Makasih Abah!
Sabtu kemarin ujian Fahmu Nusus. Dari namanya saja sudah keren, pelajarannya juga lebih keren lagi. Keren maksudnya tidal bisa paham dan tidak bisa mengerjakan soalnya lho. Secara pake bahasa arab, sayanya belum begitu gape pakai Arab. Kepala pusing, tubuh capek mua, itulah efek dari ketidak-bisaan mengerjakan soal dari pak dosen. Aneh kan?Kebetean dan kelelahan hari Sabtu ngefek hingga hari berikutnya. Di ahad pagi itu badanku cuapek banget serasa kayak orang digebukin sekampung. Sudah mau bersiap berangkat ada ajakan dari bulik. Makan-makan di resort wisata di Karangpandan. Pikir-punya pikir, karena memang saya lagi butuh refreshing makanya tawaran itu saya ambil. Jadi murid yang bandel dulu, bolos sehari untuk rekreasi makan-makan!
Karena mobil paklik ga cukup, saya berdua sama istri menunggang kuda besi saya. Melaju dengan cepat, melesat bagai kilat, menyambar pengendara yang lewat. Sampai Karanganyar terbesit hati ingin mampir ke rumah kang Adit. Sahabat dekat yang kini sedang menunggu lahirnya anak pertama. Nelpon dulu, takutnya doi tidak di rumah. Ternyata ada, dan akhirnya mampir dan ngobrol cuma sebentar.
Perjalanan dilanjutkan, menuju ekowisata yang diidamkan. Sampai di tempat lokasi hawanya lumayan sejuk. Dingin menyergap, hujan rintik pun menyambut perlahan. Kami duduk bersama paklik dan keluarganya. Makan ikan gurame asam manis yang sedap banget dan menikmati pemandangan alam. Wah jadi pengen saya menginap barang sehari atau dua hari di tempat ini. Siapa tahu bisa kelar satu buku. Hehehe.
Jam setengah satu memutuskan tuk pulang. Kami berdua kembali di atas motor silverku. Atikah dan Aisya di dalam mobil bersama yang lain. Harusnya belok ke kanan, tapi saya belok ke kiri. Menuju Tawangmangu yang dingin dan menyimpan keindahan alam. Istri selama ini cuma kebagian cerita tentang indahnya. Kali ini dia benar-benar merasakan indahnya. Humm berasa bulan madu lagi!
Mampir ke air terjun, tapi ga berani turun. Takut pinggul pegel dan kaki linu-linu. Akhirnya mampir ke pasar Tawangmangu. Beli keripik tela yang khas berwarna ungu. Sekalian apukat yang seger-seger buat jus di rumah nanti. Akhirnya pulang dengan hati gembira saat mendengar istri berkata, “Hari ini aku senanggg sekali…Terima kasih Abah!”

Comments:3