Kunjungan Obama, dan Mudahnya Kita Lupa Siapa Amerika
Mar 3rd, 2010 by burhanshadiq

Bulan ini Presiden AS, Barack Husein Obama dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia. Dia akan berkunjung ke Indonesia pada 20-22 Maret 2010. Selain di Jakarta, Obama juga berencana akan berkunjung ke Yogyakarta.
Bagi Obama, Indonesia dianggap sebagai sebuah negara yang memiliki peran penting. Obama menyebutkan Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan negara Muslim terbesar di dunia.
Para pengamat menyebutkan bahwa kunjungan ini nantinya akan meningkatkan citra Indonesia karena dianggap partner AS. Sinyalemen bahwa Indonesia adalah partner AS juga ditunjukkan dengan kunjungan sebelumnya. Kita tahu bahwa sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton juga memulai lawatan kerjanya dengan mengunjungi Indonesia.
Masalahnya kemudian, apakah citra ini justru menjadi positif ataukah negatif bagi kita selaku umat Islam?
Selama ini masyarakat Islam tertipu dengan menganggap Obama sebagai presiden AS yang paling bisa diharapkan Mungkin karena namanya ada kata Husein-nya, atau karena dia pernah tinggal di Indonesia dengan keluarga yang mayoritas muslim. Ayah kandung Obama yang bernama Barack Hussein Obama adalah seorang Afrika berkewargnegaraan Kenya, sedangkan ayah kandung Maya adalah Lolo Soetoro, pria Jawa Timur tulen. Baik ayah kandung maupun ayah tiri Obama menganut keyakinan Islam. Obama dan Maya beribu sama, seorang perempuan kulit putih bernama Stanley Ann Dunham.
Tetapi ternyata sikap yang ditunjukkan Obama selama ini juga tidak berubah, sama saja dengan sikap pendahulunya. Obama, dalam pidatonya, mengatakan bahwa AS sama sekali tidak sedang berperang terhadap dunia Islam. Tapi pernyataannya ini sama sekali bertentangan dengan segala fakta yang telah terjadi selama ini.
Dr. Ayman al-Zawarihi, seorang ulama internasional, mengatakan, karena pidato dan kunjungan itu, dunia Islam, terutama negara-negara Arab seperti melupakan “dosa-dosa” AS terhadap dunia Islam selama ini. “Apakah kita sudah melupakan siapa Amerika?”
Pertanyaan Dr. Ayman nampaknya perlu untuk kita cermati lebih lanjut. Dosa Amerika terhadap umat islam yang sudah sangat banyak ini ternyata sangat mudah terlupakan hanya oleh sebuah kunjungan kenegaraan.
Syeikh Nasir bin Hamad alFahd dari penjara mengatakan bahwa kejahatan Amerika terpampang dari Kabul sampai Mogadishu. Ia memaparkan beberapa “dosa” Amerika sebagai berikut:
1. Lebih dari satu juta anak-anak menjadi korban bom AS di Iraq. AS juga sudah memberlakukan embargo tanpa alasan yang jelas kepada Iraq selama lebih dari 10 tahun.
2. Ribuan bayi Iraq yang baru lahir mengalami kebutaan karena kekurangan hormon insulin.
3. Lebih dari setengah juta orang berharap bisa mengakhiri hidup mereka secepatnya karena sudah terkena racun radioaktif. Ini berkaitan dengan penggunaan uranium oleh militer AS.
4. Senjata AS sudah membunuh ribuan rakyat Palestina mulai segala tingkatan, perempuan dan anak-anak.
5. Ribuan pengungsi di Lebanon dan Palestina dibantai oleh Israel dengan dukungan dari Amerika.
6. Antara tahun 1412-1414 H, militer AS telah membantai ribuan warga sipil Somalia selama mereka melakukan invasi di negara itu.
7. Tahun 1419 H, Amerika meluncurkan misil yang menyerang Sudan dan Afghanistan, di mana mereka menghancurkan sebuah perusahaan obat-obatan dan membunuh tak kurang dari 200 orang.
8. Israel, dengan dukungan penuh dari Amerika, telah membunuh lebih dari 17.000 rakyat sipil Lebanon selatan.
9. Embargo Amerika terhadap Afghanistan telah menyebabkan 15.000 anak-anak Afghan meninggal. Belum lagi yang telah dilakukan oleh AS di Chechnya, Bosnia, Macedonia, Kosovo, Kashmir, Filifina, dan Negara-negara Muslim lainnya.
Mungkin masih banyak fakta yang perlu diungkapkan. Tapi sedikit fakta ini nampaknya sudah cukup memberi bukti bahwa Amerika memiliki urusan yang sangat serius terhadap umat Islam. Lalu citra apakah yang ingin kita dapatkan dari kunjungan Obama selain menjadi partner negara yang hobi perang ini?
Dalam buku Loch K. Johnson berjudul Seven Sins of American Foreign Policy (Pearson Longman, 2007) disebutkan Amerika memiliki banyak cacat dalam politik luar negerinya. Apa saja tujuh dosa tersebut?
1. Tidak peduli dengan sekitar (ignorance)
2. Dominasi eksekuitf (executive branch dominance)
3. Terlalu mengedepankan pendekatan militer (excessive emphasis on the military)
4. Unilateralisme (unilateralism)
5. Mengucilkan diri (isolationism)
6. Minim empati (lack of empathy)
7. Sombong (arrogance).
Kemudian di dalam buku itu profesor di University of Georgia dan editor senior jurnal Intelligence and National Security menawarkan beberapa strategi baru yang nampaknya diterapkan oleh pemerintah Amerika saat ini.
1. Ketidakpedulian dapat dikurangi dengan sharing informasi antara eksekutif dan legislatif. Pengetahuan seluruh kalangan – masyarakat awam sampai dengan pekabat tinggi – tentang negara lain juga perlu ditingkatkan.
2. Kerjasama antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan kebijakan luar negeri.
3. Kepercayaan terhadap informasi dari lembaga intelijen dan diplomat ditingkatkan, sehingga dapat dirumuskan solusi selain tindakan militer.
4. Bekerjasama dengan negara lain dengan semangat tanggung jawab bersama.
5. Kerjasama dengan PBB dan organisasi internasional lainnya ditingkatkan.
6. Peduli dengan situasi dan kondisi yang dihadapi negara-negara miskin dan berkembang, serta berupaya menipiskan kesenjangan antara mereka dan negara maju.
7. Belajar bersikap rendah hati di hadapan negara lain.
Nah, nampaknya tidak ada citra yang bisa kita bangun dengan kunjungan Obama ini selain menguatkan bahwa Indonesia adalah sekutu AS. Meski Indonesia belum mengirimkan pasukannya ke daerah konflik di Afghan maupun Irak. Tapi kunjungan ini cukup menjadi bukti adanya hubungan yang sangat baik antara Indonesia dan AS. Tentu saja ini merupakan citra buruk bagi umat Islam Indonesia. Karena Amerika, dengan fakta yang sudah dipaparkan tadi, tidak cukup mampu menunjukkan sikap ramah terhadap muslim di Afghanistan dan Irak. Lalu layakkah kita menyambut dia dengan gegap gempita?










