Beberapa saat lalu istri saya kedatangan tamu. Dua orang ibu-ibu yang ingin bercurhat tentang keluarganya. Salah satunya merasa salah memilih suami. Karena suami dia punya banyak kekurangan. Istri kemudian bercerita ke saya, karena kedua ibu itu sempat menulis beberapa catatan untuk diberikan kepada saya. Harapannya saya bisa memberi mereka solusi terbaik atas kondisi suaminya itu. Saya pun menghela nafas agak panjang. Ketika mengetahui masalah mereka ternyata cukup parah dan cukup pelik.

Beberapa saat berlalu, saya terlibat sebuah obrolan dengan teman. Dia mengeluhkan kondisi keluarganya yang sedang dililit hutang. Penghasilan tidak sebanding dengan pengeluaran. Masuknya segini, tapi pengeluaran segitu besar. Dia bingung. Istrinya juga sempat nangis karena tidak menemukan solusi atas masalah mereka. Hidup seperti dikejar-kejar, begitu katanya. Saya juga hanya bisa menghela nafas panjang. Ini masalah berat. Saya mencoba berempati. Saya menyarankan cobalah mengurangi hutang dengan menjual apa yang bisa dijual. Tidak tahu, apa dia menerima saran saya ataukah enggak. Setidaknya saya sudah berusaha.

Sobat, masalah itu banyak. Setiap orang punya masalah. Saya juga ada masalah, tapi mungkin tingkat ujiannya berbeda-beda. Allah memberi kita soal sesuai dengan kapasitas kita. Orang hebat, dikasih ujian yang hebat. Orang yang belum hebat dikasih ujian hebat agar dia segera menjadi hebat. Intinya kita kudu bersyukur atas apa yang menimpa kita. Karena sangat mungkin ada orang yang memiliki masalah lebih besar dan lebih rumit dari apa yang kita alami.

Kita sedang berproses untuk menjadi hamba yang bertakwa. Di bulan mulia, bulan penuh harap dan cita-cita. Mencari yang terbaik dan menuai yang terbaik pula. Anak istri dan keluarga adalah ujian. Kadangkala kita bisa mengatasi masalah yang muncul, tapi kadang kala kita berada pada titik buntu, tidak tahu harus bagaimana.

Kepada Allah lah kita berharap dan menumpukan segala pinta. Semoga teman saya tadi segera dapat jalan keluar. Dan dua ibu tadi segera mendapatkan solusi atas masalahnya. Karena saya yakin, Allah Maha Melihat kesulitasn hambaNya. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanNya yang shalih dan shalihah.

Leave a Reply