<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>BURHANSODIQ</title>
	<atom:link href="http://blog.burhanshadiq.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.burhanshadiq.com</link>
	<description>Inspirasi Tiada Henti</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 02:33:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Dokter Lama, Jenang Lemu dan Senyum itu</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/21/dokter-lama-jenang-lemu-dan-senyum-itu/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/21/dokter-lama-jenang-lemu-dan-senyum-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 02:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[

Malam kemarin, ditelepon bapak lagi. 
“Kayaknya obatnya belum efektif, aku masih belum mau makan.”
Jleb! Aku terhenyak. Pilihannya apakah kembali ke dokter baru itu besuk pagi, atau malam ini kembali ke dokter ‘galak’ itu. Akhirnya pilihan bapak jatuh ke dokter yang lama. Pertimbangannya, dokter inilah yang merawat bapak sejak awal. 
Segera saya siapkan pasukan imut saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Malam kemarin, ditelepon bapak lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">“Kayaknya obatnya belum efektif, aku masih belum mau makan.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Jleb! Aku terhenyak. Pilihannya apakah kembali ke dokter baru itu besuk pagi, atau malam ini kembali ke dokter ‘galak’ itu. Akhirnya pilihan bapak jatuh ke dokter yang lama. Pertimbangannya, dokter inilah yang merawat bapak sejak awal. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Segera saya siapkan pasukan imut saya, Atikah, Aisyah dan tak lupa the one and only, my pretty wife. Kita berempat meluncur ke rumah ortu saja. Saat itu langit sudah menjelang gelap, bakda maghrib jalanan sangat ramai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Sampai di rumah ortu, anak-anak langsung berhamburan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">“Mbahkung sakit ya bi, kena ujan ama Aisy.” Itu kata semungil Aisy. Kalau melihat binar matanya yang lincah itu, saya selalu punya semangat. Anak kecil itu masih ingat, saat ia bersama Mbahkungnya berhujan-hujan ria di rumah Palur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">“Dek Aisy Doakan Mbahkung ya.” Sahutku perlahan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Kemudian anak itu mendongakkan tangannya, dan berdoa. “Bismiyyah..” Masih pelo, masih cedal, masih belum jelas.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">***</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Saya sudah sampai rumah sakit. Malam itu pasien sangat banyak. Bapak mendapatkan nomor antrean 9. Tentu saja harus lama menunggu. Saya lihat kiri dan kanan, ternyata dari sekian banyak penunggu, terdapat salah seorang dosen saya. Tapi saya lupa namanya, hanya pernah tahu saat seminar Interdisiplinary sharing dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">“Pak Ahmad&#8230;” ada suara memanggil nama bapak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Kami bergegas menuju ruang periksa. Bapak nampak sangat lelah dan lemah. Air mukanya juga terlihat sangat capek dan lesu. Perlahan sang dokter memeriksa jantung bapak. Dan benar adanya, bapak terlalu capek. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Setelah resep ditulis, kami bergegas meninggalkan rumah sakit itu. Kami mencari apotek yang bisa mengantarkan obat sampai rumah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Alhamdulillah ketemu. Petugasnya ramah banget, berbaju putih, dan berparas ayu. Tak lama kami meninggalkan tempat itu dan berburu jenang lemu. Bapak lapar, tetapi tak ada nafsu makan. Kalau saya, memang sejak tadi lapar, tapi tak ada yang dimakan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Udara malam itu sangat dingin. Jaket kulit imitasi yang kukenakan tak mampu menahan dingin yang menusuk tulangku. Perut tambah perih. Bapak dibonceng di belakang juga merasakan hal yang sama. Terlebih setelah warung yang kita tuju ternyata tutup, “Hummff&#8230;Anda belum beruntung” pikirku. Bapak mulai ingin muntah karena hawa dingin yang menerpa tubuhnya. Tapi tak ada yang bisa dimuntahkan, karena perut kosong. Saya sempat bingung, tapi tidak sampai panik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Akhirnya jenang lemu sudah di tangan, yang jualan mbak-mbak juga lemu (gemuk). Sampai di rumah, keluarga berkumpul, ada Habibi, Caniga dan Mamanya. Rame, seru, dan senyum itu mengembang lagi di bibirku. Alhamdulillah!