Beda Salaf dengan Salafy
Hari ini tadi saya membuka pagi dengan nongkrong di kursi plastik. Barengan sama anak desain, redaksi dan seorang asisten setia saya. Obrolannya lucu-lucu saja, tentang bagaimana persiapan naskah bulan depan. Alhamdulillah, ternyata naskah buku on the way, semuanya lancar seperti proses yang tengah dirancang. Saya senyum sepanjang pertemuan.

Topik beralih. Kali ini tentang promo menyambut buku luar biasa “BEDA SALAF dengan SALAFY”. Buku ini dari judulnya saja sudah bikin orang penasaran. Nah, sekarang mikirnya adalah bagaimana ngerubah orang yang cuman sekedar penasaran tadi, menjadi kepengen beli, trus akhirnya beli!

Lha kalau yang beli cuma satu tidak begitu berpengaruh. Tapi kalau satu, dua dan semuanya bawa temen masing-masing 10 ribu orang, tentunya bisa cetak lagi dan lagi. Oleh karena itu, perlu dipromokan. Perlu dikampanyekan, diiklankan dan disebarkan kepada banyak orang. Nah, akhir bulan ini mau ada event SOLO ISLAMIC BOOK FAIR. Siapa tahu, Allah punya rencana bikin buku itu laris manis dan memeriahkan suasana!

23 Responses to “Mengkampanyekan Buku Beda Salaf dengan Salafy”

  1. iwan permana says:

    sebaiknya antum baca dulu bantahannya di majalah al furqon maka antum akan tahu kacaunya isi buku ini

  2. fani rosani says:

    jadi,,,
    buku ini kacau?
    Allohu Akbar, bahkan saya sudah belikan ke seorang saudara..

  3. betul says:

    ya buku ini sangat kacau
    Allah musta’an

  4. Hanif says:

    Assalamu’alaikum
    Masya Allah. Buku tersebut telah dijawab oleh Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah Al-Atsari dalam bukunya yang berjudul Beda Salafi dengan Hizbi; Memang Beda, Kenapa Sama?
    Masya Allah, bagusnya buku jawaban tersebut.
    http://toobagus.com/buku/beda-salafi-dengan-hizbi-edisi-revisi/

  5. andy says:

    hui ha ha ha haaaaaa,,,,,,EMANG BEDA SALAF SAMA SALAFI
    siapa yang bilang sama?? so what ? gak ada yang istimewa di buku ini cuma analisis yang tidak di imbangi dengan kapasitas ilmu yang mumpuni..

  6. anung says:

    buku bagus membawa pamahaman ku jadi lebih fres bagaimana nyalaf yang sebernanya

  7. abu usamah says:

    saya setuju denga ust burhan! memang kedok salafi yang sekarang ini mulai terbuka harus kita buka panjang lebar.saya dah baca majlah al furqon dan bantahanya sangat basi..seperti anak TK bisanya hanya menhujat…saya dah tahu isi buku beda salfi dan hisbi tapi buku ini terasa banget kalau buku ini di tulis dangan semangat dendam dan iri seakan akan takut kalo boroknya terkuak sehingga baunya merebak kemana mana…..al furqon dan as syriah aja gak akur..ust zainal abidin dan ust abdurahman juga gak akur….ust as sewed dan ust faiz…hayo…..padahal sama sama ngaku slafi tapi gak akur.kenapa coba?karena…mereka oyok oyokan pingin jadi yang pling salafi….maka baca tulisan ust burhan yang masalah amal…
    ust burhan…maju terus…omong omong ust dah pernah di cap jadi kwrid lom?he…biarin aje…dasar anak anak..gak punya kejaann

  8. mifta khoir says:

    buku yg bagus untuk di baca oleh orng2 yg menyebut diri mereka SALAFY tp jauh dari aklaq SALAF

  9. irvan says:

    beda salaf dengan salafy,,,
    sebaiknya baca dulu bukunya, saya sudah membacanya can buku ini sangat penting, mengenal salafy yg sebenarnya, sebaiknya seorang muslim membaca buku ini biar tau tenrang islam yang benar

  10. ayub says:

    udah…enakan baca buku tips trik bisnis online ajah kerja tambah semangat, dari pada baca buku2 yang menimbulkan ketegangan yg pada akhir saling caci maki sesama muslim. ingat…! hanya Alloh SWT yang tahu siapa yang mulia di antara kita. Nau’udzu billah Mindzalik saya gak bakal ingin terlibat dgn kelompok Islam manapun yang menanamkan permusuhan dan kebencian sesama Muslim.

  11. alhikmah says:

    Bismillah. Kalau ada saudara kita yg menisbahkan diri menjadi salafy, maka tdk usah dipertanyakan sejati atau bukan dan janganlah dipersalahkan sebagaimana kita menisbahkan diri kita seorang muslim, karena yg dinamakan mengikuti jalan/manhaj salaf tentu pengamalannya penuh perjuangan dan rintangan, dan semua dari kita tentu ingin mengikuti jalan yg lurus itu. Untuk itu setiap manusia tentu berbeda dlm kadar keimanan mereka, barang siapa yg mencocoki dgn kitabulloh wassunnah dgn pemahaman dan pengamalan sebagaimana para salafussholih maka dialah yg telah mewujudkan dirinya sebagai seorang salafy. Jadi disini bukan masalah akur dan tdk akur, bukan masalah2 yg sering kita dengar yg jadi pokok persoalan. TAPI ingatlah:

    IKUTILAH MANUSIA ITU KARENA KEBENARANNYA (Sesuai dg kitabulloh wasunnah dgn manhaj salaf).
    IKUTILAH KEBENARAN ITU JANGAN KARENA MANUSIANYA (karena bisa salah/tdk maksum)
    DAN PELAJARILAH KEBENARAN ITU (kitabulloh wasunnah dgn manhaj salaf) NISCAYA ENGKAU AKAN MENGETAHUI ALHAQ.

