11863_1124047116119_1675368798_245558_2223939_n
Bulan ini Presiden AS, Barack Husein Obama dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia. Dia akan berkunjung ke Indonesia pada 20-22 Maret 2010. Selain di Jakarta, Obama juga berencana akan berkunjung ke Yogyakarta.

Bagi Obama, Indonesia dianggap sebagai sebuah negara yang memiliki peran penting. Obama menyebutkan Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan negara Muslim terbesar di dunia.

Para pengamat menyebutkan bahwa kunjungan ini nantinya akan meningkatkan citra Indonesia karena dianggap partner AS. Sinyalemen bahwa Indonesia adalah partner AS juga ditunjukkan dengan kunjungan sebelumnya. Kita tahu bahwa sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton juga memulai lawatan kerjanya dengan mengunjungi Indonesia.

Masalahnya kemudian, apakah citra ini justru menjadi positif ataukah negatif bagi kita selaku umat Islam?

Selama ini masyarakat Islam tertipu dengan menganggap Obama sebagai presiden AS yang paling bisa diharapkan Mungkin karena namanya ada kata Husein-nya, atau karena dia pernah tinggal di Indonesia dengan keluarga yang mayoritas muslim. Ayah kandung Obama yang bernama Barack Hussein Obama adalah seorang Afrika berkewargnegaraan Kenya, sedangkan ayah kandung Maya adalah Lolo Soetoro, pria Jawa Timur tulen. Baik ayah kandung maupun ayah tiri Obama menganut keyakinan Islam. Obama dan Maya beribu sama, seorang perempuan kulit putih bernama Stanley Ann Dunham.

Tetapi ternyata sikap yang ditunjukkan Obama selama ini juga tidak berubah, sama saja dengan sikap pendahulunya. Obama, dalam pidatonya, mengatakan bahwa AS sama sekali tidak sedang berperang terhadap dunia Islam. Tapi pernyataannya ini sama sekali bertentangan dengan segala fakta yang telah terjadi selama ini.

Dr. Ayman al-Zawarihi, seorang ulama internasional, mengatakan, karena pidato dan kunjungan itu, dunia Islam, terutama negara-negara Arab seperti melupakan “dosa-dosa” AS terhadap dunia Islam selama ini. “Apakah kita sudah melupakan siapa Amerika?”

Pertanyaan Dr. Ayman nampaknya perlu untuk kita cermati lebih lanjut. Dosa Amerika terhadap umat islam yang sudah sangat banyak ini ternyata sangat mudah terlupakan hanya oleh sebuah kunjungan kenegaraan.

Syeikh Nasir bin Hamad alFahd dari penjara mengatakan bahwa kejahatan Amerika terpampang dari Kabul sampai Mogadishu. Ia memaparkan beberapa “dosa” Amerika sebagai berikut:

1. Lebih dari satu juta anak-anak menjadi korban bom AS di Iraq. AS juga sudah memberlakukan embargo tanpa alasan yang jelas kepada Iraq selama lebih dari 10 tahun.

2. Ribuan bayi Iraq yang baru lahir mengalami kebutaan karena kekurangan hormon insulin.

3. Lebih dari setengah juta orang berharap bisa mengakhiri hidup mereka secepatnya karena sudah terkena racun radioaktif. Ini berkaitan dengan penggunaan uranium oleh militer AS.

4. Senjata AS sudah membunuh ribuan rakyat Palestina mulai segala tingkatan, perempuan dan anak-anak.

5. Ribuan pengungsi di Lebanon dan Palestina dibantai oleh Israel dengan dukungan dari Amerika.

6. Antara tahun 1412-1414 H, militer AS telah membantai ribuan warga sipil Somalia selama mereka melakukan invasi di negara itu.

7. Tahun 1419 H, Amerika meluncurkan misil yang menyerang Sudan dan Afghanistan, di mana mereka menghancurkan sebuah perusahaan obat-obatan dan membunuh tak kurang dari 200 orang.

