<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BURHANSHADIQ &#187; Artikel Santai</title>
	<atom:link href="http://blog.burhanshadiq.com/category/samtai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.burhanshadiq.com</link>
	<description>Inspirasi Tiada Henti</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Satu Seminar, Berjuta Inspirasi Didapatkan</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/satu-seminar-berjuta-inspirasi-didapatkan.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/satu-seminar-berjuta-inspirasi-didapatkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 02:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=2022</guid>
		<description><![CDATA[Saat anda disodori sebuah iklan seminar apa yang terbetik di benak anda. Ada yang langsung melirik ke HTM nya. &#8220;Wow Mahal!&#8221; langsung kita mengurungkan diri tidak akan ikut acara itu. Ini juga menjadi pengalaman temen temen saat mengelola seminar kemarin. Saat dia menyebar SMS ke beberapa orang ttg seminar parenting, ada sms masuk. &#8220;Taklim yg [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat anda disodori sebuah iklan seminar apa yang terbetik di benak anda. Ada yang langsung melirik ke HTM nya. &#8220;Wow Mahal!&#8221; langsung kita mengurungkan diri tidak akan ikut acara itu. Ini juga menjadi pengalaman temen temen saat mengelola seminar kemarin. Saat dia menyebar SMS ke beberapa orang ttg seminar parenting, ada sms masuk. &#8220;Taklim yg gratis saja banyak, ngapain harus bayar!&#8221; Temen saya itu dongkol, tapi menjadi wajar setelah saya tenangkan.</p>
<p>Memang tidak semua orang mau untuk berkorban untuk membayar. Padahal bayaran itu sebenarnya juga akan kembali dalam berbagai fasilitas yang akan dia terima. &#8220;Saya ga perlu fasilitas mas, yang penting bisa gratis. Gimana?&#8221; ampuh juga nih pernyataan. Kalau udah ketemu orang seperti ini ya sudah nyerah deh. Mereka tidak sadar bahwa mengundang pembicara dari luar kota itu butuh transport, dan juga butuh fee sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan. Karena sudah mau berbagi pengetahuan, ilmu dan juga pengalaman. </p>
<p>Pengalaman saya mengikuti seminar bisa mendapat banyak ide dan gagasan. Misalnya saat saya ikut seminar di sebuah resto awal bulan lalu. Dengan 4 pembicara dari berbagai bidang, saya jadi tahu kalau anak saya termasuk inatensi meski dengan kadar sedikit. Dia susah konsentrasi dan suka aktif dengan dirinya sendiri. Saya jadi tahu pula bahwa berbicara dengan anak sebaiknya kita memosisikan diri sepadan dengan tinggi tubuh anak kita. Dengan menunduk kita menjadi sebaya dengan mereka. Kita juga tahu bahwa nama besar dan terkenal tidak identik dengan keahlian presentasi di depan. </p>
<p>Hal serupa juga saya dapati pada seminar senin lalu. Saya jadi tahu bahwa orang dibagi menjadi beberapa tipe. Men of vision, men of power dan men satu lagi saya lupa. Ada pula pengetahuan soal bagaimana gerakan NAM (New Aga Movement) yang mengelabuhi kaum muslimin dengan berbagai macam training yang ada. Mereka punya prinsip bahwa tidak ada benar dan salah. Yang ada hanya bermanfaat atau tidak bermanfaat. Pembicara juga bilang kata kata positif juga harus diwaspadai. Bila tidak hati hati kita bisa terjerumus pada kesyirikan. semisal kamu luar biasa, kamu pasti bisa, kamu tidak boleh gagal, kamu tidak ada masalah kamu cerah kamu pasti bahagia dan lain lain. Mereka juga melakukan berbagai larangan. Orang tua dilarang untuk melarang, memerintah dan marah. Padahal menurut pembicara, melarang orang melakukan 3M itu sudah melanggar prinsip pertama yaitu melarang. Lagipula dalam quran bahasa larangan banyak sekali kita jumpai&#8230;</p>
