<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BURHANSHADIQ &#187; Review Pembaca Buku</title>
	<atom:link href="http://blog.burhanshadiq.com/category/review-pembaca-buku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.burhanshadiq.com</link>
	<description>Inspirasi Tiada Henti</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Review Mendadak Ustad</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/review-mendadak-ustad.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/review-mendadak-ustad.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 08:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Pembaca Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku :Mendadak Ustad: public speaking untuk remaja, mempersiapkan anak muda agar bersemangat dalam ceramah. Penulis : Burhan Sodiq. Penerbit : Samudera. Harga : Tebal : 136 hlm Satu lagi karya dari Burhan Sodiq yang pas dibaca oleh remaja islami. Terutama bagi yang mempunyai cita-cita untuk berdakwah, menyebarkan panji agama islam, dan berceramah di depan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;"><strong><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-842" title="resize-of-mendadak-ustadzaseli1" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2009/02/resize-of-mendadak-ustadzaseli1-150x150.jpg" alt="resize-of-mendadak-ustadzaseli1" width="150" height="150" /></strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;"><strong>Judul Buku<span> </span>:Mendadak Ustad: public speaking untuk remaja, mempersiapkan anak muda agar bersemangat dalam ceramah. </strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;"><strong>Penulis<span> </span>: Burhan Sodiq. </strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;"><strong>Penerbit<span> </span>: Samudera. </strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;"><strong>Harga<span> </span>:</strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;"><strong>Tebal<span> </span>: 136 hlm</strong></p>
<p style="margin-left: 1in; text-indent: -1in;">
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Satu lagi karya dari Burhan Sodiq yang pas dibaca oleh remaja islami. Terutama bagi yang mempunyai cita-cita untuk berdakwah, menyebarkan panji agama islam, dan berceramah di depan banyak orang. Buku ini menurut saya merupakan sebuah solusi tepat bagi mereka. Bagaimana tidak? Dari judulnya saja, saya yakin anda pasti setuju. Mendadak Ustad, sebuah judul yang menggelitik khas Burhan Sodiq. Yang dengan jelas memberi kita gambaran keseluruhan dari buku ini, yaitu tips-tips untuk membuat pembacanya menjadi fasih dalam berceramah di depan public, tidak monoton, garing, ataupun terlalu banyak bercanda. Melainkan menjadi suatu ceramah yang ringan, segar, namun maksudnya tersampaikan. Dan yang terpenting, mengusir rasa minder!</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Namun, buku ini tidak hanya menampilkan tips-tips itu saja, melainkan juga pemahaman tentang dakwah, ustad, dan nilai-nilai lain dalam islam. Sangat luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Dalam bab 1, kita akan dapat mengetahui alasan-alasan yang diberikan oleh penulis yang nantinya akan membuat kita semakin yakin untuk membaca buku itu. Yang nanti implementasinya adalah membuat para pembaca semakin yakin untuk berceramah. Namun, penulis tidak lantas membutakan para pembaca dengan anggapan bahwa untuk menjadi ustad<span> </span>itu hanyalah berceramah, tapi penulis juga menambahkan bahwa bekal untuk menjadi ustad itu juga harus berinteraksi dengan al-qur’an dan al-sunnah.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Namun, dalam bab satu penulis belum membahas cara berceramah secara detail. Baru di bab 2 kita mendapat pengertian yang cukup lengkap tentang ceramah. Hebatnya, dalam membahas ceramah dan pengertiannya ini, penulis dapat menggabungkan yang umum dan yang agama. Maksudnya, beliau dapat mengambil pemikiran tokoh-tokoh dunia barat dan dalil dari agama islam yang sesuai dengan kebutuhannya. Dalam bab ini juga ditampilkan sedikit intermezzo untuk bab selanjutnya, yaitu mengusir rasa minder.