<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BURHANSHADIQ &#187; Artikel Santai</title>
	<atom:link href="http://blog.burhanshadiq.com/category/samtai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.burhanshadiq.com</link>
	<description>Inspirasi Tiada Henti</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 15:45:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Selamatkan Anak-Anak Tersangka Teror&#8230;</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/selamatkan-anak-anak-tersangka-teror.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/selamatkan-anak-anak-tersangka-teror.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 15:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>
		<category><![CDATA[anak; terorisme; kak seto; sirait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1316</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Burhan Sodiq Hari Anak Nasional jatuh hari ini. Berbagai media massa mengangkat issu seputar anak-anak negeri ini. Ada yang kena penyakit aneh, ada yang menjadi pekerja anak, dan ada pula anak-anak yang dilacurkan oleh orang tuanya sendiri. Tapi ada satu yang terlewat, anak-anak korban terorisme. Mereka yang menjadi yatim, karena ayah mereka ditangkap aparat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Burhan Sodiq</p>
<p>Hari Anak Nasional jatuh hari ini. Berbagai media massa mengangkat issu seputar anak-anak negeri ini. Ada yang kena penyakit aneh, ada yang menjadi pekerja anak, dan ada pula anak-anak yang dilacurkan oleh orang tuanya sendiri. Tapi ada satu yang terlewat, anak-anak korban terorisme. Mereka yang menjadi yatim, karena ayah mereka ditangkap aparat atau meninggal tertembak karena diduga teroris. Tak ada satu pun media yang mengangkatnya.</p>
<p>Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait mengatakan Anak-anak tersangka “teroris” tidak boleh mendapat label anak teroris dan tidak boleh mendapat perlakuan diskriminasi. Negara harus melindungi masa depan anak-anak tersebut dengan menanggung biaya pendidikan dan memberikan mata pencaharian untuk orang tuanya.</p>
<p>Mereka hanyalah anak anak yang mungkin saja sama sekali tidak tahu dengan apa yang sedang terjadi. Mereka juga harus mendapat perlakukan yang sama dengan anak anak lainnya. Karena hak anak-anak itu sama, termasuk anak-anak tersangka pelaku teror. Anak-anak itu harus mendapatkan perlakuan yang sama dalam segala hal, bahkan selepas mereka dari masa kanak-kanak mereka kelak yaitu saat mencari kerja.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak,  Kak Seto menyatakan bahwa hendaknya pihak sekolah dan lingkungan tetap memberikan perlindungan agar anak tetap mendapatkan hak dalam bidang pendidikan. Dia juga meminta pihak kepolisian agar hak-hak anak tetap terlindungi saat orang tua mereka ditangkap akibat terorisme.  </p>
<p>Kepedulian Umat Sangat Dibutuhkan<br />
Upaya menggalang bantuan dan menciptakan suasana pendidikan yang nyaman sangat dibutuhkan bagi anak anak ini. Karena dikhawatirkan stigma masyarakat tidak bisa diubah. Mereka akan mengucilkan dan memberi pelabelan yang salah terhadap mereka. Saatnya mengulurkan tangan dan meringankan beban. Dengan saling membantu semuanya akan menjadi mudah. </p>
<p>Dunia anak anak adalah dunia yang indah. Jangan sampai masalah orang orang dewasa menjadi beban mereka sehari-hari. Biarkanlah mereka tumbuh menjadi anak anak yang ceria dalam hidupnya. Tidak ada beban, tidak ada yang perlu dirisaukan.<br />
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzhalimi atau mencelakakannya. Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya sesama Muslim dengan menghilangkan satu kesusahan darinya, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat.” (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar ra)<br />
Janji Allah dalam hadist itu sangatlah jelas dan mudah dipahami. Allah pun tidak pernah menyelisihi janjinya. Sebagai seorang mukmin yang beriman kepada Allah, kita akan meyakini kebenaran hadist itu. Dan bersiap membantu dan meringankan kesusahan saudara kita, termasuk juga anak-anak tersebut. Wallahua&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/selamatkan-anak-anak-tersangka-teror.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Another Trip To Goa Gong &amp; Pantai Teleng Ria</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/another-trip-to-goa-gong-pantai-teleng-ria.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/another-trip-to-goa-gong-pantai-teleng-ria.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 23:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1314</guid>