<p>Inilah hebatnya sebuah seminar. Saya bisa meraup banyak ide, banyak gagasan dan juga inspirasi yang hebat. Selama seminar itu terjangkau, ikutilah. karena kita tidak akan pernah tahu Allah memberi kita ilham dari pintu yang mana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/satu-seminar-berjuta-inspirasi-didapatkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melatih Kepedulian Sebagai Manusia</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/melatih-kepedulian-sebagai-manusia.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/melatih-kepedulian-sebagai-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 02:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=2020</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah punya kebiasaan menyuapi seorang yang buta. Setiap kali beliau lewat, selalu beliau luangkan waktunya untuk menyuapi orang buta itu. Tapi ketika beliau sudah tiada. Abu Bakar yang menggantikan beliau. Namun ternyata bapak yang buta itu tahu kalau suapan ini tidak seperti biasanya. Dia akhirnya tahu bahwa Rasulullah sudah meninggal. Pria yang luar biasa baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah punya kebiasaan menyuapi seorang yang buta. Setiap kali beliau lewat, selalu beliau luangkan waktunya untuk menyuapi orang buta itu. Tapi ketika beliau sudah tiada. Abu Bakar yang menggantikan beliau. Namun ternyata bapak yang buta itu tahu kalau suapan ini tidak seperti biasanya. Dia akhirnya tahu bahwa Rasulullah sudah meninggal. Pria yang luar biasa baik itu sudah pergi selamanya.</p>
<p>Kita belajar dari kisah singkat itu, bahwa di dunia ini ada yang kita sebut dengan kepedulian. Mungkin kita masih ingat betapa China yang sudah sangat maju menjadi masyarakat yang kehilangan kepedulian. Mereka maju di bidang ekonomi, tapi surut dari aspek moralitas dan kepedulian. Saat ada bocah kecil tergeletak tertabrak mobil, tak ada yang menolong selama berjam jam. Hanya jadi tontonan saja. Akhirnya ditolong oleh seorang pemulung. Kepedulian sudah sangat minim.</p>
<p>Kita harus belajar dari ini semua. Seberapa peduli kita dengan lingkungan kita sendiri. Orang-orang yang mencintai kita, menyayangi kita dan peduli dengan kita, kadang malah tidak kita pedulikan. Kita sibuk dengan banyak urusan. Sekolah, kampus, kerja dan banyak lagi. Sampai sampai kita menjadi manusia yang sudah tidak peduli dengan orang orang di sekitarnya. Kembalilah sayangi mereka, mumpung mereka masih ada&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/melatih-kepedulian-sebagai-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fesbuk Bukanlah Kuburan Aktivis Islam</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/fesbuk-bukanlah-kuburan-aktivis-islam.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/fesbuk-bukanlah-kuburan-aktivis-islam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 23:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=2018</guid>
		<description><![CDATA[Seperti seorang yg sakti, bisa tahu pikiran sekian banyak orang dengan satu halaman saja. Ada yang mengeluh aduh, ada yang tertawa bahagia, ada yang tiba tiba berkata kotor dan mengumpat sejadi jadinya. Kita mendadak sakti dengan website buatan mark zukenberg ini. Apakah kita dapat uang? Tentu saja tidak. Tapi ada satu kebutuhan yang tersalurkan. Diam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti seorang yg sakti, bisa tahu pikiran sekian banyak orang dengan satu halaman saja. Ada yang mengeluh aduh, ada yang tertawa bahagia, ada yang tiba tiba berkata kotor dan mengumpat sejadi jadinya. Kita mendadak sakti dengan website buatan mark zukenberg ini. Apakah kita dapat uang? Tentu saja tidak. Tapi ada satu kebutuhan yang tersalurkan. Diam diam kita seperti anak kecil yang selalu ingin diperhatian. &#8220;Hei lihatlah saya, saya menulis status loh&#8230;&#8221; Maka tidak heran bila status-status ada yang dimanajemen sedemikian rupa. Kapan menulis status dan apa yang ditulis. Karena status kita adalah buah pikiran kita. Bila hanya keluhan, maka demikianlah adanya hidup kita, penuh dengan keluhan.</p>