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Burhan Sodiq sungguh jeli melihat permasalahan remaja muslim pada umumnya. Yaitu ketakutan, sehinggan beliau membahas permasalahan ini secara lengkap dalam satu bab yang utuh. Dalam bab itu pembaca akan mendapatkan pengetahuan tentang ciri-ciri orang takut itu seperti apa. Karena seringkali orang yang takut itu tidak sadar bahwa dia takut. Dan kemudian, tips-tips mantap dari Burhan Sodiq akan disajikan untuk membantu kita menghilangkan perasaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Setelah kita disajikan banyak teori pengantar dari penulis tentang ceramah dan cara menata perasaan yang baik di atas mimbar, tibalah saatnya bagi penulis untuk membahas inti permasalahan dan teori inti di bab keempat. Yaitu cara untuk menyusun ceramah yang baik. Dan seperti bab-bab sebelumnya, tips-tips jitu dari Burhan Sodiq akan menemani perjalanan kita membaca bab ini. Dan di bab ini, yang menjadi aspek terpenting adalah isi pidato.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Di bab 5, tibalah bagi penulis untuk memberikan kunci bagaimana menjadi pembicara yang baik. Tidak hanya sekedar mengusir rasa takut seperti di bab 3. Ataupun teori penyusunan isi ceramah di bab 4. Melainkan sikap dan cara berpidato yang baik. Entah itu sikap di depan podium, pandangan mata, cara penlafalan kata demi kata, dan semua aspek penting dalam berpidato lainnya. Tentunya dalam bab ini sudah tidak penting dengan seberapa berat bobot isi ceramahnya, itu adalah aspek yang dibahas di bab 4. Sedang bab ini lebih menekankan kepada cara berbicara di depan umum.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Sebenarnya, jika diibiratkan dalam novel ataupun cerita fiksi lainnya, bab kelima tersebut sudah termasuk klimaksnya. Artinya, inti dari buku ini terdapat dalam bab 5. Namun, bukan berarti bab ke 6 dan ke 7 sudah tidak penting. Di dalam 2 bab terakhir itu terdapat informasi tambahan yang penting untuk dibaca oleh calon ustad.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Bab ke 6 membahas pada anjuran penulis bagi pembaca. Yang nantinya diharapkan oleh penulis dapat menambah kekuatan pembaca untuk berdakwah. Sedang di dalam bab ke 7, penulis membagi-bagikan pengalaman banyak orang kepada pembaca untuk diambil hikmahnya. Dengan begitu, pembaca diharap dapat menghindari yang buruk dan mendapatkan yang baik. Sangat menarik bukan?</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Nah, setelah kita mengetahui pembahasan masing-masing bab dalam buku ini kita jadi semakin mengerti bukan apa hebatnya buku ini? Ya, buku ini bukanlah sekedar bacaan, melainkan juga tuntunan bagi kita. Mungkin buku ini tidak akan kita lupakan dan tersimpan di dalam lemari buku setelah kita selesai membacanya. Melainkan akan selalu kita bawa setiap saat kita akan berceramah dimanapun. Dan bahkan, dalam konteks apapun, baik agama maupun umum.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Pada dasarnya, buku terbaru Burhan Sodiq ini sebenarnya cukup berbeda dibanding buku-buku beliau yang terdahulu. Kebanyakan buku-buku beliau dahulu adalah sesuatu yang bertemakan pernikahan dan cinta. Seperti <em>Nggak Harus Pacaran, Ya Allah Aku Jatuh Cinta! Ya Allah Aku Tak Ingin Sendiri </em>dll. Buku-buku tersebut menurut saya lebih berorientasi pada manajemen hati daripada urusan dakwah. Dengan mengambil tema yang ringan dan populer seperti itu memang Burhan Sodiq terbukti mampu menyedot minat pembaca. Dan sekarang, dengan tema yang berorientasi ke dakwah, Burhan Sodiq berupaya untuk membantu permasalahan remaja muslim pada umumnya. Memang harus diakui, dalam menentukan tema yang menarik, belia termasuk orang yang jeli.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Dan seperti pada karya-karyanya yang terdahulu, beliau masih menancapkan sasaran untuk para remaja muslim. Mengetahui batapa krusialnya masa peralihan itu bagi setiap manusia, Burhan berusaha memberikan pedoman pada mereka. Dan buku Mendadak Jadi Ustad ini merupakan salah satunya.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Jadi, anda mempunyai keinginan untuk berdakwah dan berceramah? Buku ini benar-benar akan membantu anda.</p>