		<description><![CDATA[Rejeki memang tidak pernah bisa diduga datangnya. Saya diundang untuk gabung bersama rihlah pendengar MHFM menuju Goa Gong dan Pantai Teleng Ria Pacitan. Alhamdulillah panitia membolehkan untuk membaca keluarga. Karena saya pikir kalau saya sendirian pasti bakalan tidak asyik. Di luar dugaan, jumlah peserta overload. Panitia sampai menyediakan dingklik (tempat duduk dari kayu) untuk penumpang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rejeki memang tidak pernah bisa diduga datangnya. Saya diundang untuk gabung bersama rihlah pendengar MHFM menuju Goa Gong dan Pantai Teleng Ria Pacitan. Alhamdulillah panitia membolehkan untuk membaca keluarga. Karena saya pikir kalau saya sendirian pasti bakalan tidak asyik.<br />
Di luar dugaan, jumlah peserta overload. Panitia sampai menyediakan dingklik (tempat duduk dari kayu) untuk penumpang lainnya. Bahkan ada yang duduk di belakang tuas perseneleng sopir. Humm, ternyata bagi perusahaan armada bus, kondisi ini di luar dari perkiraan. Karena untuk pariwisata sebaiknya satu orang satu tempat duduk. Sehingga tidak ada istilah overload. Tapi the show must go on, akhirnya perjalananpun lanjut…</p>
<p>Perjalanan Solo_Pacitan memakan waktu 3 jam lebih sedikit. Rutenya pun menarik karena jalur Wonogiri Pacitan berkelak kelok dan dipenuhi dengan hijaunya pepohonan dan pemandangan waduk Gajahmungkur dari jauh yang menambah indahnya pemandangan. Rute menuju Goa Gong lebih sempit lagi jalannya. Jadi sebaiknya carilah supir yang pengalaman dengan medan meliuk-liuk seperti Goa Gong ini. </p>
<p>Kenapa disebut Goa Gong. Konon di daerah pegunungan itu ada suara suara mirip Gong. Ditemukan pada tahun 1924 oleh warga sekitar. Tetapi mulai dibuka pada tahun 1995 dan dipakai wisata setahun setelah itu. Goanya sangat dalam. 325 meter kalau tidak salah. Bagi Anda yang ingin masuk, biasanya nanti akan ada orang orang yang menyewakan senter. Tetapi di dalam goa sebenarnya kita tidak butuh senter. Selain ribet mengganggu perjalanan, di dalam juga sudah ada lampu penerang. Jalurnya curam dan licin. Saya bersama Tika dan Aisy serta uminya harus ekstra hati-hati sekali saat masuk goa. Kalau tidak terbiasa, Anda akan mabuk, karena di dalam cadangan oksigennya sedikit.</p>
<p>Di luar goa, banyak pedagang yang berjualan aneka macam kerajinan tangan dan oleh-oleh khas berupa gula jawa dan sale pisang. Satu plastik gula jawa isi 10 hanya dihargai 2500 sampai 6000 saja. Sempatkanlah membeli karena memang gula jawa di tempat ini aseli.</p>
<p>Setelah di goa cukup lama, kami menuju pantai Teleng Ria. Perjalanan masih satu jam lagi, karena jarak tempuhnya sekitar 35 km. Rute menuju pantai lebih asyik karena melewati sebuah hutan yang sangat rimbun. Bahkan sinar matahari saja tidak bisa menembus rimbunnya dedaunan. Masuk lokasi pantai sudah tertata rapi kondisinya. Sementara pantai yang landai menjadi ajang bermain yang sangat mengasyikkan. Berbeda dengan Parang Tritis atau Pantai yang lain, menurut saya teleng ria tidak ada yang istimewa. Hanya lokasinya memang sangat cocok untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga. Apalagi bagi Anda pasangan pengantin baru, pantai ini bisa menambah kemesraan Anda berdua. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/another-trip-to-goa-gong-pantai-teleng-ria.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masuk TK Hari Pertama</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/masuk-tk-hari-pertama.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/masuk-tk-hari-pertama.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 01:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Nangis]]></category>
		<category><![CDATA[Pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Rewel]]></category>
		<category><![CDATA[TK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1311</guid>
