<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BURHANSHADIQ</title>
	<atom:link href="http://blog.burhanshadiq.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.burhanshadiq.com</link>
	<description>Inspirasi Tiada Henti</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 01:02:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Best Seller Kebetulan</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/best-seller-kebetulan.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/best-seller-kebetulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 00:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[Mereka bermain lincah seperti air. Pagi ini memang harus dinikmati. Tentu saja tidak dengan segelas kopi. Karena pagi ini kita masih puasa. Cobalah nikmati dengan menghadirkan hati, niscaya akan menjadi semakin terasa nikmat sekali. Gunung yang gagah, berselimut awan yang megah. Udara yang dingin, sejuk menyapa diri yang masih mengantuk. Maklum sahur dari mulai jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/09/45249_145192145520431_107065722666407_223835_804062_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1412" title="45249_145192145520431_107065722666407_223835_804062_n" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/09/45249_145192145520431_107065722666407_223835_804062_n-208x300.jpg" alt="" width="208" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/09/45249_145192145520431_107065722666407_223835_804062_n.jpg"></a>Mereka bermain lincah seperti air. Pagi ini memang harus dinikmati. Tentu saja tidak dengan segelas kopi. Karena pagi ini kita masih puasa. Cobalah nikmati dengan menghadirkan hati, niscaya akan menjadi semakin terasa nikmat sekali. Gunung yang gagah, berselimut awan yang megah. Udara yang dingin, sejuk menyapa diri yang masih mengantuk. Maklum sahur dari mulai jam 3, imam masjid shalat shubuhnya sangat lama.</p>
<p>Tapi sebentar lagi harus mudik ke rumah mertua. Berbagi tawa, canda dan juga THR nya. Mungkin buat ponakan yang masih kecil, yang tahunya lebaran harus bagi-bagi duit dan kue yang enak-enak. Padahal lebaran kali ini memang terasa sebagai lebaran penuh pengorbanan. Pasar buku sepi, itu teriakan banyak orang yang mencari nafkah di ranah ini. Ku bertanya pada jagoan marketing, jawabnya juga sama. Tren tak bisa ditebak, semua judul hampir bernasib sama.</p>
<p>Tapi ini dunia kreatif kawan, ada misteri yang mengasyikkan. Ada rejeki yeng tersembunyi. Ada kejutan yang membahagiakan. Karena bisa jadi memang itu rejeki sebuah penerbit yang tidak dimiliki oleh penerbit lainnya. Best seller mungkin bisa diciptakan, tapi sebagian besar terjadi karena kebetulan.</p>
<p>Bulan depan kemungkinan akan ada buku saya terbaru yang terbit dengan menggunakan nama pena. Banyak pertimbangannya sebenarnya. Tapi tidak mengapa lah, mungkin ini bagian dari sebuah pengalaman yang harus saya lakukan. Menulis dengan nama yang berbeda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/best-seller-kebetulan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keep Away From Maksiyat</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/keep-away-from-maksiyat.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/keep-away-from-maksiyat.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 03:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Maksiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1405</guid>
