Fesbuk Bukanlah Kuburan Aktivis Islam
Jan 20th, 2012 by burhanshadiq
Seperti seorang yg sakti, bisa tahu pikiran sekian banyak orang dengan satu halaman saja. Ada yang mengeluh aduh, ada yang tertawa bahagia, ada yang tiba tiba berkata kotor dan mengumpat sejadi jadinya. Kita mendadak sakti dengan website buatan mark zukenberg ini. Apakah kita dapat uang? Tentu saja tidak. Tapi ada satu kebutuhan yang tersalurkan. Diam diam kita seperti anak kecil yang selalu ingin diperhatian. “Hei lihatlah saya, saya menulis status loh…” Maka tidak heran bila status-status ada yang dimanajemen sedemikian rupa. Kapan menulis status dan apa yang ditulis. Karena status kita adalah buah pikiran kita. Bila hanya keluhan, maka demikianlah adanya hidup kita, penuh dengan keluhan.
Pertanyaan besarnya adalah, bisa apa kita dengan fesbuk? Bisa kenal berbagai orang. Saya cukup duduk di kantor, atau di kamar sunyi, saya bisa belajar dari berbagai profil orang orang yang meng-add saya. Saya bisa baca aktivitas mereka, dinding mereka dan juga tentu saja foto foto mereka. Dari situ saya menjadi lebih dewasa. Bahwa dunia ini dihuni oleh beraneka macam tipe orang. Dan tentu saja, setiap pribadi perlu perlakuan sendiri-sendiri. Ada yang komentar2nya pedas khas yang membakar telinga. Tapi ada juga yang santun dan penuh pesona. Semuanya dibuat santai, tidak perlu ditanggapi serius, karena bagi saya fesbukan itu bukan sesuatu yang serius. Serius itu wajah tegang, alis ketemu di tengah dan SANGAR.
Saya lanjutkan lagi, bisa apa kita dengan fesbuk ini. Saat awal awal dulu fesbuk menggejala, banyak tuduhan riya’ kepada saya. Gara-garanya sepele, saya selalu menginformasikan acara -acara yang akan saya datangi. Bedah buku, pengajian akbar, atau bahkan cuma sekedar mengajar di pondok. Bagi orang dengan level keshalihan tertentu mungkin semua itu dianggap pamer. Tapi bagi sebagian orang yang berpikir positif tentu saja itu memberi manfaat yang besar, setidaknya kalau dia tidak bisa hadir, bisa merekomendasikan pada yang lainnya.
Bisa apa kita dengan fesbuk? Saya berharap teman teman saya yang muda belia, baik yang ikhwan atau yang akhwat bisa menjawab pertanyaan saja. Tentu saja bukan untuk mencari calon istri dan obral janji, karena kalau Anda kenalnya di dunia maya, semuanya akan terus menjadi maya sampai anda menemukan buktinya. Jadikan fesbuk sebagai alat propaganda. Informasikan kegiatan islami, pikiran pikiran islami, kontra opini dan juga aksi aksi nyata yang berimbas di dunia maya. Jangan hanya berhenti dengan menunjukkan betapa galaunya anda. Tapi cobalah bersiasat, bagaimana menggunakan fesbuk sebagai senjata perjuangan, dan bukan malah menjadi kuburan massal aktivis islam.
*maaf bila tulisan saya menyinggung sodara*
Burhan Sodiq

izin copast