Aug 10th, 2010 by burhanshadiq
Ada gelombang deras yang meminta (dengan agak memaksa) orang untuk tidak mengklaim paling benar. Alasannya kalau seseorang mengklaim dirinya benar, maka dia akan memaksakaan klaim itu kepada orang lain. Tapi kalau dipikir dengan tenang, memintai orang lain tidak mengklaim benar itu juga sebuah klaim. Bingung tidak? Semoga saja tidak bingung.
Sekarang kalau setiap orang tidak boleh mengklaim dirinya benar, lalu bagaiman dia bisa dia berkeyakinan. Pasti dia akan menjadi plin plan karena tidak yakin dengan gagasan dan pendirian dia sendiri. Dia akan mudah goyah dan kesannya mencla mencle.
Mudahnya begini, kita yakin Allah itu ada. Terus orang meminta kita jangan mengklaim benar bahwa Allah itu ada. Kenapa? Agar orang-orang yang memiliki keyakinan Allah tidak ada tidak tersinggung. Lhah, pertanyaan, orang-orang yang punya keyakinan Allah tidak ada itu mengklaim benar nggak? Atau dia malah plin plan ngerasa bahwa Allah kadang ada dan Allah kadang tidak ada?
Setiap gagasan pendirian dan keyakinan harus teguh. Karena dengan keyakinan itulah nantinya akan menjado parameter kebenaran dan kesalahan. Ada otoritas, ada wewenang yang membenarkan dan menyalahkan. Sehingga menurut saya, sah sah saja orang punya keyakinan dan dia pegang teguh keyakinan itu.
Jadi tetaplah menjadi muslim yang haqqan. I am moslem no matter what they say. Jalani, pegang dengan erat dan bahkan gigit dengan geraham kita ajaran, perintah dan sunah Nabi dan Allah ta’ala. Karena ini bagian dari klaim yang ingin kita tunjukkan. Bahwa apa yang kita yakini adalah kebenaran. Dengan keyakinan itulah kita akan menjalani dunia dan segala cobaan yang ada. Dengan keyakinan inilah kita akan berjuang, menegakkan apa yang diyakini sebagai sebentuk komitmen yang memang menjadi sebuah tuntutan. Tidak ada paksaan, tidak ada pemerkosaan hak, hanya menyampaikan. Diterima Alhamdulillah, tidak diterima ya sudahlah. Tetapi jangan paksa kami menjadi plinplan dengan tidak boleh mengklaim sebuah kebenaran yang sudah kami yakini. Sebagaimana klaim kebenaran Anda yang meyakini bahwa keyakinan kami adalah sebuah kesalahan.
Posted in Artikel Santai | No Comments »
Aug 8th, 2010 by burhanshadiq
Kebahagiaan itu susah dicari. Tidak berlebihan bila kita mengatakannya seperti itu. Karena seringkali kita sudah mencari kebahagiaan tetapi ternyata kebahagiaan itu tidak juga bisa kita temui. Maka bila hari ini kita bahagia, syukurilah nikmat itu dengan selalu memuji namaNya.
Tetapi ada pula orang orang yang mendefinisikan bahagia saja tidak bisa. Mereka sama sekali tidak tahu bahagia itu seperti apa. Apakah bahagia itu kotak bunder atau bentuknya seperti apa, mereka tidak mengetahuinya. Semoga kita bukan menjadi bagian dari orang yang tidak paham arti bahagia.
Ada yang berpendapat bahagia adalah sebuah penerimaan atas apa yang sudah dimiliki. Tidak kuatir tentang apa yang akan terjadi, dan selalu menerima apa yang sudah dimiliki. Seringkali manusia merasa khawatir, takut dan bingung dengan prediksi-prediksi hidup yang sama sekali belum terjadi. Dia sibuk memikirkan itu dan sibuk untuk meratapi prediksi-prediksi itu. Hingga akhirnya dia merasa tidak menemukan solusi dan memilih sedih menerima kenyataan. Padahal kalau dia memilih untuk menerima kenyataan dan berstrategi dengan kenyataan itu, maka dia bisa berbahagia.
Sekarang lihatlah diri Anda. Apa yang sudah Anda miliki. Apa dengan apa yang anda miliki itu ada merasa rela dan bahagia? Atau malah Anda berpikir untuk merasa sedih dengan keinginan yang tiada batas itu? Waallahu’alam.
Posted in Artikel Santai | No Comments »
Aug 5th, 2010 by burhanshadiq


FREEDOM PALESTINE
Katun Kombed Bandung 20S
Harga Rp. 65.000;

THE LAND OF SYUHADA
Katun Kombed Bandung 20S
Harga Rp. 65.000;

ISLAMIC FIGHTER
Katun Kombed Bandung 20S
Harga Rp. 65.000;

ISLAMIC MILITARY VEHICLE
Katun Kombed Bandung 20S
Harga Rp. 65.000;
ORDER/BUY:
GIBRALTAR
Panjangrejo 03/20 Palur Sukoharjo. PHONE : 08121537768.
Posted in GIBRALTAR PROJECTS | 1 Comment »
Aug 5th, 2010 by burhanshadiq

Kita tidak pernah tahu nasib kita ke depan. Tapi setidaknya kita bisa berharap akan hati yang selalu ikhlas, menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan. Setidaknya pula kita bisa berhadap pada amal-amal shalih yang kita kerjakan selama hidup di dunia. Tapi, sudahkah kita berani menghitung amal shalih yang kita kerjakan?
Dalam hitungan 24 jam, mungkin saja tidak banyak amal shalih yang kita kerjakan. Shalat lima waktu, bersedekah, membantu saudara muslim lainnya, berinfak, membersihkan masjid, tersenyum kepada orang lain, berdzikir, membaca quran, paling tidak menjadi pilihan dan kwajiban amal yang kita jalani setiap hari. Itu saja kadang sangat jarang kita lakukan. Perasaan merasa cukup, merasa bahwa pahalanya sudah banyak, dan tidak ingin bersegera membekali diri dengan amal islami.
Belum lagi bila malas menyapa kita. Kemauan padam, yang ada hanya nafsu yang ingin selalu dituruti. Beramal shalih terasa sangat berat. Sementara beramal buruk terasa sangat ringan. Kemanakah kita akan mencari motivasi manakala hati berada dalam kondisi seperti ini. Dimanakah nyala semangat-semangat itu? Apakah kita akan menemukannya di masjid-masjid kaum muslimin, atau dari lisan lisan sahabat-sahabat kita?
Di sinilah perlunya kita menciptakan imunitas pada diri kita. Segera melakukan SELF HEALING manakala diri ini terantuk rasa malas yang luar biasa. Menjenguk orang sakit dan belajar dari sakit mereka. Karena sehatnya badan akan membuat kita sangat mungkin melakukan amal kebaikan. Mengunjungi orang shalih, masjid yang penuh dengan jamaah akan memompa semangat kita kembali. Dan kalau itu semua tidak juga efektif kepada kita, maka cobalah membuat liang lahat di belakang rumah, masuklah ke sana dan nasihatilah diri ini. “Kalau sudah di dalam sini, kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.” Wallahua’lam bishawab.
Posted in Artikel Santai | No Comments »