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/21/dokter-lama-jenang-lemu-dan-senyum-itu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memburu Penulis Kreatif!</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/20/memburu-penulis-kreatif/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/20/memburu-penulis-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 00:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[ 
Saat ini pekerjaan saya memang menghajatkan untuk tahu banyak tentang naskah. Memburu naskah bagus untuk diterbitkan. Apakah mulus-mulus saja? Tentu saja tidak. Banyak kendala, tetapi dari sekian kendala itu saya menganggap pekerjaan ini asyik-asyik saja. Ketemu penulis lokal yang beraneka warna selalu membuat tertawa, atau setidaknya tersenyum kecil di pipi saya yang lebar ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Saat ini pekerjaan saya memang menghajatkan untuk tahu banyak tentang naskah. Memburu naskah bagus untuk diterbitkan. Apakah mulus-mulus saja? Tentu saja tidak. Banyak kendala, tetapi dari sekian kendala itu saya menganggap pekerjaan ini asyik-asyik saja. Ketemu penulis lokal yang beraneka warna selalu membuat tertawa, atau setidaknya tersenyum kecil di pipi saya yang lebar ini. Bagaimana tidak, ada penulis yang kekeh dengan tulisannya. Tidak mau diedit apalagi diubah. Ada pula yang tidak mau menambahi tulisannya, meski kurang dan belum begitu maksimal pembahasannya. Ada pula yang secara tema bagus banget, tetapi pengemasannya masih cukup kurang. Macam-macam, tetapi sangat menarik untuk diceritakan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Menjaring penulis bagus memang susah-susah gampang. Ini mirip seperti mencari istri atau mencari rumah. Kalau pas mencari harus pelan-pelan, tetapi kalau sudah ketemu jangan mudah dilepaskan. Penulis yang baik, pintar dan cerdas memang tidak banyak. Apalagi penulis yang tahu selera pasar, lebih sedikit lagi. Maka kalau ketemu dan sudah merasa cocok dengan seorang penulis yang baik, sebaiknya dipertahankan. Sebab mencari gantinya juga susah. Kalau untuk mencari orang yang bisa menulis buku, mungkin bisa banyak jumlahnya. Tetapi mencari penulis yang tahu bukunya bakalan laku atau tidak, itu susah bukan main.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Jadi, kalau anda seorang penulis, cobalah belajar mencium bau pasar. Apa yang sedang tren, apa yang sedang hangat dibicarakan dan apa yang sedang menjadi perhatian publik. Sehingga buku Anda dicari, dan dibeli, tidak cuma sekedar dipinjam!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/20/memburu-penulis-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengutuk Situs Penghina Nabi Muhammad</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/20/situs-kartun-penghina-nabi-apa-kontribusi-anda/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/20/situs-kartun-penghina-nabi-apa-kontribusi-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 00:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=576</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kaum Atheis berulah lagi. Kali ini mereka melecehkan nabi Muhammad dengan kartun ala barbar yang sarat akan kebencian. Biadab, tak tahu malu, dan layak untuk dikutuk rame-rame. Anehnya kemunculannya seperti grand design yang disengaja. Seperti opini yang sengaja dibumbung tinggi. Setidaknya muncul dua situs yang bernada sama, penghujatan terhadap Nabi Muhammad dan Islam.