		<description><![CDATA[Aha! Senengnya hari ini karena anak kedua my little Aisyah sudah bersekolah. Hari pertama agak agak rewel, karena memang ini sekolah pertama dia. Tapi hari kedua dan ketiga dia sudah sangat adaptatif, sehingga mau untuk ditinggal. &#8220;Umi, pulang saja, aku di sini sama ustadzah.&#8221; Seragamnya banyak banget, warnanya lucu-lucu, kayaknya sekolahnya suka fashion nih. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/07/37638_1337684404812_1312191444_30783707_2614681_n.jpg"><img src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/07/37638_1337684404812_1312191444_30783707_2614681_n.jpg" alt="" title="37638_1337684404812_1312191444_30783707_2614681_n" width="137" height="183" class="alignnone size-full wp-image-1312" /></a>Aha! Senengnya hari ini karena anak kedua my little Aisyah sudah bersekolah. Hari pertama agak agak rewel, karena memang ini sekolah pertama dia. Tapi hari kedua dan ketiga dia sudah sangat adaptatif, sehingga mau untuk ditinggal. &#8220;Umi, pulang saja, aku di sini sama ustadzah.&#8221; Seragamnya banyak banget, warnanya lucu-lucu, kayaknya sekolahnya suka fashion nih. Ada warna orange, ada warna ijo, banyak banget pilihan warnanya. Semoga saja semakin nambah semangat anak untuk belajar. Karena sebelumnya De Aisy suka bangun telat, jam 6, jam 7 malah baru bangun. Semoga dengan sekolah, bangunnya jadi semangat di pagi hari ya.</p>
<p>Sedangkan teman saya, hari pertama ngantar anaknya sempet dicakar karena si anak tidak mau ditinggal. Mungkin anda juga punya cerita yang lain soal kisah hari pertama anak anda. Pasti seru lucu bin nggemesin ya. </p>
<p>Ibarat masuk lingkungan baru, anak memang masih merasa asing dengan sekolahnya. Sehingga wajar bila dia butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala hal baru yang dia lihat dan rasakan. Ustadzah, teman, lingkungan dan banyak hal yang mungkin membuat dia sedikit berbeda dengan lainnya. Maka kita sebagai orang tua harus bisa sedikit maklum dengan semua ini. Yang perlu kita lakukan adalah mencoba mencari tahu apa yang dirasakan oleh anak kita.<br />
-	Ajaklah mereka ngobrol di hari pertama. Tadi diajari apa, sudah kenal dengan teman siapa saja, ustadzahnya namanya siapa? Dan lain sebagainya. Buatlah mereka bisa bercerita, nyaman dan tanpa beban. Kalau sudah bisa begitu, nanti segalanya akan mudah bagi dia. Karena sekolah di usia TK adalah sekolah bermain. Buatlah mereka fun, jangan dipaksa, jangan diintimidasi dan jangan ditekan tekan.<br />
-	Upayakan dorongan sekolah itu dari dalam dirinya, bukan dari orang tuanya. Tanamkan motivasi intrinsik, meskipun tetap harus diawali dari ekstrenstik. Semakin dia punya motivasi yang kuat untuk belajar, semakin mudah bagi dia untuk mengembalikan semangatnya ke sekolah.<br />
-	Komunikasi dengan ustadzah pengajar sangat membantu tumbuh kembangnya di sekolah. Cari tahu apa kendala yang dialami anak, apa kebiasaan anak di sekolah. Bila komunikasi terjalin baik, maka akan sangat mudah saling memberi solusi satu sama lainnya.<br />
Alhamdulillah, sudah berbagi di pagi ini. Semoga artikelnya bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/masuk-tk-hari-pertama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Untuk Semua Pengantin Baru</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/hadiah-untuk-semua-pengantin-baru.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/hadiah-untuk-semua-pengantin-baru.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 07:53:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1307</guid>
		<description><![CDATA[Tak terbayangkan sebelumnya bila dia kini menjadi istrinya. Karena dialah sosok yang sering diperbincangkan teman temannya. Setengah tidak sadar berkali kali dia mencubit pipi kempotnya itu. &#8220;Ah ini bukan mimpi…kamu jadi istriku sekarang!&#8221; Mungkin kalau tidak malu, dia akan melompat di dipan reotnya itu. Yah, pernikahan adalah hal yang diidamkan bagi siapa saja. Inilah anugerah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terbayangkan sebelumnya bila dia kini menjadi istrinya. Karena dialah sosok yang sering diperbincangkan teman temannya. Setengah tidak sadar berkali kali dia mencubit pipi kempotnya itu. &#8220;Ah ini bukan mimpi…kamu jadi istriku sekarang!&#8221; Mungkin kalau tidak malu, dia akan melompat di dipan reotnya itu.</p>
<p>Yah, pernikahan adalah hal yang diidamkan bagi siapa saja. Inilah anugerah Allah yang membahagiaan. Setelah sekian lama menahan dengan berbagai jurus untuk tidak pacaran. Setelah sekian lama bertahan untuk selalu dalam perintah Ar Rahman, kini semuanya sudah dihalalkan! Sosok yang dulu hanya boleh dilamunkan dalam angan, kini bisa diajak ngobrol dan bahkan jalan-jalan. Sosok yang dulu hanya bisa disebut dalam doa di tengah malam, kini sudah boleh diajak makan di restoran. Karena dia sudah halal menjadi pasangan hidup kita. Karena dia sudah secara resmi menjadi belahan jiwa kita yang paling setia.</p>