		<description><![CDATA[Mudahnya seorang bermaksiat, bisa jadi karena dia menganggap ringan maksiat tersebut. Apalagi bila dia punya slogan, &#8220;Saya kan manusia, tempat salah dan lupa. Jadi wajar dong kalo saya punya dosa, wajar pula kalo saya bermaksiat&#8230;&#8221; Maka hati akan tertutup oleh hidayah dan lebih mudah memandang maksiat sebagai sesuatu yang ringan dan enteng-enteng saja. Padahal dampak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mudahnya seorang bermaksiat, bisa jadi karena dia menganggap ringan maksiat tersebut. Apalagi bila dia punya slogan, &#8220;Saya kan manusia, tempat salah dan lupa. Jadi wajar dong kalo saya punya dosa, wajar pula kalo saya bermaksiat&#8230;&#8221; Maka hati akan tertutup oleh hidayah dan lebih mudah memandang maksiat sebagai sesuatu yang ringan dan enteng-enteng saja.</p>
<p>Padahal dampak maksiat itu banyak loh. Pertama, dia akan terhalang oleh ilmu yang bermanfaat. Ilmu itu cahaya, tetapi bagi mereka susah ditembuh oleh cahaya ini. Sehingga hatinya gelap, tertutup oleh masuknya ilmu. Jadi kalau kita selama ini susah nyantol kalao ikut pengajian, susah ngapal hadits sama ayat quran, mungkin saja karena maksiat kita udah tertalu tebel. Jadi harus ada kerja bakti bersih bersih hati.</p>
<p>Kedua, dia akan jauh dari rejeki yang barakah. Hidupnya sempit, rejeki menjauh dan susah. Karena sesungguhnya seorang hamba akan terhalang dari rizki dikarenakan maksiat yang dilakukannya.</p>
<p>Ketiga, Gelisah dalam hati. Gemuruh gaduh tak henti-henti, menari-nari di kepingan hati. Membuat gundah gulana karena takut adanya siksa. Membuat hidup terbayang-bayang dosa yang gedenya melebihi raksasa. Tidak ada ketenangan sama sekali.</p>
<p>Keempat, Hilangnya ketaatan. Ia akan terhalang dari ketaatan ketaatan yang lain kepada Allah. Setiap kali dia bermaksiat, maka setiap kali itu pula dia melanggar perintah Allah. Ketaatan satu persatu menjauh dari dirinya. Sehingga jiwanya gamang setiap saat. karena ia tidak mampu mendekat Allah dengan baik.</p>
<p>Kelima, Kemaksiatan akan melahirkan kehinaan.Kemuliaan itu hanya ada pada Allah, maka kalau kita ingin mendapatkan kemuliaan, kita harus taqarrub kepada Allah. Menjauhi maksiat dan menjadi hamba yang mau mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<p>Semoga catatan kecil ini bermanfaat buat kita semua.</p>
<p>Tuntaskan Ramadan dengan amalan andalan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/keep-away-from-maksiyat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Kamu, Pemilih Hatiku&#8230;</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/untuk-kamu-pemilih-hatiku.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/untuk-kamu-pemilih-hatiku.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 07:34:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1403</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Burhan Sodiq Jalan kita sudah berlalu lama. Panjang dan masih panjang terbentang. Ada bagian yang mungkin tidak sempurna, sapa hati, sapa jiwa atau bahkan mungkin kesalahan yang tidak sengaja. Berkumpul menjadi satu, mendewasakan komitmen yang kita jalin. Bersama membentuk karakter cinta, yang sudah kita mulai sejak dulu, saat kamu menerima pilihanku. Semuanya menjadi indah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Burhan Sodiq</p>
<p>Jalan kita sudah berlalu lama. Panjang dan masih panjang terbentang. Ada bagian yang mungkin tidak sempurna, sapa hati, sapa jiwa atau bahkan mungkin kesalahan yang tidak sengaja. Berkumpul menjadi satu, mendewasakan komitmen yang kita jalin. Bersama membentuk karakter cinta, yang sudah kita mulai sejak dulu, saat kamu menerima pilihanku. Semuanya menjadi indah, saat aku tahu kamu menerima aku menjadi belahan jiwamu.</p>
<p>Seperti berenang di lautan, ada ketakutan kita akan karam. Seperti mendaki gunung bebatuan, khawatir jatuh dan tertimpa reruntuhan. Tapi nanar mata berpendar-pendar, saling menguatkan dalam segala sisi kelemahan. Ada hati yang selalu mau mengerti dan memaafkan. Ada diri yang selalu mau mendampingi, melindungi dan membuat kita nyaman.</p>
