Mengelola Semangat

Pernah ngga’ mengalami semangat yang kendur? Mau ngapa-ngapin serba males. Mau ngaji males, mau ke masjid males dan mau ngapain saja males. Saya pikir semua orang pernah mengalami hal itu. Karena tabiat jiwa juga mengenal rasa jenuh. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengusir kejenuhan itu?

Saya tidak tahu teori yang paling tepat untuk mengatasi hal ini. Tapi sependek yang saya pahami kita perlu untuk istirahat sejenak dan mengambil suasana yang sama sekali berbeda dengan rutinitas harian kita. Menghilang dari kesibukan yang memenatkan hati dan pikiran. Mencoba menata ulang semua aktivitas yang dijalani. Kemudian set back, kembali ke awal dengan energi yang lebih banyak lagi.

Mungkin saja ide itu basi dan sudah banyak dilakukan orang. Hanya saja setiap orang selalu punya cara berkenalan dengan jiwanya. Kapan jiwa membutuhkan relaksasi dan kapan jiwa harus berpacu dengan kinerja. Kalau pekerjaan kantor mengenal cuti sebagai upaya untuk cooling down dari masalah. Tapi bagaimana dengan amal dakwah, apakah ia juga mengenal cuti?

3 Responses to “Mengelola Semangat”

  1. sulaimann says:

    Menurut saya, semangat yang kendur bukan diobati dengan istirahat Kang. (Kecuali kalo tubuh yang kendur.) Justru, yang lebih penting adalah ngasih suplemen. Misalnya saja, mengingat kembali cita-cita yang udah kita tulis.

    Klo saya punya pengalaman lain, saya akan minta nasehat kepada teman yang menurut saya paling semangat dan dia mampu menyemangati saya. Terbukti berhasil!! Nasehatnya singkat:

    “Ternyata hidup ini tidak ada pilihan lain, kecuali SUKSES ATAU MATI!”

    Tak tulis juga lho di blog saya (barangkali pengen nge-klik. he he he.. promosi! biarin.)

    http://sulaimann.wordpress.com/2008/05/18/sukses-atau-mati

  2. ksatria says:

    kalo ane saranin,
    untuk melepas penat … buka aja http://blog.burhanshadiq.com … pasti di situ ada photonya mas Burhan, juga artikel2nya. wooo, semangat lagi deh!

    kalo masih nda mempan juga … berarti Anda perlu cuti!

    apakah bekerja bukan pekerjaan da’wah? apakah pekerjaan da’wah bukan bekerja? (tanya lho ni)

  3. mafaza_71 says:

    mas klo ingin nambah istri kira2 da perasaan malasn ya gak ya..btw klo lg malas nulis langsung aja makan brownies..hehhe..


    nambah lagi…!

Leave a Reply