<p>Nikmatilah kebahagiaan yang halal itu. Kebahagiaan yang hanya bisa dirasakan bagi mereka yang mau dan mampu untuk menghindari zina semasa dia bujang. Kelegaan karena bisa bertemu dalam ridha dan kasih sayang Allah. Keceriaan karena bisa disatukan dalam kelebihan dan keterbatasan. Dialah istrimu yang selama ini kamu tunggu. Dia kakandamu yang selama ini kamu cari dan kamu nantikan untuk jadi suaminya. Bahagialah dengan kehalalan ini, dan dapatkanlah apa yang selama ini kamu tahan.</p>
<p>Selamat karena selama ini hatimu adalah hati perawan. Karena hanya kepada Allah segala cintamu tertanam. Kamu bersusah payah membersihkan hati dari coba dan godaan. Apakah itu ikhwan, cowok, lelaki buaya atau playboy amatiran. Selamat juga bagi kamu yang telah berhasil bertahan melawan godaan paha terbuka, pakaian minim dan rayuan perempuan di pinggir jalan. Selamat bagi kalian berdua yang sudah menjaga itu semua, hingga kemudian bertemu pada akhir perjalanan. Ini hadiah buat kalian, hadiah yang akan sangat berkesan. Bersatu dalam cinta yang membahagiakan.</p>
<p>Kini kalian boleh pacaran. Mengirim sms cinta sepuas dan sebanyak pulsa yang kamu punya. Kini kalian boleh merangkai kata sayang sampai berantai dan tiada putus-putusnya. Karena dia adalah suami sahmu, dan dia adalah istri halalmu. Semuanya sudah dibolehkan, pintu itu terbuka lebar. Jadilah romantis untuk istri atau suami kamu yang manis. Jangan mendadak menjadi bengis hanya karena si dia menangis, karena bisa jadi dia hanya ingin bilang sesuatu padamu, tapi hanya bahasa tangis yang ia tahu. Jalani keindahan ini dengan tawa lepas, canda yang berbalas dan sakinah yang berkah. Selamat menikah, semoga selalu dalam cinta hingga ke janahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/hadiah-untuk-semua-pengantin-baru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Pede Kita, Dengan Amalan Kita?</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/seberapa-pede-kita-dengan-amalan-kita.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/seberapa-pede-kita-dengan-amalan-kita.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 05:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1305</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita pede dengan amalan kita. Bak malaikat pencatat amal, kita seolah sudah sangat yakin bahwa amalan-amalan kita sudah sangat cukup untuk membeli surga. Padahal amalan shalat masih bolong sana bolong sini. Jarang ke masjid untuk berjamaah, tidak peduli dengan kepentingan islam dan kaum muslimin. Tidak pernah sedekah, jarang sekali berinfak di jalan Allah. Lisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seringkali kita pede dengan amalan kita. Bak malaikat pencatat amal, kita seolah sudah sangat yakin bahwa amalan-amalan kita sudah sangat cukup untuk membeli surga. Padahal amalan shalat masih bolong sana bolong sini. Jarang ke masjid untuk berjamaah, tidak peduli dengan kepentingan islam dan kaum muslimin. Tidak pernah sedekah, jarang sekali berinfak di jalan Allah. Lisan ngga pernah berzikir, kalau menyanyi justru sangatlah sering. Doa tidak pernah dilantunkan, tapi kalau mengeluh sudah menjadi pekerjaan harian. Tidak ada anggota wudu yang tersentuh air, karena keangkuhan dan kesombongan kita sebagai manusia, telah melewati batas yang seharusnya.</p>
<p>Lalu amalan yang mana yang akan kita andalkan? Rasulullah SAW memiliki sahabat yang bernama Bilal bin Rabbah radhiyallahu&#8217;anhu. Bilal adalah seorang sahabat yang suara terompahnya(sandalnya) sudah terdengar di surga, padahal ia masih hidup di dunia. Setelah ditanya apa yang menyebabkan hal itu, Bilal menjawab bahwa ia selalu menjaga wudhunya dan senantiasa menunaikan sholat sunnah dua rakaat setelah berwudhu.</p>
<p>Dengan apa kita akan membeli surganya? Kita belum punya cukup bekal untuk menjadi penghuni-penghuninya. Banyak hal yang masih kurang pada diri kita. Ingatkah kita dengan kisah seorang Abu Dahdah. Abu Dahdah Radhiallahu’anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa Sallam ,“Wahai Rasulullah, aku memiliki dua kebun. Apabila salah satunya kusedekahkan, apakah kelak aku akan memiliki kebun seperti itu di surga?’<br />
Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Benar.”<br />