Marahkah saya? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Kaum Atheis berulah lagi. Kali ini mereka melecehkan nabi Muhammad dengan kartun ala barbar yang sarat akan kebencian. Biadab, tak tahu malu, dan layak untuk dikutuk rame-rame. Anehnya kemunculannya seperti <em>grand design</em> yang disengaja. Seperti opini yang sengaja dibumbung tinggi. Setidaknya muncul dua situs yang bernada sama, penghujatan terhadap Nabi Muhammad dan Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Marahkah saya? Tentu saja saya marah. Tapi marah tidak menyelesaikan persoalan. Harus dipikirkan langkah antisipasi sekaligus langkah agresi. Seperti kata petuah bijak, pertahanan terbaik adalah dengan menyerang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Pola serangan orang-orang Atheis ataupun musuh islam yang lain memang sangatlah wajar. Semuanya melakukan strategi penyerangan. Hanya saja beda caranya, ada yang lembut tak terlihat, ada yang pelan-pelan, ada yang kasar dan terang-terangan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Islam memang sedang tumbuh sekarang. Seorang teman mengirim SMS kepada saya mengabarkan jamaah haji dari Eropa lebih kurang 250 ribu orang. Ini tentu saja jumlah yang tidak bisa dianggap sedikit. Pertumbuhan Islam pesat sekali di Barat. Karena Islam memiliki konsep agama yang jelas, konsep ketuhanan yang jelas dan konsep kebenaran yang benar pula. Sementara publik barat sendiri sangat haus akan nilai spiritualitas. Konsep sekularisme yang selama ini menjadi kiblat mereka, terbukti membuat kekeringan spiritual. Mereka tidak punya sandaran ruhani, karena semuanya didasarkan pada logika dan materialisme.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Islam harus terus didakwahkan, sebagai worldview, konsep hidup dan wah of life. Tantangan tentu saja akan selalu ada. Yang dibutuhkan adalah serdadu dakwah yang handal, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Bukan masalah tempat kita di mana, yang menjadi prioritas adalah apakah kontribusi riil kita sebagai seorang muslim untuk dakwah islam ini. Wallahua’lam.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/20/situs-kartun-penghina-nabi-apa-kontribusi-anda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tetep Sehat, Tetep  Semangat!</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/18/tetep-sehat-tetep-semangat/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/18/tetep-sehat-tetep-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 09:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[ 
Bedah buku, bagi-bagi ilmu. Bulan ini diminta ngisi bedah buku di beberapa tempat. Asyik! Ini artinya ada kesempatan untuk menebarkan ilmu buat adik-adik yang lucu-lucu.
 
Jumat, 21 November 2008. Lokasi kejadian perkaranya di Balai Muhammadiyah Solo. Bedah Buku GOMBAL WARNING, buku yang sempet dibilang berbahaya oleh seorang laki-laki dalam blog multiplynya. Diselenggarakan oleh Ikatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Bedah buku, bagi-bagi ilmu. Bulan ini diminta ngisi bedah buku di beberapa tempat. Asyik! Ini artinya ada kesempatan untuk menebarkan ilmu buat adik-adik yang lucu-lucu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"><strong>Jumat, 21 November 2008</strong>. Lokasi kejadian perkaranya di Balai Muhammadiyah Solo. Bedah Buku <strong>GOMBAL WARNING</strong>, buku yang sempet dibilang berbahaya oleh seorang laki-laki dalam blog multiplynya. Diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Kemarin dua panitianya datang ke rumah nganter surat permohonan pembicara. Acaranya mulai pukul 1 siang sampai Asar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"><strong>Ahad, 23 November 2008</strong>. Lokasinya di Masjid Kampus UNDIP (Saya ga tahu namanya). Bedah buku <strong>Gombal Warning</strong> juga, pesertanya putra putri. Diselenggarakan oleh temen-temen Semarang. Kemarin panitianya sempet ke Solo. Acaranya pagi sampai siang hari, jam 8 sampai mau Dhuhur.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"><strong>Jumat, 28 November 2008</strong>. Lokasinya di STAIN Surakarta. Bedah buku <strong>Gombal Warning</strong> juga, pesertanya muslimah semua. Diselenggarakan oleh FOSMA. Kemarin panitianya nitipin proposal ke istri. Tapi lupa disampaikan hingga akhirnya panitianya telepon menanyakan proposal itu ke saya. Acaranya pagi sampai siang hari, jam 8 sampai mau jumatan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Doakan saja semoga sehat selalu, karena bulan depan kayaknya juga masih ada bedah buku lagi di Trenggalek. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/18/tetep-sehat-tetep-semangat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ya Allah, Doa Ini Untuk-Mu</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/18/ya-allah-doa-ini-untuk-mu/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/18/ya-allah-doa-ini-untuk-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 09:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[

Pagi ini nganter Bapak periksa dokter. Sejak 2002 Bapak pernah kena serangan jantung. Sehingga harus perawatan ke dokter secara rutin. Nah, selama ini dokternya Bapak menurutku kurang ramah. Ngomongnya ceplas-ceplos, kesannya melecehkan pasien. Saya yang mengantar beliau, merasa tidak nyaman. Maka saya ngobrol sama Bapak, bagaimana kalau ganti dokter saja. Dan Alhamdulillah Bapak saya mengiyakan.
Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Pagi ini nganter Bapak periksa dokter. Sejak 2002 Bapak pernah kena serangan jantung. Sehingga harus perawatan ke dokter secara rutin. Nah, selama ini dokternya Bapak menurutku kurang ramah. Ngomongnya ceplas-ceplos, kesannya melecehkan pasien. Saya yang mengantar beliau, merasa tidak nyaman. Maka saya ngobrol sama Bapak, bagaimana kalau ganti dokter saja. Dan Alhamdulillah Bapak saya mengiyakan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Di dokter yang baru ini, saya berharap dia lebih ramah dan lebih sopan. Banyak orang bilang, dokter ini ramah dan mudah diajak ngobrol. Lagian, Mbah saya juga sering ke dokter ini. Akhirnya pagi tadi saya ditelepon bapak untuk nganter beliau ke dokter itu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">“Kamu repot ga? Coba kamu ke dokter itu dan ambilin nomer antrean ya. Kalau sudah buka kamu telepon aku.” Begitu suara bapak di ujung sana. Saya yang barusan olahraga pagi (ceile) langsung sendiko dawuh dan melesat ke dokter tersebut. Lokasinya cukup dekat dengan rumah. Dalam hitungan menit sudah ada di depan tempat praktek pak dokter. Saya amati perlahan, ternyata pintu pagar masih terkunci rapat. Pagi juga masih terlalu gelap. Saya telepon Bapak agar beliau siap-siap karena jam 7 praktek baru dibuka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Saya langsung menuju rumah ortu. Ketemu sama Adik, Ibu dan Bapak. Bapak segera mandi dan langsung minta dianterin. Lha saya? Hehehe mandinya ntar ntar saja. Dengan Karisma itu, saya boncengin Bapak. Sayangnya, roda belakang ada benjolan sedikit. Sehingga jalannya tidak cukup nyaman. Sampai di tempat dokter, masih saja tutup. Baru kemudian beberapa menit ada seorang mbak-mbak yang membukakan pintu. Kami masuk dan menulis nama sebagai pasien ngantri. Tak lama kemudian keluar mba berkerudung ijo, pake kacamata, menyapa kami. Kemudian dia memanggil nama Bapak, dan kami segera menuju ke mejanya. Ditanya macem-macem, dan ngobrol dikit. Ternyata, si dokter lagi opname di Jakarta. Masya Allah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">“Sakit apa mba?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">“Sakit Jantung!” Masya Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Jadi dokter itu sedang sakit jantung sekarang. Dan sekarang yang tugas bukan dokter itu lagi, tapi diganti sama dokter yang lebih muda. Subhanallah, dokter jantung sakit jantung. Yah semoga lekas sembuh dan bisa beramal lagi. Setelah masuk ke ruang praktek, bapak diperiksa dan ditanya banyak hal. Tanyanya pake bahasa jawa alus, sopan dan enak banget ngomongnya. Kita sebagai pasien jadi ngerasa adem dan aman. Bapak harus diet makanan rendah garam dan menghindari daging. Yah, semoga bapak selalu sehat, selalu bahagia, meski sebagai anaknya saya belum bisa memberikan apa-apa untuknya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Setelah nebus resep, kami pun pulang ditemani terik mentari yang sudah mulai menghangatkan pori-pori kami. Ya Allah, Kamulah penyembuh segala penyakit, kuatkan Bapak kami agar selalu sehat untuk beribadah kepada-Mu. Sembuh yang tidak pernah kambuh!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/18/ya-allah-doa-ini-untuk-mu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Kampus Lets Back to the Mosque!</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/17/anak-kampus-lets-back-to-the-mosque/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/17/anak-kampus-lets-back-to-the-mosque/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 08:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[ 