8. Israel, dengan dukungan penuh dari Amerika, telah membunuh lebih dari 17.000 rakyat sipil Lebanon selatan.

9. Embargo Amerika terhadap Afghanistan telah menyebabkan 15.000 anak-anak Afghan meninggal. Belum lagi yang telah dilakukan oleh AS di Chechnya, Bosnia, Macedonia, Kosovo, Kashmir, Filifina, dan Negara-negara Muslim lainnya.

Mungkin masih banyak fakta yang perlu diungkapkan. Tapi sedikit fakta ini nampaknya sudah cukup memberi bukti bahwa Amerika memiliki urusan yang sangat serius terhadap umat Islam. Lalu citra apakah yang ingin kita dapatkan dari kunjungan Obama selain menjadi partner negara yang hobi perang ini?
Dalam buku Loch K. Johnson berjudul Seven Sins of American Foreign Policy (Pearson Longman, 2007) disebutkan Amerika memiliki banyak cacat dalam politik luar negerinya. Apa saja tujuh dosa tersebut?

1. Tidak peduli dengan sekitar (ignorance)
2. Dominasi eksekuitf (executive branch dominance)
3. Terlalu mengedepankan pendekatan militer (excessive emphasis on the military)
4. Unilateralisme (unilateralism)
5. Mengucilkan diri (isolationism)
6. Minim empati (lack of empathy)
7. Sombong (arrogance).

Kemudian di dalam buku itu profesor di University of Georgia dan editor senior jurnal Intelligence and National Security menawarkan beberapa strategi baru yang nampaknya diterapkan oleh pemerintah Amerika saat ini.

1. Ketidakpedulian dapat dikurangi dengan sharing informasi antara eksekutif dan legislatif. Pengetahuan seluruh kalangan – masyarakat awam sampai dengan pekabat tinggi – tentang negara lain juga perlu ditingkatkan.
2. Kerjasama antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan kebijakan luar negeri.
3. Kepercayaan terhadap informasi dari lembaga intelijen dan diplomat ditingkatkan, sehingga dapat dirumuskan solusi selain tindakan militer.
4. Bekerjasama dengan negara lain dengan semangat tanggung jawab bersama.
5. Kerjasama dengan PBB dan organisasi internasional lainnya ditingkatkan.
6. Peduli dengan situasi dan kondisi yang dihadapi negara-negara miskin dan berkembang, serta berupaya menipiskan kesenjangan antara mereka dan negara maju.
7. Belajar bersikap rendah hati di hadapan negara lain.

Nah, nampaknya tidak ada citra yang bisa kita bangun dengan kunjungan Obama ini selain menguatkan bahwa Indonesia adalah sekutu AS. Meski Indonesia belum mengirimkan pasukannya ke daerah konflik di Afghan maupun Irak. Tapi kunjungan ini cukup menjadi bukti adanya hubungan yang sangat baik antara Indonesia dan AS. Tentu saja ini merupakan citra buruk bagi umat Islam Indonesia. Karena Amerika, dengan fakta yang sudah dipaparkan tadi, tidak cukup mampu menunjukkan sikap ramah terhadap muslim di Afghanistan dan Irak. Lalu layakkah kita menyambut dia dengan gegap gempita?

grass-746319

Hari ini masyarakat disibukkan dengan banyaknya anak usia ABG yang hilang karena facebook. Menurut saya, mereka tidak hilang, tetapi memang sengaja menghilang. Dari beberapa keterangan yang saya baca di media massa, mereka biasanya lari bersama kenalannya dan pergi ke tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi. Parahnya lagi, gadis-gadis ini ada yang berani memberikan kegadisannya kepada teman barunya itu.

Fenomena ini tentu saja merupakan fenomena baru bagi para orang tua. Adanya facebook menembus batas-batas nyata yang ada di masyarakat kita. Untuk bertemu dan berkomunikasi antar dua insan, tak perlu lagi dengan mengetuk jendela rumah dan meminta dibukakan. Sekarang cukup dengan SMS, Chatting, Facebookan, semua bisa dilakukan.