Abu Dahdah Radhiallahu’anhu kembali bertanya, “Apakah istri dan anak-anakku juga akan bersamaku di surga?”<br />
Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Benar.”</p>
<p>Abu Dahdah pun membulatkan tekadnya untuk menyedekahkan kebunnya yang terbaik. Sesampainya di kebun itu, ia berjumpa dengan istri dan anak-anaknya. Ia pun menegaskan kepada mereka, “Aku akan menyedekahkan kebun ini. Dengan begitu, aku membeli kebun seperti ini di surga. Adapun engkau, istriku, akan bersamaku dan seluruh anak kita.”</p>
<p>Tiba-tiba saja meneteslah air mata bahagia dari kedua pelupuk mata istrinya yang beriman itu. Istri Abu Dahdah lalu berkata, “Semoga yang engkau jual dan beli diberkati Allah Subhanahu wa Ta’ala, wahai suamiku.” Istri Abu Dahdah kemudian segera memanggil anak-anaknya dan meninggalkan kebun itu karena sudah bukan milik mereka lagi. Akhirnya, kebun itu menjadi milik umat Islam yang miskin.</p>
<p>Kisah diatas dikutip oleh Al-Kalbi dalam tafsirnya saat menjelaskan surah Al-Baqarah ayat 245, “Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjamannya yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah ayat: 245)</p>
<p>Sejauh mana pengorbanan kita untuk meraih janah-Nya? Apakah selama ini kita sudah sangat bersungguh-sungguh meraihnya? Atau justru kita selalu menyia-nyiakan kesempatan untuk itu. Rasa malas yang selalu menggelayuti tubuh saat ingin melakukan amal shalih. Rasa berat hati yang sangat manakala harus meninggalkan kemaksiatan. Lalu di manakah keseriusan kita itu? Apakah keseriusan kita ditunjukkan dengan selalu menunda taubat? Apakah keseriusan kita selalu ditunjukkan dengan selalu menghambur-hamburkan waktu dan kesempatan beramal shalih?</p>
<p>Air mata ini menetes saat menjawab itu semua. Lidah ini kelu tak berdaya saat harus mengakui itu semua. Ternyata kita sungguh tidak berdaya dengan keseriusan kita. Kita mengaku ingin memiliki surgaNya tapi tak ada satu amalpun yang bisa menjadi andalan kita untuk meraihnya.</p>
<p>Allah berfirman “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah : 111)</p>
<p>Jujurlah pada hati, terus teranglah pada diri, apa yang sudah kita lakukan sebagai bukti keseriusan kita itu? Karena kelak bila nyawa sudah tidak di raga, tak ada kesempatan kedua. Hanya ada perhitungan saja. Dan di waktu itu, hanya penyesalan yang ada. Wallohua&#8217;lam bishshawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/seberapa-pede-kita-dengan-amalan-kita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komentar Peserta Pelatihan Menulis Bersama Burhan Sodiq</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/komentar-peserta-pelatihan-menulis-bersama-burhan-sodiq.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/komentar-peserta-pelatihan-menulis-bersama-burhan-sodiq.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 23:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/komentar-peserta-pelatihan-menulis-bersama-burhan-sodiq.html</guid>
		<description><![CDATA[Yang diselenggarakan di Pesantren Al Ikhlas Lamongan. Jawa Timur. 1. Enak, detail udah gitu digambarkan kehidupan sang penulis. Bagi yang ga bakat pun jadi tertarik pengen jadi penulis. 2. Enak, menarik, penjabarannya urut, kisah orang yang sukses dalam bidang tulis menulis dan banyaknya judul buku yang ditampilkan sehingga menjadi tantangan untuk menulis. 3. Enak didengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang diselenggarakan di Pesantren Al Ikhlas Lamongan. Jawa Timur.</p>
<p>1.	Enak, detail udah gitu digambarkan kehidupan sang penulis. Bagi yang ga bakat pun jadi tertarik pengen jadi penulis.<br />
2.	Enak, menarik, penjabarannya urut, kisah orang yang sukses dalam bidang tulis menulis dan banyaknya judul buku yang ditampilkan sehingga menjadi tantangan untuk menulis.<br />
3.	Enak didengar jadi ngga bosan dengerinnya, yang lebih semangat dalam menulisnya.<br />
4.	Asyik! Keinginan menjadi penulis yang sempat pupus kini muncul kembali. Ternyata ingin kirim-kirim naskah tak sesulit yang kita bayangkan.<br />
5.	Enakk Abiss…penyampaiannya, jadi tertarik neehh…<br />
6.	Pengen jadi penulis yang sukses juga nieh…detail dan ngga bosan penjabarannya…<br />
7.	Mudah dipahami. Santai (tidak tegang) lebih semangat lagi dalam membuat karya-karya yang lebih menarik.<br />
8.	Pertemuan sesi pertama biasa tapi sesi berikutnya luar biasa. Jadi terpacu untuk menulis.<br />
