Jogja dan Kebaikan Seorang Akhwat
Oct 20th, 2009 by burhanshadiq

Hari ini, mencoba melancong ke Jogja bersama pasangan dan buah hati yang cantik. Tujuannya cuman satu, yaitu sebuah perpustakaan di dekat stasiun tugu yang ramai itu. Maklum, garapan tesis itu numpuk, tak tersentuh karena selama ini berkutat dengan buku dan buku. Sementara tesis terkatung-katung dalam impian, karena waktu untuk mengerjakan selalu terganjal oleh aral di depan. (Halah, alasan… ^_^)
Sampai di Jogja, kita bertiga berjalan ke arah tujuan. Tiba-tiba ada seorang akhwat, berkendara sepeda motor, berhenti di depan. “Assalamualaikum, ada yang bisa diboncengin ga?” Ups, kaget saya. Alhamdulillah, saya tidak spontan tunjuk tangan. Hehehe. Istri langsung mendekat dan duduk di sadel. “Gapapa tho mba? Kita cuman mo ke situ kok.” Dia tersenyum, dan tetap melanjutkan niat baiknya. Akhirnya saya berjalan sendirian, Aisy dan uminya dibawa akhwat baik itu ke tempat tujuan.
Ini fenomena menarik bagi saya. Inilah yang saya sebut dengan truly ukhuwah. Dia sama sekali ga kenal saya. (emang terkenal?) Tapi dia mau dengan rela hati, berbuat kebaikan untuk orang yang tidak dia kenal. Saya hanya menduga, mungkin karena jilbab istri dan anak saya. Sehingga dia baik hati mau menolong. Tapi ternyata tidak, ia memang senang memboncengkan orang yang butuh bantuan dia. Oh, baik sekali ya dia. Apa dia memang sengaja membawa dua helm agar dia bisa selalu berbuat baik. Oh Jogja, satu menghunimu telah mencuri perhatianku.(Eh perhatian kami ding kan sekeluarga!)
Belum cukup itu, ada gift lain yang sangat berkesan hari ini. Saya masuk ke perpustakaan itu. Mendaftar sebagai anggota, dan menyodorkan puluhan buku yang sudah saya daftar. Ada petugas menghampiri, menunjukkan cara memesan buku, dan benar-benar menolong saya. Tidak cukup itu, saya masuk ke ruang baca, dia yang mencarikan semua jurnal yang saya butuhkan. “Saran saya, segera dikopi saja, mumpung masih pagi, sehingga tidak antre!” Saya nyaris tidak percaya. Ada lima jurnal lebih, tebal-tebal klipingannya, ia langsung membukakan bab yang saya butuhkan. “Masya Allah, padahal yang lainnya tidak dibegitukan. Ada yang salah denganku kah?”
Inilah pelayanan, inilah khidmat yang Rasulullah ajarkan. Melayani dengan hati, tulus dan tidak terkesan karena ‘butuh’. Saya hanya bisa berdoa, semoga segala gift hari ini memberi saya motivasi, agar saya bisa terus berbagi kebaikan dan menebar kebahagian bagi semua orang. Lalu, bagaimana dengan Anda, apa gift Allah bagi Anda hari ini?

Benar-benar hari yang menyenangkan buat antum kang…..
cerita yang menarik…pengalaman yang tak terlupakan di negeri orang…
hm.. nice day, Kang!
kalo saya cuman bisa ngusir anjing yang mau ngejar pas saya mau sholat subuh hanya dengan berkata “AKU MEH SHOLAT, MINGGIRO!”
seolah2 anjing tersebut paham apa yang saya katakan, dia yang sejatinya galak dan kencang menggonggongnya, eh… alhamdulillah trus diem sambil ngeloyor pergi.
itu gift luar biasa untuk saya.