Percaturan dakwah di kancah nasional ternyata sangat asyik dibahas. Dari sekian banyak kelompok dakwah yang ada, ternyata bermuara pada satu sosok saja, yaitu M Natsir. Dari sosok beliau inilah dakwah kampus digagas dan disemai benihnya. Mendidik beberapa tokoh penting yang akhirnya menjadi pioner dakwah di masing-masing kampus. Sayangnya, dinamika berpikir mereka sangat cepat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Percaturan dakwah di kancah nasional ternyata sangat asyik dibahas. Dari sekian banyak kelompok dakwah yang ada, ternyata bermuara pada satu sosok saja, yaitu M Natsir. Dari sosok beliau inilah dakwah kampus digagas dan disemai benihnya. Mendidik beberapa tokoh penting yang akhirnya menjadi pioner dakwah di masing-masing kampus. Sayangnya, dinamika berpikir mereka sangat cepat dan mudah berubah. Maka lahirlah beberapa kelompok dari mulai partai sampai kelompok harakah. Lahirlah kelompok partai PBB, PAN dan juga PKS! Sayangnya peran M Natsir hanya sebagai inspirator dan fasilitator saja. Sehingga di antara mereka seolah tak ada kaitan sama sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Di ranah grassroot, perbedaan ini mulai nampak jelas. Diperkeruh dengan aksi saling rebut kader dan saling bajak kader potensial. Dakwah pun akhirnya terkena imbasnya. Kalah demi kepentingan politik. Masjid kampus berubah menjadi ajang rapat tim sukses parpol. Diakuisisi dan di kooptasi. Beda bendera dan beda guru ngaji bisa menjadi persoalan yang sangat tajam. Duka di tanah kampus, merenda menjadi sebuah kenyataan. Kampus redup, dan hilang syiarnya. Berganti dengan haru biru penggalangan massa dan suara, demi 2009!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Tidakkah mereka berpikir bahwa mahasiswa hanya butuh pencerahan. Ngaji islam yang benar dari para tokoh dan ulama shalih, bukan harus memilih menjadi kader partai yang sangat pragmatis. Saatnya kembali ke masjid kampus. Menghidupkan suasana ngaji dan dakwah yang kini telah hilang perlahan. Sementara gerakan marxisme dan sosialisme berselingkuh dengan liberalisme menancapkan akar-akarnya secara tajam. Perlu ada lawan, perlu ada penantang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Kembali ke masjid kampus, menghijaukan dunia akademisi dengan ilmu islamy. Menerjang dan merangsek untuk menang!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/17/anak-kampus-lets-back-to-the-mosque/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Muda yang Syar&#8217;i dan Fleksi</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/14/anak-muda-yang-syari-dan-fleksi/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/14/anak-muda-yang-syari-dan-fleksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 02:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[ 
Selama ini memang (dalam hemat saya) kedua kata itu susah untuk dijadikan satu. Kalau syar’I berarti tidak fleksi, dan kalau fleksi berarti tidak syar’i. Misalnya saja begini. Seorang aktivis ngaji memakai jaket kulit hitam, kemudian temannya nyeletuk, “Kamu ini ikhwan, tapi kok nggak syar’i. Pake jaket kayak gitu.” Padahal sebenarnya tidak ada prinsip yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Selama ini memang (dalam hemat saya) kedua kata itu susah untuk dijadikan satu. Kalau syar’I berarti tidak fleksi, dan kalau fleksi berarti tidak syar’i. Misalnya saja begini. Seorang aktivis ngaji memakai jaket kulit hitam, kemudian temannya nyeletuk, “Kamu ini ikhwan, tapi kok nggak syar’i. Pake jaket kayak gitu.” Padahal sebenarnya tidak ada prinsip yang melarang seseorang memakai jaket kulit hitam, tetapi karena cuman ada asumsi belaka, maka memakai jaket hitam identik dengan sesuatu yang keluar dari norma syar’i.