Melatih Kepedulian Sebagai Manusia
Jan 27th, 2012 by burhanshadiq
Rasulullah punya kebiasaan menyuapi seorang yang buta. Setiap kali beliau lewat, selalu beliau luangkan waktunya untuk menyuapi orang buta itu. Tapi ketika beliau sudah tiada. Abu Bakar yang menggantikan beliau. Namun ternyata bapak yang buta itu tahu kalau suapan ini tidak seperti biasanya. Dia akhirnya tahu bahwa Rasulullah sudah meninggal. Pria yang luar biasa baik itu sudah pergi selamanya.
Kita belajar dari kisah singkat itu, bahwa di dunia ini ada yang kita sebut dengan kepedulian. Mungkin kita masih ingat betapa China yang sudah sangat maju menjadi masyarakat yang kehilangan kepedulian. Mereka maju di bidang ekonomi, tapi surut dari aspek moralitas dan kepedulian. Saat ada bocah kecil tergeletak tertabrak mobil, tak ada yang menolong selama berjam jam. Hanya jadi tontonan saja. Akhirnya ditolong oleh seorang pemulung. Kepedulian sudah sangat minim.
Kita harus belajar dari ini semua. Seberapa peduli kita dengan lingkungan kita sendiri. Orang-orang yang mencintai kita, menyayangi kita dan peduli dengan kita, kadang malah tidak kita pedulikan. Kita sibuk dengan banyak urusan. Sekolah, kampus, kerja dan banyak lagi. Sampai sampai kita menjadi manusia yang sudah tidak peduli dengan orang orang di sekitarnya. Kembalilah sayangi mereka, mumpung mereka masih ada…
