Latah Verbal
Feb 14th, 2009 by burhanshadiq
Teman saya hari ini keluar dari tempat kerjanya. Katanya mau ngikutin jejak saya, padahal saya belum meninggalkan jejak. Dan di jawa dijejak-jejak itu ndak enak. Malah sakit. Dia bergabung dengan sebuah penerbit baru, dan ia akan mengelola penerbitan itu bersama temannya.
Dulu, sekitar tiga bulan yang lalu saya juga melakukan hal yang sama. Saya keluar dari penerbit lama, dan mendirikan penerbit baru. Alasannya? Sampai sekarang setiap ketemu kolega dan kawan selalu ditanya kenapa kok keluar. Lha dulu saya masuk, makanya sekarang saya keluar. Bukankah setelah masuk mesti keluar? Hehehe
Saya dan teman saya itu mungkin sama-sama merasa menjadi anak muda. Anak muda mungkin suka tidak sabaran, menunggu sebuah proses berjalan. Dalam bahasa lain dia sebut sebagai rigid, kelamaan, anti ide dan yang lain-lain. Tetapi anak muda selalu sepakat pada satu hal, bahwa mereka butuh tantangan. Dan orang tua kadang merasa selalu benar, dan anak muda selalu disalahkan karena tidak benar.
Mendirikan penerbit baru di saat pasar buku sedang demam memang cukup menantang. Banyak yang bertanya, apa akan berhasil? Saya juga tanya, “Apa tidak akan berhasil?” Toh kedua-duanya punya peluang yang sama. Kuncinya pada tekun dan mau belajar. Karena bisnis itu membangun usaha, dan usaha itu proses, bukan status.
Ada yang nyindir juga kok bukunya ga ganas-ganas? Setidaknya tidak ada gambar pedang, tombak, M16 atau bahkan mujahidnya? Lha saya ini kan manusia yang digerakkan oleh kecenderungan dan kemampuan. Lha kalau saya ga mampu bikin buku dengan bumbu asem pedes, ya bolehlah saya mengambil porsi yang asem manis. Agar bisa maksimal, dan tidak terkesan latah verbal, sehingga semua kudu diverbalkan. Apa seorang yang beragama islam kudu pake kalung nama ISLAM setiap kali mau keluar rumah? Selama ia taat sama Allah dan tidak murtad, dia akan selalu islam.

Alhamdulillah,berarti bertambah satu penerbitan Islam lagi, kang?Harus disyukuri nich
*****
Saya dan teman saya itu mungkin sama-sama merasa menjadi anak muda. Anak muda mungkin suka tidak sabaran, menunggu sebuah proses berjalan. Dalam bahasa lain dia sebut sebagai rigid, kelamaan, anti ide dan yang lain-lain. Tetapi anak muda selalu sepakat pada satu hal, bahwa mereka butuh tantangan. Dan orang tua kadang merasa selalu benar, dan anak muda selalu disalahkan karena tidak benar.
*****
saya suka bagian yang itu…. sip, sip, sip….