Para remaja menjadi lebih agresif dari biasanya. Mereka menjadi lebih berani berbuat, dengan segudang rasa penasaran yang ada pada diri mereka. Mereka menjadi generasi-generasi yang secara psikologis dan psikis belum matang, tetapi memiliki keinginan-keinginan libido seksual yang besar.

Ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan:

1. Dampingi remaja di masa pertumbungannya.

Mereka akan banyak bertanya dan banyak merasa. Mereka juga akan selalu mencoba untuk melakukan hal hal yang menantang. Maka dampingi mereka dengan pola pendampingan yang ramah tetapi tetap terkontrol.

2. Segera dekati mereka bila menunjukkan gelagat yang aneh

Gelagat yang aneh misalnya dia suka menyendiri di kamar, jarang bersosialisasi dengan ibu bapak, suka merenung dan pendiem sekali. Atau bahkan mulai punya kebiasaan pulang malam dengan alasan yang tidak jelas.

3. Bila di rumah ada koneksi internet, upayakan akses itu di tempat publik.

Misalnya di ruang tamu, atau di tampat dimana keluarga bisa berkumpul. Sebab di kamar kia sebagai orang tua todak mengetahui apa apa tentang aktivitas anak anak kita.

4. Sabar dan shalat

Ini yang tidak boleh dilupakan, shabarlah dalam mendidik mereka, dan gunakanlah shalat sebagai amalan yang bisa mendatangkan keberkahan hidup kita.

5. Serahkan pada Allah

Tugas kita memang hanya sebatas mendidik, sedangkan wilayah wilayah yang sangat privasi bagi dia memang tidak bisa kita akses. Beri kepercayaan kepada dia dan tetaplah berdoa.

Semoga Allah menjaga anak anak kita dan menggolongkan kita sebagai orang tua yang baik.

(Burhan Sodiq bisa dihubungi di 08121537768)

Semoga Tak Terulang

Hari yang aneh, mungkin yang paling pas sebagai gambaran apa yang saya alami sabtu dan ahad lalu. Awalnya saya dihubungi panitia tuk ngisi sebuah kajian di Surabaya. Tapi saya tidak bisa bulan itu. Maka saya inget betul, panitia minta jadwal bulan berikutnya. Dan saya mengiyakan. Tetapi pas mendekati hari H, tidak ada kontak dari panitia sedikitpun. Saya khusnudzon, saya pikir lupa atau apa. Sayangnya saya pun tidak ingin menghubungi mereka untuk konfirmasi ulang. Saya pun memutuskan berangkat ke SBY barengan istri dan anak anak.

Sampai di Sby, saya di SMS panitia. Ternyata ada miscom, saya tidak dijadwalkan mengisi hari itu. Mereka menggagalkan dan sudah menjadwal pembicara lain. Padahal saya sudah sampai di Sby dan tidak ada konfirmasi pengagalan sebelumnya. Pffhh…tidak apa apa insya Allah. Karena saya malah bisa berlama-lama silaturahmi dengan keluarga.

Dari kejadian ini saya mengambil banyak pelajaran:

1. Panitian sebaiknya serius dengan melampirkan surat permohonan pembicara baik via faks maupun email. Jangan biasakan menghubungi pembicara atau siapapun hanya melalui SMS.

2. Saya pun kudu legawa menghubungi kalau misalnya dari panitia tak ada kabar berita. Biar tidak kecele, sampe lokasi ternyata ga jadi.