<p>Pertanyaan besarnya adalah, bisa apa kita dengan fesbuk? Bisa kenal berbagai orang. Saya cukup duduk di kantor, atau di kamar sunyi, saya bisa belajar dari berbagai profil orang orang yang meng-add saya. Saya bisa baca aktivitas mereka, dinding mereka dan juga tentu saja foto foto mereka. Dari situ saya menjadi lebih dewasa. Bahwa dunia ini dihuni oleh beraneka macam tipe orang. Dan tentu saja, setiap pribadi perlu perlakuan sendiri-sendiri. Ada yang komentar2nya pedas khas yang membakar telinga. Tapi ada juga yang santun dan penuh pesona. Semuanya dibuat santai, tidak perlu ditanggapi serius, karena bagi saya fesbukan itu bukan sesuatu yang serius. Serius itu wajah tegang, alis ketemu di tengah dan SANGAR.</p>
<p>Saya lanjutkan lagi, bisa apa kita dengan fesbuk ini. Saat awal awal dulu fesbuk menggejala, banyak tuduhan riya&#8217; kepada saya. Gara-garanya sepele, saya selalu menginformasikan acara -acara yang akan saya datangi. Bedah buku, pengajian akbar, atau bahkan cuma sekedar mengajar di pondok. Bagi orang dengan level keshalihan tertentu mungkin semua itu dianggap pamer. Tapi bagi sebagian orang yang berpikir positif tentu saja itu memberi manfaat yang besar, setidaknya kalau dia tidak bisa hadir, bisa merekomendasikan pada yang lainnya.</p>
<p>Bisa apa kita dengan fesbuk? Saya berharap teman teman saya yang muda belia, baik yang ikhwan atau yang akhwat bisa menjawab pertanyaan saja. Tentu saja bukan untuk mencari calon istri dan obral janji, karena kalau Anda kenalnya di dunia maya, semuanya akan terus menjadi maya sampai anda menemukan buktinya. Jadikan fesbuk sebagai alat propaganda. Informasikan kegiatan islami, pikiran pikiran islami, kontra opini dan juga aksi aksi nyata yang berimbas di dunia maya. Jangan hanya berhenti dengan menunjukkan betapa galaunya anda. Tapi cobalah bersiasat, bagaimana menggunakan fesbuk sebagai senjata perjuangan, dan bukan malah menjadi kuburan massal aktivis islam.</p>
<p>*maaf bila tulisan saya menyinggung sodara*</p>
<p>Burhan Sodiq</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/fesbuk-bukanlah-kuburan-aktivis-islam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedagang dan Rasa Sabar</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/pedagang-dan-rasa-sabar.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/pedagang-dan-rasa-sabar.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 22:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=2013</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kepergian bapak, saya punya aktivitas rutin baru, yakni menjemput ibu. setiap sore saya nunggu beliau di depan pintu masuk pasar Klewer. Ditemani anak sulung saya, aktivitas itu menjadi semakin menarik. Sore kemarin saya mengamati dua orang suami istri yang sedang merapikan dagangan mereka. Karena sudah sore mereka kukut (jawa). saya lihat warna wajah mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2012/01/pedagang-bunga2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-2016" title="pedagang-bunga2" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2012/01/pedagang-bunga2-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p>Setelah kepergian bapak, saya punya aktivitas rutin baru, yakni menjemput ibu. setiap sore saya nunggu beliau di depan pintu masuk pasar Klewer. Ditemani anak sulung saya, aktivitas itu menjadi semakin menarik. Sore kemarin saya mengamati dua orang suami istri yang sedang merapikan dagangan mereka. Karena sudah sore mereka kukut (jawa). saya lihat warna wajah mereka begitu tenang. dagangan mereka berupa tas leptop dari kain batik dengan berbagai macam corak. Dua orang suami istri itu nampak sangat rukun. Mereka nampaknya sangat pasrah dengan rejeki berapa saja yang dikasih sama Allah per harinya.</p>
