Foto Caleg Itu…
Jalanan di Solo sekarang dipenuhi oleh gambar sosok caleg. Ini fenomena menarik, karena gaya reklame para caleg itu menurut saya sangat jadul. Tanpa babibu, tiba-tiba ada gambar perempuan, sebagian besar cantik-cantik dengan gaya yang sangat serius. Sementara banyak pula gambar foto para caleg lelaki yang sangat serius, ada pula yang berlagak mirip bintang iklan. Semuanya menawarkan diri untuk dipilih oleh rakyat. Pertanyaannya, apa kita kenal mereka?
Kenapa mereka tidak menggunakan bahasa iklan yang lebih gaul dan tidak monoton. Anda bisa bayangkan kalau di sepanjang jalan akhirnya berubah menjadi album foto bak foto ijazah di zaman kita SD dulu. Untuk apa? Seharusnya diatur polanya. Tidak semua jalan boleh ditempeli dengan foto para caleg itu. Selain merusak keindahan kota juga kasihan kepada calegnya. Saya sempat melihat ada wajah yang dicoret-coret dan dikomentari macam-macam. Mungkin ada baiknya diatur, dikumpulin di sebuah tempat dan kemudian ditempel secara rapi dan tidak menjemukan.
Namun inilah yang mereka bilang hangar bingar politik itu. Hingar bingar pesta demokrasi, sebuah pesta yang hanya sekedar pesta. Sebagai rakyat kita hanya diminta mendukung, tetapi ketika mereka beruntung rakyat hanya jargon untuk meloloskan keinginan saja. Semoga menjadi pelajaran buat semuanya.

Comments:11