Dari Aura Sampai Laptop Mati
Ahad kemarin saya ke UNES. Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke kampus yang berada di Ungaran itu. Keperluannya untuk menjadi pemateri sebuah kajian muslimah, Agar Auramu Mempesona. Saya sempet merasa dikerjai panitia, karena hingga satu hari menjelang hari H saya belum diberi tahu kepastiannya. Tetapi ternyata hal itu karena aspek ketidak-sengajaan saja karena mungkin mereka sangat sibuk.
Saya berangkat jam 06.30 dari rumah kontrakan. Anak-anak rewel, nangis semalaman karena sariawan yang mereka derita. Saya melunur ke terminal, mencari jasa bus Patas AC yang bisa mengantarkan saya ke tempat tujuan. Akhirnya saya menupang bus APOLLO, tarifnya 20 000. Perjalanan lancar, sampai di Ungaran pukul 08.30 WIB. Dari sini semuanya lancar-lancar saja, hingga akhirnya saya dijeput oleh seorang panitia.
Saat perjalanan, ternyata Allah kasih ujian. Ban kendaraan yang kami tumpangi bocor. Terpaksa tertunda sejenak hingga akhirnya terdapat motor pengganti. Sampai di UNES saya cukup terkejut. Karena ternyata kampus ini harus dijangkau dengan perjalanan cukup jauh dari jalan raya besar. Karena saya tidak lewat gerbang depan, maka saya hanya mendapati pemandangan gedung-gedung perkualiahan yang usianya sudah cukup tua. Saya diampirkan panitia ke sebuah masjid kecil yang menjadi sekretariat mereka. Masjidnya mungil, lucu dan enak. Di depannya terdapat tenda-tenda mahasiswa UNES yang sedang melakukan sebuah training leadership.
Wow! Laptop Mati
Jam 10 saya bersiap, karena sesi saya kudu segera dimulai. Saya masuk ruangan, dan memang benar tak ada hijab. Saya bak dosen kampus, duduk di depan kelas dengan audience all akhwat. Semuanya akhwat kecuali saya dan moderatornya. Bagi saya ini satu hal yang baru. Karena selama ini majelis akhwat yang saya datangi selalunya dikasih tabir. Sehingga saya tidak tahu apakah mereka mendengarkan saya, gojek sendiri atau malahan ada yang ngerasani saya. Hehehe. Sayangnya saya sempet grogi juga karena diliatin sekian banyak akhwat. Yach namanya juga majelis akhwat, masak dipandang ikhwan.
Acara cukup bisa saya kendalikan, meski saya juga merasa terlalu cepat menyampaikan. Beberapa pertanyaan sempat pula diajukan, dan alhamdulillah saya bisa menjawabnya. Meski saya juga tidak tahu apakah penanya puas atau tidak. Sesi materi pun berakhir. Saya sempat mengalami blank saat lap top yang saya gunakan mati di tengah sesi. Saya cukup panik tapi ternyata cuman kehabisan batere. Duh Jadul banget saya yaks. Sukses buat temen-temen di UNES, semoga selalu menjadi muslimah yang cantik dan produktif!

Comments:2