<p>Jiwa semacam itulah yang saya butuhkan sekarang. Tenang, tawakal, kalem, dan juga bersahaja. Tidak kemrungsung (jawa) tidak tergesa gesa menuai hasil. Seringkali motivator-motivator itu justru menyuntikkan zat beracun bernama ketidaksabaran. Mereka memompa semangat juang hanya untuk hasil yang cepat. Cobalah lihat seminar-seminar yang ditawarkan di baliho-baliho sudut kota. Menjual tema tema gahar yang memesona mata dan pikiran. membuat nafsu meraung-raung untuk KAYA dalam tempo sesingkat-singkatnya dan dilakukan secara tidak seksama.</p>
<p>Saya jadi teringat sebuah nasihat, &#8220;bila memang sudah ketemu tujuan, maka segerlah bikin perencanaaan yang matang.&#8221; Sebab bila niat bisnis kita hanya main-main, maka Allah juga akan kasih hasil yang main main saja. Namun bila bersungguh-sungguh menjalani prosesnya sejak awal, maka insya Allah, hasilnya juga bukan main. Inilah hasil pengamatan saya sejenak di sore itu, bisa jadi nanti sore saya menemukan pengamatan lainnya. ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/pedagang-dan-rasa-sabar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POLISI DAN KEARIFAN LOKAL</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/polisi-dan-kearifan-lokal.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/polisi-dan-kearifan-lokal.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 18:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=2010</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini peran polisi disorot tajam. Kesatuan berbaju cokelat ini dinilai sering melanggar HAM berat. Kasus Sape Bima dan juga beberapa kasus lainnya menguatkan dugaan ini. Belum lagi kasih terbunuhnya tahanan di bawah umur serta perlakuan kejam terhadap tahanan di sel menjadi pembenar asumsi tersebut? lalu ada apa sebenarnya dengan institusi &#8220;terhormat&#8221; ini? Bagaimana perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2012/01/images-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-2011" title="images (1)" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2012/01/images-1.jpg" alt="" width="119" height="104" /></a></p>
<p>Dewasa ini peran polisi disorot tajam. Kesatuan berbaju cokelat ini dinilai sering melanggar HAM berat. Kasus Sape Bima dan juga beberapa kasus lainnya menguatkan dugaan ini. Belum lagi kasih terbunuhnya tahanan di bawah umur serta perlakuan kejam terhadap tahanan di sel menjadi pembenar asumsi tersebut? lalu ada apa sebenarnya dengan institusi &#8220;terhormat&#8221; ini?</p>
<p>Bagaimana perjalanan panjang tindakan brutal yang mereka obral? Inilah 14 daftar seperti dirilis Indonesia Police Watch, Senin (19/12).</p>
<p>12 Januari: Sofyan, dosen Universitas Al-Asyariah Mandar Polewali Mandar, Sulawesi Barat tewas ditembak polisi dalam eksekusi lahan yang berakhir bentrok di kampus tersebut. Sofyan tewas setelah lehernya tertembus peluru. Kontak senjata dan hujan batu antarpolisi dan mahasiswa terjadi tiga jam.</p>
<p>22 Februari: Kamaruddin tewas akibat tembakan di dada dan kaki setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Jantho, Aceh Besar. Selain itu Suheri (15) juga korban salah tembak saat penumpasan latihan militer di Gunung Jalin.</p>
<p>24 April: Diduga Cemburu, Aiptu Endang Budi menembak istrinya. Akibatnya, Aidah (32) terbaring lemas di ruang ICU RSUD Tasikmalaya. Suara letusan pistol terdengar setelah Aidah dan Endang terlibat adu mulut. Aidah sendiri kerap ditodong pistol jika ribut dengan suaminya.</p>