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Maka tampillah pemahaman bahwa menjadi syar’i berarti harus menjadi kaku. Kalau ngomong “hitam putih”, dan tidak menyisakan ruang untuk diskusi dan bertukar pikiran. Seolah, memang tidak ada bahasa yang bisa dikomunikasikan, dan selalu berakhir dengan judgement atau vonis. Padahal, sebenarnya polanya bisa tidak seekstrem itu. Ada bahasa yang bisa dikomunikasikan, dicarikan jalan pemecahan, dan tidak selalu harus perang urat saraf, gontok-gontokan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Berdakwah di ummat yang sangat heterogen dengan arus jahiliyah yang sangat deras memang membutuhkan gaya yang lugas tapi luwes. Tegas tapi tidak melulu keras. Ada sikap yang jelas tersampaikan, tetapi bisa diterima dengan baik dan tanpa beda tafsiran. Apalagi dunia anak muda, nilai-nilai syar’I yang ditunjukkan memang harus menjadi teladan di dalam pergaulan. Sedangkan pola fleksibel ini sendiri bukan berarti kemudian diartikan sebagai sebuah nilai yang bebas, sembarangan, dan asal-asalan. Tetapi fleksibilitas yang diperbolehkan agama, yang masih masuk kerangka mubah, bukan makruh apalagi haram. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Namun, memang pola ini belumlah final. Masih harus dikaji lagi dan lagi. Bagaimana mencari pola baru yang bisa lebih jitu. Mengemas dakwah dengan kemasan yang menarik, tetap syar’i dan tetap mengandalkan nilai-nilai keislaman.(Disampaikan dalam sebuah kajian di Masjid SMU Negeri 2 Solo)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/14/anak-muda-yang-syari-dan-fleksi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Harapku pada Mu</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/13/harapku-pada-mu/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/13/harapku-pada-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 04:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[
Ibnu Atha` berkata dalam bukunya, “Jika anda ingin dibukakan pintu harap maka perhatikanlah apa yang telah Allah Swt. berikan kepada anda. Jika anda ingin dibukakan pintu takut, perhatikanlah apa yang telah anda persembahkan kepada Allah Swt..” 
 
Ketika kita merasa belum memberikan apa-apa pada Allah, tetapi congkaknya kita sudah luar biasa. Merasa nggak butuh Allah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana;">Ibnu Atha` berkata dalam bukunya, “Jika anda ingin dibukakan pintu harap maka perhatikanlah apa yang telah Allah Swt. berikan kepada anda. Jika anda ingin dibukakan pintu takut, perhatikanlah apa yang telah anda persembahkan kepada Allah Swt..” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Ketika kita merasa belum memberikan apa-apa pada Allah, tetapi congkaknya kita sudah luar biasa. Merasa nggak butuh Allah, padahal kita sangat membutuhkan ampunanNya. Kita hanya butuh saat kita merasa teraniaya. Merasa dibuang atau merasa dilukai, Namun ketika semuanya kembali normal, kenakalan kita kembali kambuh seperti sedia kala.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Sejauh mana kini harapan kita ada. Apakah kita pernah berpikir untuk menjadi yang teristimewa di hadapanNya. Ataukah kita selama ini hanya sibuk pengen menjadi istimewa di hadapan manusia saja. Saatnya jujur pada diri sendiri, dan membuang jauh-jauh ego dan gengsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/13/harapku-pada-mu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nulis Buku yang Ringan Tapi Kena</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/12/nulis-buku-yang-ringan-tapi-kena/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/12/nulis-buku-yang-ringan-tapi-kena/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 09:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[ 
Susah juga ternyata menulis buku yang ringan dan kena itu. Kalau ide alhamdulillah banyak sekali, hanya saja memang dibutuhkan ketelatenan luar biasa untuk mengolahnya menjadi sebuah buku. Ketika ide sudah menggurita di otak, lalu pikiran mengurai. Kalau pas di depannya itu bagus, pemandangan indah misalnya, maka ide itu bisa ngalirrrrrr sampe jauh.