9.	Jadi pengen jadi penulis nih. Doakan ya tad.<br />
10.	Penjelasannya sudah membuat ana paham sehingga pengen jadi penulis. Doakan ya tadz.<br />
11.	Alhamdulillah cukup menarik plus tertarik untuk menulis. Enak, unik, jelas, lucu, ga bosenin soalnya ada sedikit iklan di sela sela keterangan.<br />
12.	Seru! Orangnya fair..so ngga bikin nervous…iri pengen bisa jadi penulis like him. Doain aje ya..thanks for your knowledge aboyt writing…<br />
13.	Mampu membuka jendela inspirasi bagi Ria. Agar lebih giat dan menseriusi dunia tulis menulis. Karena sungguh menulis adalah sebuah impian bagi ana. Jazakumullah.<br />
14.	Alhamdulillah inspirasi untuk menulis mulai ada. Penyampaiannya enak dan orangnya fair.<br />
15.	Alhamdulillah, apa yang telah ustad sampaikan menjadi motivator bagi saya, yang sejak dulu selalu ingin menjadi penulis. Mohon doanya ust!<br />
16.	Sangat enak disimak dan menarik. Jazakumullah.<br />
17.	Menarik ga bikin ngantuk.<br />
18.	Enak menarik dan ga bikin ngantuk, yang awalnya ga minat dunia menulis akhirnya tertarik juga nich…<br />
19.	Hiburannya kurang, biar ga terlalu tegang.</p>
<p>Anda juga bisa menyelenggarakan training penulisan yang sama, dengan jumlah murid sekitar 20 hingga 30 orang. Bila berminat bisa menghubungi saya di 08121537768. Atau menghubungi saya via email burhanshadiq@yahoo.com. Menulis itu mengasyikkan!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/komentar-peserta-pelatihan-menulis-bersama-burhan-sodiq.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Ramadan Book, My Ramadan Gifts</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/my-ramadan-book-my-ramadan-gifts.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/my-ramadan-book-my-ramadan-gifts.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 07:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/my-ramadan-book-my-ramadan-gifts.html</guid>
		<description><![CDATA[I wrote this book several months ago. I try to write it in order to bring a good atmosphere into our homes. We have so many relatives, so many friends, so many people, who loves Ramadan. They should be supported with a good motivation book. How to fulfill the amazing month wing a great du&#8217;a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/07/Merengkuh-Berkah-Ramadan_Burhan-Sodiq.jpg"><img src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/07/Merengkuh-Berkah-Ramadan_Burhan-Sodiq-282x300.jpg" alt="" title="Merengkuh Berkah Ramadan_Burhan Sodiq" width="282" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-1301" /></a></p>
<p>I wrote this book several months ago. I try to write it in order to bring a good atmosphere into our homes. We have so many relatives, so many friends, so many people, who loves Ramadan. They should be supported with a good motivation book. How to fulfill the amazing month wing a great du&#8217;a and good deeds. Hopefully this book can useful for all the readers.</p>
<p>Burhan Sodiq</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/my-ramadan-book-my-ramadan-gifts.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku di Magelang</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-magelang.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-magelang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 23:44:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-magelang.html</guid>
		<description><![CDATA[Kayaknya baru kali ini saya bisa silaturahmi dengan public pecinta buku di Magelang. Berlokasi di toko buku Cahaya, saya ngobrol tentang buku saya IJINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN. Konsep acaranya lumayan cozy karena pihak toko buku menyediakan camilan dan makanan ringan. Acara cukup seru karena banyak pula dari hadirin yang bertanya. Mulai dari keinginan menulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kayaknya baru kali ini saya bisa silaturahmi dengan public pecinta buku di Magelang. Berlokasi di toko buku Cahaya, saya ngobrol tentang buku saya IJINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN. Konsep acaranya lumayan cozy karena pihak toko buku menyediakan camilan dan makanan ringan. Acara cukup seru karena banyak pula dari hadirin yang bertanya. Mulai dari keinginan menulis buku CHARACTER BUILDING based on QURAN sampai bagaimana bersikap tegas terhadap cowok.</p>