<p>8 Mei: Kartini Indah Hajrah, istri anggota Polsek Passimarunnu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan tewas tertembak di bagian kepala. Diduga korban dibunuh suaminya, Brigadir Dedy Arsandi. Sebelum Kartini tewas, suami-istri itu terlibat pertengkaran. Lalu terdengar tembakan.</p>
<p>29 Mei: Seorang perempuan berusia 19 tahun ditembak polisi dalam aksi unjuk rasa menolak beroperasinya PT Sorik Mas Mining (SMM). Penembakan di Mandailing Natal itu bermula saat ratusan masyarakat mendemo rencana penambangan PT SMM di kawasan hutan Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera Utara.</p>
<p>2 Juni: Tiga orang ditembak polisi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Satu tewas dan dua luka. Ketiganya ditembak polisi saat sedang menghadiri resepsi pernikahan. Talla (45) tewas dengan luka di kepala. Baso luka tembak di tangan dan paha. Paco luka tembak di tangan. Akibatnya ribuan orang menyerbu dan merusak Polsek Uluere.</p>
<p>3 Juni: Maksud hati membantu mengejar pencuri, Edi Suhaedi pegawai Kecamatan Mekarbaru, Tangerang, tertembak anggota Polsek Kronjo. Dada kirinya pun luka tembak.</p>
<p>31 Juni: Muhammad Dermawan tewas tertembak Briptu Vico Panjaitan, anggota Satuan Pengaman Objek Vital Polresta Medan, saat membersihkan sepeda motor di basemen Kanwil BRI Sumut. Saat itu pelaku bercanda dengan senjata laras panjangnya yang diarahkan kepada korban, tiba-tiba senjata meletus. Peluru mengenai punggung hingga tembus ke dada korban.</p>
<p>22 Agustus: polisi menembaki kapal yang ditumpangi demonstran yang menuntut PT Medco memenuhi hak-hak warga atas pengeboran minyak di Pulau Tiaka. Akibat penembakan ini, dua warga tewas, yakni Ateng dan Turifin. Satu luka tembak di dada kanan.</p>
<p>6 Oktober: Takmir Masjid Agung Sumenep, RB Moh Ridwan (37) tewas akibat peluru nyasar polisi. Saat itu polisi hendak menangkap pencuri sepeda motor di alun-alun kota Sumenep. Korban yang juga Wakil Ketua Partai Golkar Sumenep ditembak di kepala bagian kanan.</p>
<p>10 Oktober: Bentrokan antara karyawan PT Freeport dengan polisi menewaskan satu karyawan, Petrus Ayamseba. Bentrokan terjadi saat buruh demo dan mogok kerja. Enam lainnya luka terkena peluru 28 Oktober: Kartono (31), warga Kampung Awi Mekar Purwakarta, Jawa Barat, tewas akibat ditembak polisi. Saat itu, korban sedang berada di lokasi judi sabung ayam. Tapi, korban bukan pelaku perjudian, melainkan sekedar menonton sabung ayam.</p>
<p>10 Nopember: Enam orang luka tembak dan satu tewas ditembak polisi dalam konflik tanah antara petani Desa Sritanjung, Mesuji Lampung dengan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI).</p>
<p>27 Nopember: Dua warga sipil asal Nanga Boyan, Kapuas Hulu, yakni Rajemah dan Totong, yang sedang berada di dalam mobil ditembak anggota Reskrim Polsek Parindu, Kalimantan Barat. Rajemah luka di telinga kiri dan Totong kena di telinga kanan.</p>
<p>Saatnya Polisi harus lebih pandai dan bijak dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat negara. Sebab bila tidak, maka masyarakat akan semakin tidak percaya dengan kinerja mereka. Bukannya malah menganyomi tapi justru akan menimbulkan rasa takut pada warga masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/polisi-dan-kearifan-lokal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talkshow Nasional</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/talkshow-nasional.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/talkshow-nasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 04:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=2007</guid>