3. Komunikasi itu super penting dalam penyelenggaraan event.

Nah, ini sekedar berbagi pengalaman saja, semoga tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

1024 - eyes

Ada hal menarik kemarin saat harus menjalani test TOEFL di UMS. Seumur-umur mungkin baru kali ini saya dapet perlakuan kayak gini (ih gaya banget!). Saat itu saya kudu bayar administrasi tes tersebut di sebuah Bank yang ditunjuk. Kalian pasti tahu lah namanya banknya apa. So saya ga perlu kan nyebutin di sini. Nanti saya bisa ditegor sama pemilik Banknya. Ceritanya saya kudu mengaktifkan pembayaran SPP kemarin di sebuah loket yang sudah disediakan. Karena dompet saya tertinggal dan harus saya ambil di gerbang, maka saya amanahkan tugas itu kepada dua teman saya, Mas Susi dan Mas Muslih.

Sejurus kemudian, mereka sudah selesai menunaikan tugasnya. Tak berapa lama, kami menghampiri loket yang satu lagi. Antreannya banyak juga nampaknya. Para mahasiswa dan mahasiswi yang pakaiannya ngepres-ngepres itu. (Wah tahu ngepres juga ya?) Saya pun ngikut dibelakang Bro Muslih yang gedenya minta ampun itu. Tanpa banyak omong, urusan dia beres. Sekarang giliran saya, pas saya maju menyodorkan kwitansi. Tuh embak petugas wajahnya sangar minta ampun. Hampir mirip kayak ibu-ibu kalau pas duit belanjanya abis! Wah, mana dia ga pake jilbab lagi. Ampunnn…Pelayanan dia parah banget, kayak ga pernah ditraining saja. Dia ngomong apa ga jelas, intinya saya disuruh balik ke loket yg satunya tadi. Saya tanya sampe tiga kali malah dia melotot..tooooot. Wajahnya ga ada cantik-cantiknya hehehe.

Saya jadi mikir, kenapa sih kudu pake melotot? Saya nanya ke Bro Muslih, dia jawab enteng. “Soalnya muka kamu ada tampang teroris bos?” Ah masak sih…(Sambil ngaca dikit) Kenapa dia ga milih senyum dan berkata lebih jelas. Dia ga perlu melotot jelek gitu kan? Orang dia kan emang diminta jadi petugas di situ. Kalau misalnya dia laper ya makan saja. Jangan marah-marah sama customernya. Saya kan mahasiswa di situ, kok digituin sih. (kok malah ngedumel sendiri…)

Kawans, dari kisah saya ini nampaknya kita dapat satu ilmu. Bahwa manusia itu adalah makhluk yang punya daya rekam luar biasa. Kesan apa yang ingin kita munculkan kepada manusia lain, itu yang akan menjadi kunci citra diri kita ke depan. Kalau diuji sama customer gendut kayak saya saja dia manyun bin melotot, gimana kalo nanti ACnya mati, seragamnya sobek kena paku, atau kursinya rusak, atau komputrnya kena virus. Apakah dia bakalan berbuat lebih jahat dari melototin saya? Saya sebenarnya pengen tahu siapa nama Mbak itu. Bukannya mo kenalan, cuman pengen tahu saja. Siapa tahu ada yang kenal trus bilang sama dia betapa kecewanya saya dipelototin? Senyum itu ternyata sangat berkesan. Maka senyumlah untukku kawan!

Kaos Gazzagazza2gazza3gazza4

Saya kenal dengan seorang kawan, temen SD dulu. Sekarang dia menggeluti bisnis clothing. Kemudian kita ngobrol panjang dan akhirnya saya juga ikutan tertarik pengen bikin kaos. Ketemulah ide bikin kaos islami. Saya pesen desain sama dia dengan tittle: INDONESIAN MUSLIM YOUTH. Sebuah kalimat sederhana yang akan menggambarkan keunikan muslim indonesia. Kita adalah bagian dari umat islam dunia, tentu saja dengan tidak melepas keindonesiaan kita. Lahir kita di sini, bahasa kita juga bahasa sini, mileu dakwah kita pun di sini. So be proud being muslim Indonesia.

Bagi temen temen yang pengen mendapatkan kaos ini, silakan hubungi saya saja di nomer 0812 1537768. Atau langsung email ke burhanshadiq@yahoo.com. Saya tunggu respon kalian ya.

« Newer Posts - Older Posts »