<p>Acara yang dimulai pukul 4 sore ini akhirnya berakhir saat adzan maghrib berkumandang. Setelah acara saya bertemu dengan seorang penulis TiongHoa yang memberi apresiasi pada acara ini. Karena menurutnya sekarang anak muda tidak begitu ngeh dengan buku. Mereka lebih suka memainkan hape daripada membaca buku. Sehingga dia sangat senang ada acara bincang buku seperti ini. Doakan ya pak, semoga saya selalu bisa berbagi dengan lebih banyak orang lagi.<br />
Untuk ke Magelang saya harus naik motor Karisma saya. Berangkat dari Solo pukul setengah sebelas siang, melaju dengan kondisi accu soak. Terlebih lagi ternyata jalur Solo Magelang sangat padat dengan banyaknya bus dan kendaraan angkutan yang ingin menuju acara Mukmatar Muhammadiyah di Jogja. Daerah Muntilan juga macet total karena kanan kiri jalan sedang dilakukan pekerjaan penggalian. Setelah acara langsung pulang menembus hujan yang membasahi mantel. Dengan dua tas di pundak, satu isi laptop, satu lagi isi LCD proyektor. Hummzzz…Tapi hatinya senang. Semoga dibalas Allah dengan pahala yang besar. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-magelang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Kudu Cantik?</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/kenapa-kudu-cantik.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/kenapa-kudu-cantik.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 11:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pertanyaan, kenapa ikhwan lebih pilih menikahi wanita awam tapi cantik, daripada akhwat tapi wajahnya biasa. katanya kalau pemahaman bisa diperbaiki, tapi kalau wajah kan susah. Humm, bener bener pokil. Eh pokil bahasa mana ya. hehehe Inilah salah satu indikasi memang ikhwan sekarang beda sama ikhwan jaman dulu. Mereka dulu ga begitu memedulikan penampilan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/06/n156527164092_830.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1298" title="n156527164092_830" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2010/06/n156527164092_830.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p>Ada sebuah pertanyaan, kenapa ikhwan lebih pilih menikahi wanita awam tapi cantik, daripada akhwat tapi wajahnya biasa. katanya kalau pemahaman bisa diperbaiki, tapi kalau wajah kan susah. Humm, bener bener pokil. Eh pokil bahasa mana ya. hehehe Inilah salah satu indikasi memang ikhwan sekarang beda sama ikhwan jaman dulu. Mereka dulu ga begitu memedulikan penampilan, tetapi sekarang ihwan ihwan pada genit pisan euy&#8230;</p>
<p>Seharusnya yang menjadi patokan agamanya dulu. Lhah kalau agamanya bagus semua, kan nyari yg paling cantik mas..begitu jawabnya. Pinter kan ngelesnya. Kalau begini memang perlu ditanyakan niatnya sih. Hehehe. Sebenarnya mo cari model apa mo cari akhwat. Emm, akhwat tapi wajahnya kayak model mas. Halah&#8230; hehehe.</p>
<p>Apakah akhwat yg kayak model itu suka dengan ikhwan yang modelnya begini. (mengulang kata model). Dari sekian banyak ngobrol sama istri yang tidak seperti model, hehehe ternyata temen2nya yang cakep2 itu malah ngerasa risih kalau ketemu ikhwan yang taaruf malah suka nanya2 soal fisik. Itu emang dibolehin tapi kalo berlebihan kesannya kurang baik. Mereka bakalan lari sekenceng2nya kalau tahu ikhwannya memilihnya karena fisik doang. Humzzz&#8230;</p>
<p>Padahal kalau sudah berkeluarga, fisik itu urusan yang kesekian. Yang dibutuhkan adalah kecocokan dalam hidup, dialog, komunikasi, ngatasin masalah, dan mau berbagi dalam banyak hal. Fisik hanya sebagian kecil saja yang akan menguatkan hubungan kita. Artis2 itu kurang apa fisiknya, toh mereka banyak yang cerai juga.</p>
<p>Jadi fisik itu penting, tetapi bukan yang terpenting. Raihlah ridha Allah dengan banyak bersabar dan menerima kekurangan pasangan. Karena sungguh dalam amalan itu ada pahala yang sangat besar. See ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/kenapa-kudu-cantik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persahabatan dan Pacaran</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/persahabatan-dan-pacaran-3.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/persahabatan-dan-pacaran-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 07:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Santai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/persahabatan-dan-pacaran-3.html</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Burhan Sodiq Pergaulan kamu di masa remaja bisa saja mengundang rasa debar di dada. Apakah itu? Mungkin saja cinta! Tapi pertanyaannya apakah rasa itu harus diteruskan dengan pacaran? Hum, kayanya tidak melulu seperti itu deh. Masih ada cara yang lebih bagus dan lebih baik daripada membingkai rasa tertarikmu dalam bentuk pacaran. Buku ini menawarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Burhan Sodiq<br />