<p>Ruang-ruang itu semakin luas membentang, dengan hadirnya buah hati yang lucu dan menggemaskan. Seperti bunga dengan kelopaknya, seperti kupu dengan sayap-sayapnya. Bangunan cinta semakin indah merekah. Memenuhi langit hati yang tidak lagi sendiri. Membumbung tinggi ke angkasa dengan gagah.</p>
<p>Ramadan kali ini sebagai saksi. Akan jalinan ini akan selalu terpatri. Mungkin ada canda yang berlebih, atau kata yang berbuih. Tapi semua itu hanya ingin menunjukkan sebentuk perhatian mendalam, dari hati yang paling dalam. Kata-kata yang dirangkai pelan, agar sampai ke relung jiwa dan hati pualam.</p>
<p>Masih panjang jalan menuju kemenangan. Masih jauh kaki melangkah menuju ridha Ar Rahman. Ku butuh kamu tuk sempurnanya aku. Sebagaimana kamu butuh aku tuk sempurnanya dirimu. Segala harap pada Ilahi Rabbi, semoga selalu menjadi hati hati kita dalam naungan cintaNya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/untuk-kamu-pemilih-hatiku.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Ibu dan Keluhan Suami</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/dua-ibu-dan-keluhan-suami.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/dua-ibu-dan-keluhan-suami.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 08:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1399</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat lalu istri saya kedatangan tamu. Dua orang ibu-ibu yang ingin bercurhat tentang keluarganya. Salah satunya merasa salah memilih suami. Karena suami dia punya banyak kekurangan. Istri kemudian bercerita ke saya, karena kedua ibu itu sempat menulis beberapa catatan untuk diberikan kepada saya. Harapannya saya bisa memberi mereka solusi terbaik atas kondisi suaminya itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa saat lalu istri saya kedatangan tamu. Dua orang ibu-ibu yang ingin bercurhat tentang keluarganya. Salah satunya merasa salah memilih suami. Karena suami dia punya banyak kekurangan. Istri kemudian bercerita ke saya, karena kedua ibu itu sempat menulis beberapa catatan untuk diberikan kepada saya. Harapannya saya bisa memberi mereka solusi terbaik atas kondisi suaminya itu. Saya pun menghela nafas agak panjang. Ketika mengetahui masalah mereka ternyata cukup parah dan cukup pelik.</p>
<p>Beberapa saat berlalu, saya terlibat sebuah obrolan dengan teman. Dia mengeluhkan kondisi keluarganya yang sedang dililit hutang. Penghasilan tidak sebanding dengan pengeluaran. Masuknya segini, tapi pengeluaran segitu besar. Dia bingung. Istrinya juga sempat nangis karena tidak menemukan solusi atas masalah mereka. Hidup seperti dikejar-kejar, begitu katanya. Saya juga hanya bisa menghela nafas panjang. Ini masalah berat. Saya mencoba berempati. Saya menyarankan cobalah mengurangi hutang dengan menjual apa yang bisa dijual. Tidak tahu, apa dia menerima saran saya ataukah enggak. Setidaknya saya sudah berusaha.</p>
<p>Sobat, masalah itu banyak. Setiap orang punya masalah. Saya juga ada masalah, tapi mungkin tingkat ujiannya berbeda-beda. Allah memberi kita soal sesuai dengan kapasitas kita. Orang hebat, dikasih ujian yang hebat. Orang yang belum hebat dikasih ujian hebat agar dia segera menjadi hebat. Intinya kita kudu bersyukur atas apa yang menimpa kita. Karena sangat mungkin ada orang yang memiliki masalah lebih besar dan lebih rumit dari apa yang kita alami.</p>
<p>Kita sedang berproses untuk menjadi hamba yang bertakwa. Di bulan mulia, bulan penuh harap dan cita-cita. Mencari yang terbaik dan menuai yang terbaik pula. Anak istri dan keluarga adalah ujian. Kadangkala kita bisa mengatasi masalah yang muncul, tapi kadang kala kita berada pada titik buntu, tidak tahu harus bagaimana.</p>