    WALLOHUA’LAM BISSHOWAB

  12. Zulfi Ifani says:

    Kl saya tracking aja. Setiap posting yang menyalahkan kelompok SALAFY (pake Y), pasti diserang balik. Sepertinya senang banget buat kericuhan internal muslim.

  13. JS Ahmad says:

    Mas, harga buku yang ini berapa-an?

    JS Ahmad
    0852 1903 6775

  14. muallim01 says:

    z dah pnya bkuy “beda salaf dan salafy”
    yah mmang beda
    klo mo dikatakan SALAF SAMA DENGAN SALAFY YAH TUNJUKKIN???
    Apa Yg dtulis didalam bku ini adalah realita… yg trajadi….
    Mo bukti??? nggak usah SALAFY itu BEBAL…
    Nggak nerima kebenaran KLO Bukan Klompoknya…
    Hizb triak Hizb… Mreka itu Hzb yg sbnarnya…

    Adpun BNtahannya…
    Dalilnya Banyak n Btul Smua…
    nggak ada yg mmprsoalkannya…
    HANYA SAJA REALITAS DILAPANGAN

    SUNGGUH JAUH BEDA….

  15. Umar says:

    bismillah.saudara2ku skrng yg pnting kita beramal dgn apa2 yg di contohkan rosul melalui para sahabat dn seterusnya smpai islam dpt qta pahami.jln dien sudah jelas, qta ikuti pemahaman dien ini melalui bimbingan para ulama ahlussunnah.bukan dgn hawa nafsu dan seenak perutnya sendiri..dgn pemahaman salafussolih.mari qta slmtkn klrg qta dari api neraka.belajar dan terus belajar jln terbaik dari sisa umur qta. smg saudara2 qta yg blm paham agama sgera mngerti dn dpt membimbing klrg mereka…amin..

  16. ricko soenoko says:

    bismillah.buku beda salaf dg salafi adalah buku yg bagus menurutku, karena aku bis ajelaskan begitu ,mengingat aq dulu di hizby salafi ini tahun 1994-2008.dan akq sebagai ustadz di suatu daerah di parung, juga dipesantren salafi bekasi timur,ngaji di bogor,jakarta kota, tahu banyak ttg komunitas ini. maka aq berkata buku ini bagus.memang beda salafi dg kaum salafussaleh. yg di indonesia ini kebanyakan para muqollid masyaikh.mereka hantam sayyid qutub dg keras tapi syaikh mereka sendiri berkata lain [bakr abu zaid, syaikh jibrin]. masih banyak lagi.anda harus baca dg baik buku ini. ana sdh tantang mereka mubahalah karena ana membela trio mujahidin imam samudra. mereka gentara dan takut. tidak mau layani.katanya mubahalah tidak ada sunnahnya.

  17. ricko soenoko says:

    buku ini menurutku bagus, bahkan sangat bagus.aq dulu pernah lama dikomunitas mereka dari th 1994-2009.memang banyak benarnya bahwa mereka itu sendiri saling berpecah kalbunya,saling mencerca,sedikit yg selamat dari mereka.maka munculnya buku ini adalah peringatan kpd mereka agar belajar dari kesalahan, juga utk kaum muslimin keseluruhan ,jangan mengulang kesalahan yg sama.adanya buku itu bukan utk nasehat bagi komunitas salafi saja, tp umum bg kaum muslimin.jangan nsuka mencerca dan menjelekkan sesama muslim dan berbaik sangkalah, juga jangan merasa dari paling bersih dan berilmu dan alim. masih ada langit diatas langit.

  18. abu aisyah says:

    Buku ini sudah dibantah dengan judul BEDA SALAFY DENGAN HIZBI. Antum bisa bacabukunya karena buku ini sngat ilmiah dan disertai dalil yang jelas dari Alquran dan sunnah.Barokallahu

  19. abdullah says:

    bagus sekali ya beda saly dengan salaf kalo buku salafi dgn hizbi ah ga jelas tuh isinya

  20. kosim says:

    Ya Allah kenapa umat Islam saling….. antara satu dengan yang lain. Ya Allah jagalah kaum Salafiyyun dan umat Islam dari kejelekkan lisan ini. Dari Sahl Bin Sa’ad: man yadh man lii maa baina lihyaihi wa baina rijlaihi adhman lahul jannah (HR Bukhari)

  21. Arif Wijaya says:

    Buku ini menuai pro dan kontra di kalangan muslimin karena sudah adanya buku yang menjadi “oposisi”-nya…kalau dari pemikiran ana ulama yang diambil sebagai rujukan dalam buku tersebut yaitu Syaikh Shalih Al Fauzan kan masih hidup kenapa tidak diadakan diskusi diantara kedua belah pihak dengan tentu saja meminta tolong kepada Syaikh Shalih Al Fauzan menjadi penengah. Semoga umat Islam bisa bersatu dalam pemahaman yang sesuai dengan pemahaman para salaf ashshaleh…

  22. muallim01 says:

    akhirnya liat aja perseteruan antara sesama salafy sendiri, semuanya teriak hizb, surury, bahkan ulama2nya saling mentahdzir.. dimana mata kalian, buku diatas ini layak salafy renungkan n baca coz sesuai dengan knyataan yang ada…

Leave a Reply