu hal; mungkin air ini sudah keserempet dan terkontaminasi batu Ponari, ck ck ck ck ck… (suara cecak).
Pihak kepolisian, Komnas anak, Pemerintah daerah semuanya memberi masukan, hak-hak Ponari sebagai anak menguap entah kemana, boro-boro sekolah .. bermain aja sulit, padahal dengan pengasilan yang dia punya (konon beromzet 1 miliar lebih : itungan ilustrasi bisnisnya kurang lebih sebagai berikut : rata-rata Rp. 5000x 10.000 pengunjung x 30 hari : Rp. 1.500.000.000,-), Ponari bisa beli sekolahan sendiri, atau mencoba homeschooling dengan menghadirkan guru terbang, .. terus dia bisa beli toko mainan, satu truk buku bacaan, sayang seribu sayang takdirnya adalah menjadi dukun cilik, karena ternyata cutinya cuman sebentar … dan demi memenuhi permintaan pasien (baca:penggemar), dukun cilik harus “open House” lagi, kali ini dengan manajemen yang lebih baik, sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku (emang ad undang-undang perdukunan?), plus papan reklame medis : Dukun Cilik “PONARI” Buka Praktek Tiap hari : Usai Sekolah, Hari Besar dan Hari Libur : Bisa Buka Bisa Nggak, Budayakan Antri. Oh ya .. tapi ada berita baiknya ponari udah sekolah lagi dengan seragam baru, motor baru (hasil jerih payah keringat sendiri dan “batu saktinya”), berangkat sekolah dengan pengawalan profesional warga kampungnya, punya mainan baru yang nggak kalah sakti yaitu “ Handphone” (bisa komunikasi dengan siapapun didalam dan luar negeri) …. Halo Mister … Hello Who is this? … (Oalah Ponari .. Ponari .. ), dan ia sekarang malas bermain gambar wayang, gangsing dan yoyo (ini jenis permainan apa pemerintahan ya?).
Sempet kepikiran, gimana kalau batu itu dicelup didalam sungai Ciliwung, kali Bengawan solo , didaerah banjir, waduk dan penampungan PDAM …. Pasti orang-orang gak butuh antri ?, trus gimana kalau batu itu diproduksi menjadi minuman isotonic “PONARI SWEAT” atau teh celup Rasa “ PONARI Wangi”, “Fresh Ponari”, “Ponari Orange : MInuman Segar dengan BUtiran Krikil Asli”, minuman berenergi “Extra Ponari” dan “Kuku Ponari” ?, seandainya saja orang-orang berpikir kalau Ponari itu tetap anak kecil, yang mungkin saja khilaf, sebelum pegang batu itu, dia sempat ngupil atau menggaruk pantatnya .. (apa iya tetap mau minum celupan batunya), atau justru disitu khasiatnya makin berasa?
Hari ini kehebohan itu belum berakhir, muncul Ponari-Ponari lain dalam berbagai umur, apa saja yang berhubungan dengan petir, batu, air dan Ponari pasti Laku dan diburu. Sisi positifnya kali ini Jombang kembali punya potensi wisata : Wisata Celup, apa saja yang bisa dicelup dan bertuah pasti laku. Sisi baiknya ini benar-benar menjadi potensi daerah, bayangkan peningkatan pendapatan daerah sebagai dampak fenomena celup ini (Parkir, Ekonomi Rakyat, Warung Makan, Jasa Pemandu, Penginapan, Retribusi dan lain-lain) …. Mantap … yah apapun inilah negeri penuh fenomena …… Merdeka !!