Kenapa Kudu Cantik?
Jun 29th, 2010 by burhanshadiq
Ada sebuah pertanyaan, kenapa ikhwan lebih pilih menikahi wanita awam tapi cantik, daripada akhwat tapi wajahnya biasa. katanya kalau pemahaman bisa diperbaiki, tapi kalau wajah kan susah. Humm, bener bener pokil. Eh pokil bahasa mana ya. hehehe Inilah salah satu indikasi memang ikhwan sekarang beda sama ikhwan jaman dulu. Mereka dulu ga begitu memedulikan penampilan, tetapi sekarang ihwan ihwan pada genit pisan euy…
Seharusnya yang menjadi patokan agamanya dulu. Lhah kalau agamanya bagus semua, kan nyari yg paling cantik mas..begitu jawabnya. Pinter kan ngelesnya. Kalau begini memang perlu ditanyakan niatnya sih. Hehehe. Sebenarnya mo cari model apa mo cari akhwat. Emm, akhwat tapi wajahnya kayak model mas. Halah… hehehe.
Apakah akhwat yg kayak model itu suka dengan ikhwan yang modelnya begini. (mengulang kata model). Dari sekian banyak ngobrol sama istri yang tidak seperti model, hehehe ternyata temen2nya yang cakep2 itu malah ngerasa risih kalau ketemu ikhwan yang taaruf malah suka nanya2 soal fisik. Itu emang dibolehin tapi kalo berlebihan kesannya kurang baik. Mereka bakalan lari sekenceng2nya kalau tahu ikhwannya memilihnya karena fisik doang. Humzzz…
Padahal kalau sudah berkeluarga, fisik itu urusan yang kesekian. Yang dibutuhkan adalah kecocokan dalam hidup, dialog, komunikasi, ngatasin masalah, dan mau berbagi dalam banyak hal. Fisik hanya sebagian kecil saja yang akan menguatkan hubungan kita. Artis2 itu kurang apa fisiknya, toh mereka banyak yang cerai juga.
Jadi fisik itu penting, tetapi bukan yang terpenting. Raihlah ridha Allah dengan banyak bersabar dan menerima kekurangan pasangan. Karena sungguh dalam amalan itu ada pahala yang sangat besar. See ya…


nice article ustadz….
hahahaha…
mantap pak, like this
resume dari buku yang mana tadz ?? atau mau buat buku baru lagi nie :mrgreen:
ane tunggu kelanjutannya soalnya naggung bacanya :D
nice tadz……
seingat saya*mohon dikoreksi jika keliru*, saya pernah baca tentang shahabiyah zaman rasulullah yang menolak menikah dengan seorang sahabat karena rupa mereka yang terlampau “berbeda” alias jomplang(si shahabiyah cantiknya luar biasa), padahal dalam hal ini, tidak ada yg diragukan dengan keshalehan sahabat tsb, namun memang sepertinya, adalah manusiawi jika beliau menolak(dan mungkin memilih yg lebih rupawan?), kesimpulannya… silahkan disimpulkan sendiri.
tapi untuk kasus yg diatas, yah, back to kata rasulullah lah… ada 4 hal yg mesti dilihat, dan agama yg jd patokan. dan kata temen2 saya yg ikhwan sie, cantik itu bonus *bonus sunnah pa wajib yak?! jiah! :D *
dan tentang “Apakah akhwat yg kayak model itu suka dengan ikhwan yang modelnya begini”, saya sepakat dengan istri Pak Burhan. yg ada dipikiran tuh yah, “Nie ikhwan….. hhhh…..!!! cape’ deh…!” ^^
Utamakan agamanya.. Krn tanggung jwb ikhwan kpd akhwat itu besar bahkan sampai dibawa k akhirat kelak. Tp Bila sama2 bgus agamanya ya cantik itu jg perlu krn membuat si suami lebih betah bila sudah menjalin hubungan keluarga. Tp awas!! Semakin cantik wanita maka semakin dekat dg zina. Wokeyh…..!!! ^^
@Supriyono
“Semakin cantik wanita maka semakin dekat dg zina”
iya po?? semoga enggak lah ya…