<p>Kepada Allah lah kita berharap dan menumpukan segala pinta. Semoga teman saya tadi segera dapat jalan keluar. Dan dua ibu tadi segera mendapatkan solusi atas masalahnya. Karena saya yakin, Allah Maha Melihat kesulitasn hambaNya. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanNya yang shalih dan shalihah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/dua-ibu-dan-keluhan-suami.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iktikaf Engga?</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/iktikaf-engga.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/iktikaf-engga.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 01:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1394</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sudah mulai menjelang. Saatnya bersiap untuk mengasingkan diri di masjid-masjid Allah. shalat, dzikir, baca Quran dan tentu saja bermunajat kepada Allah dengan segala harap dan takut kepadaNya. Amalan yang satu ini memang khas. Tidak bisa diganti dengan amalan lain. Karena amalan ini membutuhkan kesabaran dan keuletan. Setidaknya takmir harus mendukung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/23596_116095575081722_100000438390371_199284_5165925_s.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1397" title="23596_116095575081722_100000438390371_199284_5165925_s" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/23596_116095575081722_100000438390371_199284_5165925_s.jpg" alt="" width="129" height="86" /></a></p>
<p>Sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sudah mulai menjelang. Saatnya bersiap untuk mengasingkan diri di masjid-masjid Allah. shalat, dzikir, baca Quran dan tentu saja bermunajat kepada Allah dengan segala harap dan takut kepadaNya. Amalan yang satu ini memang khas. Tidak bisa diganti dengan amalan lain. Karena amalan ini membutuhkan kesabaran dan keuletan. Setidaknya takmir harus mendukung amalan ini dengan fasilitas mesjid yang memadai.</p>
<p>Ibadah iktikaf membutuhkan keseriusan. Tidak boleh banyak ngomong, ngumpul-ngumpul tidak jelas, dan membuang waktu percuma. Ada tuh iktikaf tapi masih bawa laptop, hape dan bahkan update status fb. Sebaiknya iktikaf bersih dari itu semua. Sayang kalau seandainya iktikaf menjadi sesuatu yang biasa biasa saja.</p>
<p>Sekarang cari masjid yang nyaman buat iktikaf. Jangan banyak tidur, tapi banyaklah mengaji dan berdzikir. Agar dosa kita bersih dan jiwa kita menjadi semakin matang. Sudah siap?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/iktikaf-engga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Musibah Sebagai Pelajaran</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/musibah-sebagai-pelajaran.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/musibah-sebagai-pelajaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 17:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1391</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Sinabung meletus. Korbannya pasti orang-orang tak berdaya lagi. Masalah sosial kembali marak, pengungsi, korban meninggal dan lainnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah negeri ini. Tapi nampaknya orang hanya melihat musibah sebagai fenomena alam saja. Mereka tidak pernah mengaitkan apa yang terjadi dengan dosa dan kesalahan yang mereka buat selama ini. Sementara di Tangerang Selatan, malah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gunung Sinabung meletus. Korbannya pasti orang-orang tak berdaya lagi. Masalah sosial kembali marak, pengungsi, korban meninggal dan lainnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah negeri ini. Tapi nampaknya orang hanya melihat musibah sebagai fenomena alam saja. Mereka tidak pernah mengaitkan apa yang terjadi dengan dosa dan kesalahan yang mereka buat selama ini.</p>
<p>Sementara di Tangerang Selatan, malah terjadi banjir. Padahal sekarang sudah tidak musim hujan lagi. Ada apa ini ya? Kok menjadi kebalik-balik begini. Belum lagi soal adanya lubang api yang lebarnya dua kali lapangan bola di Turkmenistan kalau tidak salah. Fenomena alam lama kelamaan menjadi semakin susah dipahami. Saya pikir, saatnya kita kembali kepada Allah.</p>