		<description><![CDATA[TALKSHOW NASIONAL “Pemuda Islam (Antara Impian, Harapan, dan Kenyataan)” B. Tujuan 1. Memahami kondisi pemuda zaman sekarang 2. Mengetahui peranan strategis pemuda bagi bangsa dan agama 3. Menumbuhkan mental pemuda yang tidak hedonis dan terhindar dari pergaulan bebas. C. Topik-topik Bahasan Topik-topik yang akan dibahas dalam talkshow ini antara lain: 1. “Penyebab Kenakalan Remaja Ditinjau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TALKSHOW NASIONAL<br />
“Pemuda Islam (Antara Impian, Harapan, dan Kenyataan)”</p>
<p>B.	Tujuan<br />
1.	Memahami kondisi pemuda zaman sekarang<br />
2.	Mengetahui peranan strategis pemuda bagi bangsa dan agama<br />
3.	Menumbuhkan mental pemuda yang tidak hedonis dan terhindar dari pergaulan bebas.</p>
<p>C.	Topik-topik Bahasan<br />
Topik-topik yang akan dibahas dalam talkshow ini antara lain:<br />
1.	“Penyebab Kenakalan Remaja Ditinjau dari Segi Psikologis” (Pemateri: Ust. Ahmad Sutrisni Ahid, Trainer TrustCo)<br />
•	Gambaran umum tentang kondisi psikologis pemuda<br />
•	Penyebab psikologis kenakalan pemuda<br />
2.“Peran Strategis Pemuda dalam Menyongsong Kebangkitan Agama dan Bangsa” (Ust. Burhan Shodiq, Pemerhati Pemuda dan Penulis Buku “Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran”)<br />
•	Kondisi pemuda di penghujung zaman<br />
•	Peranan pemuda dalam memajukan agama dan bangsa</p>
<p>3.“Karakteristik Pemuda Islam yang Ideal dan Tak Lekang oleh Zaman” (Pemateri: Ust. Habiburrahman El Shirazy, Penulis Novel Best Seller “Ketika Cinta Bertasbih”)<br />
•	Karakteristik pemuda Islam yang ideal<br />
•	Menjadi muslim yang tak tergilas oleh roda zaman</p>
<p>D.	Pelaksanaan<br />
Talkshow Nasional ini Insya Allah akan dilaksanakan pada:<br />
Hari/Tanggal	: Sabtu, 14 Januari 2012<br />
Waktu		: 07.30-12.00 WIB<br />
Tempat	: Aula Gd. F FKIP UNS</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/talkshow-nasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Yuk? Ogah!</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/menulis-yuk-ogah.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/menulis-yuk-ogah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 09:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=2004</guid>
		<description><![CDATA[Menulis adalah pekerjaan besar, saking besarnya banyak yang akhirnya tidak menulis. Menulis adalah pekerjaan mudah, saking mudahnya sampe dibela-belain nyuruh orang tuk menuliskannya. Menulis adalah pekerjaan murah, saking murahnya sampai tidak banyak yang melirik sebagai profesi utama. Menulis adalah pekerjaan orang yang tidak punya pekerjaan, karena kalau maju ke calon mertua dan mengaku kerjanya menulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis adalah pekerjaan besar, saking besarnya banyak yang akhirnya tidak menulis. Menulis adalah pekerjaan mudah, saking mudahnya sampe dibela-belain nyuruh orang tuk menuliskannya. Menulis adalah pekerjaan murah, saking murahnya sampai tidak banyak yang melirik sebagai profesi utama. Menulis adalah pekerjaan orang yang tidak punya pekerjaan, karena kalau maju ke calon mertua dan mengaku kerjanya menulis dianggap bukan sebuah pekerjaan.</p>
<p>Itulah yang hari ini diasumsikan menjadi penghalang besar kenapa sebagian besar orang tidak menulis. Padahal menulis itu keren. Anda yang sedih bisa akan sedikit terhibur dengan menulis. Buktinya banyak akhwat yang mengisi status fesbuknya dengan kegalauan hati dan kegelisahaan perasaan. Meski ngetiknya sambil nangis, toh semuanya akan menjadi lebih mendingan (meski ga langsung masalahnya ilang). Menulis juga bisa membuat kita lebih terbuka. Karena kalau anda menulis salah dan tidak mengenakkan pihak lain, pasti anda akan langsung disemprot baik dengan langsung maupun tidak langsung.</p>