Kalau sudah disusun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span></p>
<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
</style>
<p><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Susah</span><span style="font-family: Verdana;"> juga ternyata menulis buku yang ringan dan kena itu. Kalau ide alhamdulillah banyak sekali, hanya saja memang dibutuhkan ketelatenan luar biasa untuk mengolahnya menjadi sebuah buku. Ketika ide sudah menggurita di otak, lalu pikiran mengurai. Kalau pas di depannya itu bagus, pemandangan indah misalnya, maka ide itu bisa ngalirrrrrr sampe jauh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Kalau sudah disusun gitu, kemudian tinggal dibuat paragrafnya. Ditata alur berpikirnya, dan kemudian dikembangkan sedemikian rupa. Di langkah ini ga boleh tergesa-gesa. Pikiran kudu tenang dan ga boleh mikir berat-berat. Misalnya masalah hutang atau tunggakan yang harus dibayar atau apa saja. Kudu tenang dan konsentrasi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Meski udah gitu, kadangkala kita merasa ada yang mandek. Ga tahu mau diapain lagi. Karena banyak ide yang tersumbat atau malah banyak referensi yang ga bisa diraih. Kalau itu yang terjadi, endapin dulu sampai pikiran tenang dan ada ide lagi. Kalau sudah mulai semangat lagi, terusin sampai ketemu yang asyik. Nah, kalau dah mengembang dan bergulir lancar baru jadi buku.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/12/nulis-buku-yang-ringan-tapi-kena/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat jalan, Semoga Menjadi Syuhada!</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/10/selamat-jalan-semoga-menjadi-syuhada/</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/10/selamat-jalan-semoga-menjadi-syuhada/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 03:33:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[ 
Malam itu, saya sengaja ingin mengikuti berita eksekusi. Sayangnya hanya TV One yang paling rajin memberikan info tentang eksekusi. Dan yang disayangkan lagi, reporternya kurang ceplas ceplos, kesannya pelan-pelan banget. Saya tidak tahu, mungkin dia pengen berhati-hati menyampaikan berita. Tetapi malah kita yang nonton jadi gemes, wah kok ngirim reporter kayak gini sih. 
Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><span class="mceItemObject"   classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></span></p>
<style>
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
</style>
<p><![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin:0cm;
	mso-para-margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:10.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-ansi-language:#0400;
	mso-fareast-language:#0400;
	mso-bidi-language:#0400;}
</style>
<p><![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Malam itu, saya sengaja ingin mengikuti berita eksekusi. Sayangnya hanya TV One yang paling rajin memberikan info tentang eksekusi. Dan yang disayangkan lagi, reporternya kurang ceplas ceplos, kesannya pelan-pelan banget. Saya tidak tahu, mungkin dia pengen </span><span style="font-family: Verdana;">berhati</span><span style="font-family: Verdana;">-hati menyampaikan berita. Tetapi malah kita yang nonton jadi gemes, wah kok ngirim reporter kayak gini sih. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Dan sekitar pukul 00,00 wib, reporter itu memberitakan sudah terjadi eksekusi. Tubuh saya merinding, saya juga melihat istri saya. Dia juga merasakan kepedihan yang sama. Ketiga ustad itu telah meninggal. Saya berdoa semoga ketiganya menjadi syuhada. Mati syahid di jalan Allah ta’ala. Terlepas apapun kata orang, pengamat atau bahkan siapapun yang mencela mereka, semoga Allah menerima mereka sebagai syuhada. Memperjuangkan apa yang mereka yakini, sebagai sebuah keyakinan atas nama ilmu yang mereka pelajari. Media-media Islam menulis tanda-tanda kesyahidan mereka diantaranya adalah adanya tiga burung yang memutar-mutar di atas rumah Ibu Tariyem saat jenazah dishalatkan di rumah itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Satu hal yang patut menjadi pelajaran adalah kegigihan mereka menyerukan semangat perlawanan. Melawan kekufuran, kezaliman dan keangkuhan musuh-musuhnya. Sikap mereka selalu jelas, kalau hitam ya hitam kalau putih ya putih. Mereka tidak pernah menampakkan sikap yang abu-abu. Ngomongnya ceplas ceplos, sangat tawakal. Bahkan saya baca di Jawa Pos hari ini, sebelum Eksekusi Amrozi sempet dilarang petugas jangan takbir keras-keras. Tetapi Amrozi menjawab dengan enteng, “Saya kan cuman pengen mengusir setan pak.” Petugas Brimob itu pun langsung diam.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Apa yang dikhawatirkan Australia terjawab sudah. Kini Amrozi, Imam Samudera dan Mukhlas telah mengukir nama mereka. Mereka menjadi syuhada bagi kaum muslimin Indonesia. Mungkin setelah ini gaung mereka akan lebih dahsyat lagi. Opini-opini mereka akan menjadi bahan kajian, bahan telaah dan suplai semangat luar biasa bagi kamu muslimin. Mereka akan menjadi ikon perlawanan abad ini. Orang islam tidak akan susah-susah mencari figure pahlawan, karena pada ketiganya ada kepahlawanan. Mungkin bukan pada aspek mengebom sasaran sipilnya, karena itu masih debatable, tetapi lebih kepada semangat perlawanan yang mereka dengungkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Imam Samudera pernah mengancam, “Amerika Serikat, Tunggulah kehancuranmu…” Yang membuat merinding, ucapan itu kini hampir terbukti kini. Eksekusi mereka bertiga bertepatan dengan kondisi Amerika yang dilanda krisis ekonomi. Inilah sebuah tanda yang patut diperhatikan secara seksama. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Pagi harinya saya masih ingin mengikuti berita pemakaman ketiga ustad itu. Tetapi saya harus meluncur ke Palur, menengok rumah yang akan kami tinggali. Bersama keluarga Bapak dan Ibu, saya meluncur ke sana. Alhamdulillah semuanya sudah selesai dibangun. Hanya ada beberapa bangunan yang kena musibah.</span><span style="font-family: Verdana;"> Tetapi rumah ini sudah seperti jodoh bagi saya dan keluarga. Jadi saya akan merawatnya sampai kapan pun. Saya mengucapkan terima kasih luar biasa kepada bapak saya yang sudah meluangkan waktunya mengelola renovasi rumah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Verdana;">Siang harinya saya dan istri serta dua putri mungil saya menuju Bejen Karanganyar. Kami ingin menjenguk anak sahabat saya Junianto, yang beberapa waktu lalu istrinya melahirkan anak pertama mereka. Setelah beberapa saat, kami pulang ke Beton. Hujan mengguyur deras, Aisy dan Tika tetap ceria seperti biasa. Mereka adalah energi kebahagian yang luar biasa. Sampai di rumah, tak ada lagi berita tentang pemakaman. Petang hari malah ada dialog di TV One tentang kenapa media begitu memberi porsi istimewa terhadap eksekusi ini. Narsumnya pun tidak berimbang, semuanya dari kalangan liberal. Ya udah matiin saja tivinya. </span></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/2008/11/10/selamat-jalan-semoga-menjadi-syuhada/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