<p>Selama kita mau menuruti apa yang Allah mau, segalanya akan menjadi sebuah keberkahan bagi kita semua. Musibah adalah ayat Allah yang harus selalu menjadi pelajaran bagi kita. Sejauh mana kita bisa menjadi hamba yang bisa mengambil pelajaran yang terbaik bagi hidup kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/musibah-sebagai-pelajaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku di Balikpapan</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-balikpapan.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-balikpapan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 00:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1386</guid>
		<description><![CDATA[Ada undangan ke Balikpapan. Bedah buku di sekolah-sekolahan. Buku yang dipilih Karena Cinta Harus Memilih yang imut-imut itu. Dengan semangat 45, saya menuju bandara Jogja. Pesawat Mandala jam 10 ternyata dipending dan dinyatakan gagal terbang waktu itu. Saya kudu ngantri cari tiket Sriwijaya. Humm, kaki berasa kaku semua deh. Jam 3 sore, alhamdulillah pesawat take [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada undangan ke Balikpapan. Bedah buku di sekolah-sekolahan. Buku yang dipilih <a title="Karena Cinta" href="http://gazzamedia.com/index.php?act=detail_buku&amp;&amp;id_buku=82">Karena Cinta Harus Memilih</a> yang imut-imut itu. Dengan semangat 45, saya menuju bandara Jogja. Pesawat Mandala jam 10 ternyata dipending dan dinyatakan gagal terbang waktu itu. Saya kudu ngantri cari tiket Sriwijaya. Humm, kaki berasa kaku semua deh.</p>
<p>Jam 3 sore, alhamdulillah pesawat take off dan mendarat dengan mulus di bandara Sepinggan Balikpapan. Sudah ada team penjemput saat itu yang kelepan kelepon terus dari sejak pesawat datang. &#8220;Maaf pak, saya lagi nunggu bagasi. Sebentar ya.&#8221; jawab saya singkat.</p>
<p>Berbuka segelas air mineral, melesat kita ke tempat transit. RS Pertamina, ada masjid mungil, cantik tempat saya bermalam. Dapat sekotak snak, saya sudah diminta ngisi kultum di masjid yang cukup jauh dari tempat itu. Dari sinilah pengalaman dakwah bermula.</p>
<p>5 hari saya berada di kota ini. Kotanya bagus, menarik dan viewnya dapet! Karena di depan jalan terhampar lautan dengan asesoris kapal kapal gede yang membuat indah pemandangan. Bahkan saya juga sempat naik speed boad membelah samudera waktu mau ke pulau Itci. Tempat dimana saya juga mengisi bedah buku di masjid Muhajirin yang fenomenal itu.</p>
<p>Saya bersyukur atas kesempatan ini. Semoga bedah buku berikutnya tidak kalah asyiknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-balikpapan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INFO: TRAINING MENULIS KREATIF REMAJA</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/info-training-menulis-kreatif-remaja.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/info-training-menulis-kreatif-remaja.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 05:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1381</guid>
		<description><![CDATA[Jarang banget ada peluang seperti ini. Pelatihan menulis kreatif dasar untuk para remaja. Kamu akan mendapatkan beberapa trik bagus seputar: - Bagaimana memompa semangat menulis. - Bekal apa saja yang harus diketahui penulis. - Menulis jenis apa dan bagaimana caranya. - Serta bagaimana menemukan ide, tema, judul dan kemasan tulisan agar menarik. Segera daftarkan diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/pamplet-training-nulis.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1382" title="pamplet training nulis" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/pamplet-training-nulis-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" /></a></p>