<p>Menulis itu pekerjaan seksi. Karena anda akan dinilai dari otaknya dan bagaimana anda menuliskan kerumitan menjadi sebuah kesederhanaan. kalau anda berhasil akan banyak wanita yang suka pada anda, meski secara fisik anda tidak sempurna. Nah, pasti anda tetap tidak tertarik untuk menulis kan? dan kalaupun anda tertaik menulis pasti tetap mencari pelatihan yang gratis. Sumpah saya jujur sekali menulis ini semua. ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/menulis-yuk-ogah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampungsewu: Banjir Sudah Langganan&#8230;</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/kampungsewu-banjir-sudah-langganan.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/kampungsewu-banjir-sudah-langganan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 12:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1998</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah. Hujan deras mengguyur Solo. Ketar ketir hati penghuni kampung sewu. Sebab beberapa hari lalu, rumah mereka sudah terbenam air. Bila hujan sehari saja, bisa dipastikan rumah mereka akan tergenang lumpur lagi. Itulah potret kegelisahan di daerah rumah ortu saya, kampungsewu. Daerah ini memang sudah menjadi langganan banjir sejak lama. Pekan ini rumah bulik saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah. Hujan deras mengguyur Solo. Ketar ketir hati penghuni kampung sewu. Sebab beberapa hari lalu, rumah mereka sudah terbenam air. Bila hujan sehari saja, bisa dipastikan rumah mereka akan tergenang lumpur lagi. Itulah potret kegelisahan di daerah rumah ortu saya, kampungsewu. Daerah ini memang sudah menjadi langganan banjir sejak lama.</p>
<p>Pekan ini rumah bulik saya yang kena. Mereka sekeluarga mengungsi ke rumah ibu saya. Sontak rumah penuh dengan barang.</p>
<p>“Awalnya pintu rumah ada yang ngetuk. Aku buka ternyata ada yang beli obat nyamuk. Kemudian ada yang mengetuk lagi. Ternyata ada yang beli obat sakit kepala. Terakhir ada yang ngetuk-ngetuk kencang sekali. Aku buka ada yang nyodorin magic jar. Trus bilang kebanjiran&#8230;”</p>
<p>Itu tadi cerita ibu saya. Betapa memang malam ini kondisi cukup menggelisahkan. Rumah bulik yang berada di dekat sungai itu kemasukan air kurang lebih 70 cm. Bayangkan segala lumpur masuk ke rumah. Lemari penuh piring pun akhirnya jadi sasaran banjir. Alhamdulillah bantuan mengalir cukup deras.</p>
<p>Sumbangan nasi bungkus dari PMI sudah cukup meredakan kegelisahan mereka. Hanya saja mereka harus berjibaku membersihkan rumah yang penuh lumpur.</p>
<p>“Tetanggaku di depan rumah itu lumpurnya masih ada. Dua springbed masih tertimbun lumpur. Nggak tahu tuh baunya kayak apa&#8230;” tutur bulik saya.</p>
<p>Hidup di pinggiran sungai memang sangat berisiko. Itulah kenapa pemkot Solo menawarkan ganti rugi. Tapi nampaknya tawaran pemkot dirasa kurang menarik bagi warga. Akhirnya mereka memilih tetap stay daripada menerima gantirugi yang tidak sepadan. Tetap bertahan warga Solo, semoga Allah melindungimu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/kampungsewu-banjir-sudah-langganan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna Kata KELUARGA</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/makna-kata-keluarga.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/makna-kata-keluarga.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 09:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1995</guid>
		<description><![CDATA[KELUARGA. KEnapa sendiri kalau bisa berdua. Banyak diantara kita yang menyengaja sendiri, meski kesempatan untuk mendapatkan suami atau istri sudah di depan mata. Alasannya beraneka macam, dari mulai tidak ada chemistry, masih memburu karier, hingga urusan menunggu kakak tertua menikah duluan. Dalam islam, nikah sebaiknya disegerakan, tidak tergopoh-gopoh, tidak tergesa-gesa tapi disegerakan saja. Jadi kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KELUARGA.<br />
