Karena Aku Abimu…
Aug 18th, 2010 by burhanshadiq
Tertegun melihat bening matamu. Takjub mengetahui pertanyaan-pertanyaanmu. Akankah aku bisa mengimbangimu nanti. Di saat aku semakin tua, dan kamu semakin meremaja. Ocehan yang tak pernah bosan aku mendengarnya. Teriakan manja yang selalu membuat hatiku menari-nari nan bahagia. Semuanya hadir di hatiku terdalam, saat melihat kalian, anak-anakku tercinta.Inilah energi yang selalu aku cari setiap pagi. Menunggu kalian bangun dan meramaikan suasana rumah sepi ini. Sehingga pecahlah kesunyian, dan ramailah keindahan. Karena hadir kalian dalam canda dan tawa yang membahana. Menggemincingkan sukma yang sudah mulai tua.
Pernah dalam suatu episode yang Allah berikan padaku, kamu tertidur di stang motorku. Lelah wajahmu karena sekolah 8 jam setiap hari. Tiba-tiba motor bututku mengeluarkan suara aneh. Batuk batuk sepanjang jalan, dan akhirnya mendadak mati. Mata kecilmu tak terbuka, nyenyak sekali nampaknya, meski berbantal spedometer yang tak ada empuk-empuknya. Perlahan ku turun dan memeriksa businya. Ternyata semua baik-baik saja. Tetapi motor itu tak mau menderumkan mesinnya. Aku buka tangkinya, Ups ternyata habis bahan bakarnya. Puasa hampir berbuka, ku tuntun pelan motor dan kamu berada di atasnya. Maafkan abimu, karena lupa mengisi bensin hari ini. Terengah menengah, mencari celah di antara deratan kendaraan yang memadati jalan raya saat itu. Untuk kamu sayang, anak-anak cantikku…
Atau teringat aku pada suatu malam. Saat raga memanggil untuk direbahkan. Sudah beberapa meter pintu rumah tergapai. Ternyata sandalmu hilang satu. Aku harus kembali menyusuri gelap malam. Hanya sekedar mencari sandal kirimu yang terjatuh. Mata terpaksa terbelalak, raga tertahan tuk istirahat sejenak. Semoga ini karena aku adalah ayahmu. Yang akan bertanggung jawab terhadap kalian, anak anakku…
Kepada setiap ayah, kepada setiap ibu. Anak anak adalah mutiara terindah, apapun kelemahan dan kekurangan mereka. Hargailah setiap upaya yang mereka lakukan. Pahamilah dengan bahasa cinta yang menentramkan. Karena itulah yang mereka butuhkan. Keteladanan dan pengorbanan, meski hanya sekedar menuntun motor, atau mencarikan sandal yang hilang…


Karena aku momi-nya Q-el, aku pun merasakan, memikirkan, dan melakukan hal serupa.
yah mba, salam buat your hubby..