<p>Jarang banget ada peluang seperti ini. Pelatihan menulis kreatif dasar untuk para remaja. Kamu akan mendapatkan beberapa trik bagus seputar:</p>
<p>- Bagaimana memompa semangat menulis.</p>
<p>- Bekal apa saja yang harus diketahui penulis.</p>
<p>- Menulis jenis apa dan bagaimana caranya.</p>
<p>- Serta bagaimana menemukan ide, tema, judul dan kemasan tulisan agar menarik.</p>
<p>Segera daftarkan diri kamu dengan HTM 30 ribu rupiah. Hubungi Mas Anto di 0271 921 4550.</p>
<p>Ditunggu ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/info-training-menulis-kreatif-remaja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Kerinduan</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/semangat-kerinduan.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/semangat-kerinduan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 15:19:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kerinduan; Kangen; Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1354</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Allah menyapaku. Kerinduan selama hampir sepekan menjelma menjadi keinginan segera bertemu. Dengan semangat istri dan anak anak menyambut kedatangan hingga ke kota gudeg Jogjakarta. Pesawat terlambat setengah jam, dengan kereta pagi, istri dan anak anak melaju hingga ke stasiun Maguwo. Sesampainya saya tiba di Jogja, saya segera mencari ketiga kekasih saya itu. Alhamdulillah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/4595_1113802678832_1039873883_30347545_7032145_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1363" title="4595_1113802678832_1039873883_30347545_7032145_n" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/4595_1113802678832_1039873883_30347545_7032145_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/4595_1113802678832_1039873883_30347545_7032145_n.jpg"></a>Hari ini Allah menyapaku. Kerinduan selama hampir sepekan menjelma menjadi keinginan segera bertemu. Dengan semangat istri dan anak anak menyambut kedatangan hingga ke kota gudeg Jogjakarta. Pesawat terlambat setengah jam, dengan kereta pagi, istri dan anak anak melaju hingga ke stasiun Maguwo. Sesampainya saya tiba di Jogja, saya segera mencari ketiga kekasih saya itu. Alhamdulillah ketemu di sebuah sudut musola di belakang kantin siap saji itu. Leburlah rasa kangen sepekan, serasa berbulan-bulan tiada bertemu.</p>
<p>Tanpa mengulur waktu panjang, akhirnya berempat kompak menuju stasiun. Melalu lorong bawah tanah, sampailah di stasiun mungil itu. Ups, ternyata tiket harus dibeli di loket seberang jalan. Baliklah kami berempat, tanpa sadar kereta kuning itu sudah parkir di tempat. Tak bisa kita lari, hingga akhirnya kereta itu pergi. Humm&#8230;lepas deh! Akhirnya berempat berembug. Dan disepakati untuk naik bus menuju Solo. Karena jadwal Prameks berikutnya jam 2 siang, padahal saat itu baru jam 10.30 wib.</p>
<p>Menunggu di pinggir jalan, berharap bisa dapat bus Jogja Sby yang ber AC. Tapi ternyata kalau siang, tidak ada satupun bus jurusan SBY yang boleh menaikkan penumpang kecuali dari terminal dan agen agen nya. Terpaksa naik bus bumel menuju Solo. Setengah perjalanan lebih, anak anak masih ceria setiap saat. Baru beberapa menit kemudian, si kecil Aisy sudah terlelap di pangkuan. Sementara kakaknya, Atika, justru merasa pusing dan mual-mual. Akhirnya yang dikhawatirkan pun terjadi, Atika mabuk perjalanan. Bajunya basah, padahal tidak membawa pakaian ganti.</p>
<p>Rencanapun berubah, akhirnya kami turun di kantor. Istirahat sejenak, dan dapat pinjaman motor dari kawan kerja. Berempat melesat menembus gerimis hujan. Lengkap dengan dua ransel bekal perjalanan dari Balikpapan. Saya lihat jarum bensin sudah limit di posisi empty. Berhentilah di pom, ketika hendak membuka jok, ternyata motor ini lain daripada yang lain. Pembuka joknya berada di tuas kunci depan. Karena tidak tahu dan tidak terbiasa, akhirnya tidak jadi mengisi bensin. Hihihi.</p>
