Aha! Senengnya hari ini karena anak kedua my little Aisyah sudah bersekolah. Hari pertama agak agak rewel, karena memang ini sekolah pertama dia. Tapi hari kedua dan ketiga dia sudah sangat adaptatif, sehingga mau untuk ditinggal. “Umi, pulang saja, aku di sini sama ustadzah.” Seragamnya banyak banget, warnanya lucu-lucu, kayaknya sekolahnya suka fashion nih. Ada warna orange, ada warna ijo, banyak banget pilihan warnanya. Semoga saja semakin nambah semangat anak untuk belajar. Karena sebelumnya De Aisy suka bangun telat, jam 6, jam 7 malah baru bangun. Semoga dengan sekolah, bangunnya jadi semangat di pagi hari ya.

Sedangkan teman saya, hari pertama ngantar anaknya sempet dicakar karena si anak tidak mau ditinggal. Mungkin anda juga punya cerita yang lain soal kisah hari pertama anak anda. Pasti seru lucu bin nggemesin ya.

Ibarat masuk lingkungan baru, anak memang masih merasa asing dengan sekolahnya. Sehingga wajar bila dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala hal baru yang dia lihat dan rasakan. Ustadzah, teman, lingkungan dan banyak hal yang mungkin membuat dia sedikit berbeda dengan lainnya. Maka kita sebagai orang tua harus bisa sedikit maklum dengan semua ini. Yang perlu kita lakukan adalah mencoba mencari tahu apa yang dirasakan oleh anak kita.
- Ajaklah mereka ngobrol di hari pertama. Tadi diajari apa, sudah kenal dengan teman siapa saja, ustadzahnya namanya siapa? Dan lain sebagainya. Buatlah mereka bisa bercerita, nyaman dan tanpa beban. Kalau sudah bisa begitu, nanti segalanya akan mudah bagi dia. Karena sekolah di usia TK adalah sekolah bermain. Buatlah mereka fun, jangan dipaksa, jangan diintimidasi dan jangan ditekan tekan.
- Upayakan dorongan sekolah itu dari dalam dirinya, bukan dari orang tuanya. Tanamkan motivasi intrinsik, meskipun tetap harus diawali dari ekstrenstik. Semakin dia punya motivasi yang kuat untuk belajar, semakin mudah bagi dia untuk mengembalikan semangatnya ke sekolah.
- Komunikasi dengan ustadzah pengajar sangat membantu tumbuh kembangnya di sekolah. Cari tahu apa kendala yang dialami anak, apa kebiasaan anak di sekolah. Bila komunikasi terjalin baik, maka akan sangat mudah saling memberi solusi satu sama lainnya.
Alhamdulillah, sudah berbagi di pagi ini. Semoga artikelnya bermanfaat.

Leave a Reply