Lia Eden dan Lia Edan
Apa bedanya Lia Eden dengan Lia Edan?
Kalau Lia Eden dia mengaku sebagai Jibril.
Kalau Lia Edan?
Wah lebih edan lagi dia.
Lia Eden bikin ulah lagi. Dia mengirimi surat presiden SBY dan seluruh gubernur di Indonesia tentang misi dia. Nekat! Itu komentar saya saat melihat dia di televisi. Karena tindakan inilah dia diambil paksa polisi. Pengikut setianya pun ikut menunggui dengan membawa anak-anak mereka ke kepolisian. Aneh memang. Fenomena Lia ini ga pernah selesai. Pengikutnya juga semakin banyak. Apakah ini gerakan spiritual murni, atau hanya kedok untuk menyulut emosi umat Islam saja? Saya tidak tahu, tapi saya sangat pengen tahu. Dia jelas sudah melakukan penistaan agama, dan seharusnya nasibnya sama seperti Ahmadiyah. Tetapi Lia masih saja bisa bernafas lega dan beraktivitas. Apakah ini ada backing politinya? Kalau iya, untuk apa?
Di belahan dunia yang lain, seorang muslimah Oum Abeyda, tertangkap di Belgia karena dituduh sebagai kompor jihad internet. Wanita ini dituduh pemerintah Belgia sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh dalam penyebaran paham jihad di dunia maya. Ia menyebut bahwa tiada kemuliaan bagi seorang wanita muslimah selain menjadi istri para syuhada. Ia merupakan seorang janda dari seorang mujahidin di Afghanistan.
Dua sosok wanita yang berbeda, satu Lia Eden yang bergelimang kekacauan, dan satu lagi Oum Abeyda yang sangat yakin dengan hidupnya. Kita mungkin bisa bercermin dari mereka, betapa kita hari ini harus tahu untuk apa kita hidup. Kita harus tahu kepada siapa kita berkorban, memperjuangkan apa, menghabiskan waktu untuk apa. Tiada kemuliaan kecuali dalam lindungan Allah, meringkuk di belaian-Nya dan bersembah sujud di hadapan-Nya. Dunia ini boleh tua, penghuninya mungkin akan semakin aneh-aneh, tetapi jiwa kita harus selalu ditata. Untuk akhirat yang lebih kekal selamanya.

Comments:2