FPI menjadi seleb. Segala tokoh berlomba memberi komentar. Mayoritas menghujat, menyesalkan, dan bahkan mengutuk. Kalau ada diksi yang lebih kasar mungkin akan dipakai untuk menunjukkan emosi yang memuncak. Tapi, pertanyaannya apakah mereka tahu apa yang mereka komentari itu?

Saya yakin most of them did not know what is really happened. Mereka hanya melihat tayangan di teve yang memang sangat kasar. Tak ada sensor, hampir mirip smack down yang sengaja diperlihatkan. This is laskar islam, inilah kekasaran mereka. Karena teve, para tokoh itu berkomentar, karena teve pula laskar islam disudutkan. Dan teve tetap saja punya kepentingan, siapa yang ditonjolkan dan siapa yang diamankan. Saat klarifikasi, tokoh LSM dihadirkan di studio. Sementara tokoh laskar Islam cukup ditelepon. Itu masih mending. Kadang mereka tidak dihubungi sebagai sebuah konter jawaban.

Inilah yang disayangkan. Laskar Islam tidak begitu piawai bermain di media. Atau memang mereka sama sekali tidak diberi kesempatan memberi jawaban. Atau malah mereka trauma dengan media, yang seringkali memelintir jawaban dari para laskar. Sebuah kritikan saja, bahwa dalam berjuang, sisi media juga jangan luput diperhitungkan. Allah maha tahu, dan Allah tidak tidur.

4 Responses to “Laskar Harus Melek Media”

  1. alkalinesky says:

    buat saya, baik fpi maupun media semua jadi korban ‘tangan2 tidak tampak’. pertarungan antara hak v batil dijamin al-qur’an akan tetap ada kan pak? saya yakin, itu kalo dirunut akarnya tetap satu, bagian dr pembentukan ‘novus ordo seclorum’, yg terus bekerja tanpa kenal lelah, yg geraknya tidak disadari mayoritas umat manusia. tv news LIES, bosan.. lepas dr semua itu, apa yg bisa saya perbuat untuk membuat kondisi bumi agar lebih baik..?

    yah, kalao dibawa ke ranah filosofi memang jadinya akan klise seperti itu. al haq dan yang batil, tetapi memang tataran riil tidak bisa sesederhana itu kan mba?

  2. Unee says:

    ga juga ki… banyak situs islam yang memuat tentang kronologi kejadian monas kemarin dnegan sangat detail dan transparan. Mungkin saja antum belum baca…

    mungkin saja mas jun!

  3. ini ada link bermanfaat. semoga bisa jadi bahan renungan bagi yang ingin beramar ma’ruf nahi munkar sesuai sayar’i…semoga penegakkan syari’at Islam secara kaffah dapat terjadi di negeri ini.
    http://muslim.or.id dan
    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/penggerebekan-dan-penghancuran-tempat-maksiat.html

  4. jin says:

    bener mas bur, tapi mo gimana lagi… memang ga jelas mana hitam putih atau abu2.. kok ngomongin warna. semua atas dasar kepentingan, ada yang tunggang menunggang, ada yang mengalihkan perhatian.. ya begitulah…InsyaAllah akan datang masa dimana garis merah itu terlihat jelas.

    tetapi mas bambang, saat umat islam mo bikin media pun juga tidak bisa sebaik mereka ya. Ironis banget ya.

Leave a Reply