<p>Dengan perasaan cemas dan was was kalau kalau bensin mendadak habis, kami tetap melaju menembus hujan. Alhamdulilillah perjalanan sampai di tujuan, rumah cinta kami yang sejuk dan nyaman. Terima kasih ya Allah, inilah semangat kerinduan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/semangat-kerinduan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Aku Abimu&#8230;</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/karena-aku-abimu.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/karena-aku-abimu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 16:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Abi; Anak; Mutiara; keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1351</guid>
		<description><![CDATA[Tertegun melihat bening matamu. Takjub mengetahui pertanyaan-pertanyaanmu. Akankah aku bisa mengimbangimu nanti. Di saat aku semakin tua, dan kamu semakin meremaja. Ocehan yang tak pernah bosan aku mendengarnya. Teriakan manja yang selalu membuat hatiku menari-nari nan bahagia. Semuanya hadir di hatiku terdalam, saat melihat kalian, anak-anakku tercinta.Inilah energi yang selalu aku cari setiap pagi. Menunggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/Aisy-Tika-Lucu3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1372" title="Aisy Tika Lucu" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/Aisy-Tika-Lucu3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/08/Aisy-Tika-Lucu3.jpg"></a>Tertegun melihat bening matamu. Takjub mengetahui pertanyaan-pertanyaanmu. Akankah aku bisa mengimbangimu nanti. Di saat aku semakin tua, dan kamu semakin meremaja. Ocehan yang tak pernah bosan aku mendengarnya. Teriakan manja yang selalu membuat hatiku menari-nari nan bahagia. Semuanya hadir di hatiku terdalam, saat melihat kalian, anak-anakku tercinta.Inilah energi yang selalu aku cari setiap pagi. Menunggu kalian bangun dan meramaikan suasana rumah sepi ini. Sehingga pecahlah kesunyian, dan ramailah keindahan. Karena hadir kalian dalam canda dan tawa yang membahana. Menggemincingkan sukma yang sudah mulai tua.</p>
<p>Pernah dalam suatu episode yang Allah berikan padaku, kamu tertidur di stang motorku. Lelah wajahmu karena sekolah 8 jam setiap hari. Tiba-tiba motor bututku mengeluarkan suara aneh. Batuk batuk sepanjang jalan, dan akhirnya mendadak mati. Mata kecilmu tak terbuka, nyenyak sekali nampaknya, meski berbantal spedometer yang tak ada empuk-empuknya. Perlahan ku turun dan memeriksa businya. Ternyata semua baik-baik saja. Tetapi motor itu tak mau menderumkan mesinnya. Aku buka tangkinya, Ups ternyata habis bahan bakarnya. Puasa hampir berbuka, ku tuntun pelan motor dan kamu berada di atasnya. Maafkan abimu, karena lupa mengisi bensin hari ini. Terengah menengah, mencari celah di antara deratan kendaraan yang memadati jalan raya saat itu. Untuk kamu sayang, anak-anak cantikku&#8230;</p>
<p>Atau teringat aku pada suatu malam. Saat raga memanggil untuk direbahkan. Sudah beberapa meter pintu rumah tergapai. Ternyata sandalmu hilang satu. Aku harus kembali menyusuri gelap malam. Hanya sekedar mencari sandal kirimu yang terjatuh. Mata terpaksa terbelalak, raga tertahan tuk istirahat sejenak. Semoga ini karena aku adalah ayahmu. Yang akan bertanggung jawab terhadap kalian, anak anakku&#8230;</p>
<p>Kepada setiap ayah, kepada setiap ibu. Anak anak adalah mutiara terindah, apapun kelemahan dan kekurangan mereka. Hargailah setiap upaya yang mereka lakukan. Pahamilah dengan bahasa cinta yang menentramkan. Karena itulah yang mereka butuhkan. Keteladanan dan pengorbanan, meski hanya sekedar menuntun motor, atau mencarikan sandal yang hilang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/karena-aku-abimu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