KEnapa sendiri kalau bisa berdua. Banyak diantara kita yang menyengaja sendiri, meski kesempatan untuk mendapatkan suami atau istri sudah di depan mata. Alasannya beraneka macam, dari mulai tidak ada chemistry, masih memburu karier, hingga urusan menunggu kakak tertua menikah duluan. Dalam islam, nikah sebaiknya disegerakan, tidak tergopoh-gopoh, tidak tergesa-gesa tapi disegerakan saja. Jadi kalau bisa sekarang, kenapa harus ditunda?</p>
<p>LUangkan waktu untuk istri dan anak anak kita. Mereka butuh sosok suami dan ayah yang baik dan menyenangkan. Bukan sosok pekerja keras yang bertampang serius dan tidak pernah senyum. Status selalu sibuk tanpa ada waktu untuk keluarga. Meski hanya main sederhana, berlarian, bercerita lucu atau bahkan hanya duduk santai di ruang tamu tanpa televisi, tanpa handphone dan tanpa laptop. Maukah Anda melakukannya?  </p>
<p>ARahkan keluarga kita menjadi keluarga yang taat syariat. Jangan makan dan minum berdiri atau berjalan jalan, kalau Anda tidak mau anak anak menirunya. Jangan tertawa keras seperti orang gila kalau Anda tidak mau anak Anda menirunya. Dan jangan ajari istri untuk berbohong dengan berkata bahwa Anda tidak ada saat kolega bisnis menagih uangnya. Arahkan kepada kebaikan semampu kita.</p>
<p>GAlang kekuatan untuk menuju sakinah mawadah dan rahmah. Kita adalah kekuatan yang berpadu dari kekuatan seorang suami dan kelembutan seorang istri. Maka janganlah menjadi pudar hanya karena ego yang terlalu besar. Tetaplah menjadi pasangan yang kuat dalam mengarungi bahtera rumahtangga. Hiduplah untuk akhirat kita, bahagia selamanya.</p>
<p>Materi ini saya sampaikan dalam pengajian keluarga besar alumni sma al islam 1 angkatan 98. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/makna-kata-keluarga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sms suami &amp; istri</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/sms-suami-istri.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/sms-suami-istri.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 13:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1993</guid>
		<description><![CDATA[Meski kau tak sempurna, tapi hadirmu telah menyempurnakan bahagiaku&#8230; Lelahku terbayar, saat melihat senyummu melayar di lautan hatiku&#8230; Bila ku nanti sakit hati, tolong jangan pergi, karena hatiku selalu lekat di hatimu&#8230; hari semakin gelap, warna bulan semakin terang, hati semakin mantap, mengenalmu lelaki yg ku sayang&#8230; Tulisan tulisan sederhana itu, bisa Anda sms kan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski kau tak sempurna, tapi hadirmu telah menyempurnakan bahagiaku&#8230;</p>
<p>Lelahku terbayar, saat melihat senyummu melayar di lautan hatiku&#8230;</p>
<p>Bila ku nanti sakit hati, tolong jangan pergi, karena hatiku selalu lekat di hatimu&#8230;</p>
<p>hari semakin gelap, warna bulan semakin terang, hati semakin mantap, mengenalmu lelaki yg ku sayang&#8230;</p>
<p>Tulisan tulisan sederhana itu, bisa Anda sms kan kepada suami Anda. Harapannya bisa membuat dia bahagia. Tapi sayangnya sebagian besar suami hanya menanggapi dengan simpel sekali. diantara sekian jawaban itu adalah:</p>
<p>Ok</p>
<p>Mksi</p>
<p>Tumben&#8230;</p>
<p>Biasa aja kali. Lebay!</p>
<p>Bersabarlah untuk membina hati pasangan kita. Karena kelembutan dibutuhkan di saat saat kita berusaha mengenal pasangan kita. Semoga bunga cinta semakin mekar di taman rumahtangga yang sudah wujud sekian tahun lamanya&#8230;<br />
Meski tidak banyak suami yang bisa berpuisi dan berkata mesra. Tapi yakinlah mereka sempurna mencintai anda. Hanya kadang lisan mereka tak mampu menari seperti jiwanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/sms-suami-istri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