Pergaulan kamu di masa remaja bisa saja mengundang rasa debar di dada. Apakah itu? Mungkin saja cinta! Tapi pertanyaannya apakah rasa itu harus diteruskan dengan pacaran? Hum, kayanya tidak melulu seperti itu deh. Masih ada cara yang lebih bagus dan lebih baik daripada membingkai rasa tertarikmu dalam bentuk pacaran.</p>
<p>Buku ini menawarkan sebuah alternatif pencerahan bagi kamu. Yaitu bagaimana menolak pacaran dan lebih memilih persahabatan. Persahabatan yang dimaksudpun lebih kepada persahabatan yang islami.<br />
Karena kita orang Islam, maka sebaiknya kita mengikuti aturan pergaulan dalam Islam. Saat seorang lelaki berteman dengan seorang perempuan maka Islam mengatur dengan baik bagaimana seharusnya. Agar hubungan pertemanan itu tidak menjadi pacaran terselubung, atau bahkan malah teman tapi mesra. Sehingga batas teman itu menjadi jelas, sejelas warna putih di siang hari.<br />
Mengutip Ustdz. Dra. Herlini Amran, MA., Tarbiyah Akhwat. Majalah Al-Izzah Edisi 12 Th.1/Juli 2004 disebutkan bahwa Diantara ketentuan hukum yang berkenaan dengan hubungan terhadap lawan jenis antara lain adalah :<br />
Pertama, Perintah untuk menjaga pandangan. Allah Swt berfirman : Katakanlah kepada laki-laki yang mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Sikap demikian adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tahu atas apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. (QS An-Nur : 30-31).<br />
Apapun agenda dakwah yang hendak kita lakukan, pandangan terhadap lawan jenis tetap harus dijaga, bukan berarti kita tidak melihat lawan jenis sama sekali, namun menjaga mata agar tidak saling menatap, sebab tatapan mata yang berlama-lama dapat mempengaruhi perasaan sehingga syaitan sangat leluasa menggoda. Rukhshoh hanya diberikan kepada mereka yang terlibat dalam proses belajar mengajar, transaksi jual beli, memberikan kesaksian, berobat dan saat khitbah.<br />
Kedua, Islam telah memerintahkan kepada kaum wanita untuk mengenakan pakaian secara sempurna. Yakni pakaian yang menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. (QS Al-Ahzab: 59). Adapun bentuk dan model pakaian tidaklah termasuk urusan ibadah murni tetapi termasuk aspek muamalah yang illat dan ketentuan hukumnya berporos pada maksud dan tujuan syariat (sebagaimana yang diungkapkan Prof. Abdul Halim dalam Tahrirul Mar’ahnya).<br />
Oleh sebab itu, bagaimanapun bentuk dan model pakaian asalkan dapat menutup aurat dengan memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan syariat, sesuai dengan kondisi iklim dan pada sisi lain memudahkan wanita bergerak, maka dapat diterima oleh syar’i. Kriteria dan persyaratan itu antara lain menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak dan punggung tangan, longgar, tidak ketat dan tidak transparan, serta serasi dan tidak mencolok.<br />
Ketiga, Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duaan) , kecuali wanita itu disertai mahramnya. Rasulullah Saw bersabda : Tidak dibolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya.<br />
Keempat, Islam sangat menjaga agar dalam kehidupan khusus hendaknya jamaah (komunitas) kaum wanita terpisah dari jamaah kaum pria; begitu juga di dalam masjid, sekolah, dan lain sebagainya. Paling tidak jangan sampai terjadi pembauran (ikhtilat), sekalipun dalam urusan dakwah. Pengaturan dan penjagaan shaf ikhwan dan akhwat baik dalam berdemo atau kegiatan lainnya perlu di tata kembali. Ikhtilat ini sangat banyak terjadi dalam kehidupan bermasyarakat seperti di dalam kendaraan umum, di pasar, dllnya. Menurut Dr. Abdul Karim Zaidan hal seperti ini dikategorikan sebagai bentuk dhorurat, selama kita memang belum mampu mengubahnya, namun apabila kita bisa mengaturnya, maka hukum dharurat tidak berlaku lagi.<br />
Demikian antara lain sebagian kecil dari sekian banyak rambu-rambu yang telah diatur Islam dalam pergaulan. Dakwah sudah menyebar, pergaulan sudah semakin luas, namun kita sebagai kader dakwah hendaknya tetap menjaga asholah dakwah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/persahabatan-dan-pacaran-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