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">
<p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;">Review ini dimuat di situs http://agfian.wordpress.com/category/pendidikan/tugas/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/review-mendadak-ustad.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Pembaca Buku Gombal Warning</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/review-pembaca-buku-gombal-warning.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/review-pembaca-buku-gombal-warning.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 07:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Pembaca Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/2009/02/21/review-pembaca-buku-gombal-warning/</guid>
		<description><![CDATA[Category: Books Genre: Religion &#38; Spirituality Author: Burhan Sodiq Adalah judul buku yang akan gw bahas. Gw nemu buku ini pas lagi iseng2 ke Gunung Agung Margo City. Buka2 isinya sedikit, eh ternyata menarik. Jadi akhirnya beli di TM Bookstore, secara ada diskon 15 % yee. Buku ini dikarang oleh Burhan Sodiq, yang mengaku seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-840" title="resize-of-gombalan-21" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2009/02/resize-of-gombalan-21-150x150.jpg" alt="resize-of-gombalan-21" width="150" height="150" /></strong></p>
<p><strong>Category:	Books<br />
Genre: 	Religion &amp; Spirituality<br />
Author:	Burhan Sodiq</strong><br />
Adalah judul buku yang akan gw bahas. Gw nemu buku ini pas lagi iseng2 ke Gunung Agung Margo City. Buka2 isinya sedikit, eh ternyata menarik. Jadi akhirnya beli di TM Bookstore, secara ada diskon 15 % yee.<br />
Buku ini dikarang oleh Burhan Sodiq, yang mengaku seorang ikhwan dan seringkali mendengar kisah terjeratnya para akhwat oleh rayuan gombal para ikhwan. Berikut adalah petikan dari buku tersebut.<br />
*****<br />
Akhwat dan ikhwan, adalah predikat yang ditempelkan kepada laki2 dan perempuan beragama Islam yang berusaha menjalankan syariat Islam secara utuh (versi mereka^^). Mereka selalu mendapat asupan gizi (ilmu agama) berkecukupan dari para ustadz/kakak mentor/murabbi mereka dengan pengajian, liqa’, taklim, halaqah dan istilah lainnya yang gw ngga ngerti ! (yang bikin resensi buku dodol banget seehh!!). Para ikhwan dan akhwat sudah mengetahui dengan pasti hal2 yang baik dan buruk serta batasan2 yang harus mereka jaga supaya mereka tetap berada di jalanNya.</p>
<p>Para akhwat sudah dengan maksimal menjaga penampilan mereka, dengan menutup tubuh indah mereka dengan kain panjang, begitu juga dengan rambut indah mereka. Tapi tetap saja rayuan gombal mendatangi mereka. Tidak dengan siulan2 nakal pria pinggir jalan, tapi yang menggoda justru teman2 seperjuangan mereka, para ikhwan! Serangan gombalnya metodis lagi! Oh my&#8230;</p>
<p>Sekuat2nya para akhwat, mereka tetap lah perempuan, yang kalau dipepet nan diflirting terus ya luluh lah pastinya! Mereka tetaplah manusia yang bisa saja terserang “virus merah jambu” yang sayangnya “tidak ada” obatnya. Bagi mereka, dalam Islam tidak ada yang namanya “pacaran” (ya ga ada lah, itu kan istilah Bahasa Indonesia). Yang ada adalah masa perkenalan atau ta’aruf (kalau tentang ini, maap saya ngga ngerti) kemudian dilanjutkan dengan pernikahan. Tetapi, hormon kali yee, pengennya menjalin hubungan “terlarang”. Karena tahu kalau ngga boleh pacaran, jadinya menjalin hubungan sembunyi2 alias HTS.</p>
<p>Hal2 seperti ini yang bahaya. Para ikhwan tapi bakwan ini seringkali merayu dengan dalih ibadah. Contohnya dengan sms malam “Sudah solat malam belum?” atau dengan perhatian kecil lainnya. Kalau wanita lain bisa dirayu dengan cokelat dan bunga, para akhwat bisa dirayu dengan tasbih dan sajadah, halah ! (ini menurut si pengarang buku loh !). Karena para ikhwan ini bakwan, mereka dengan seenaknya nge tek akhwat incarannya. “Saya ingin menikah dengan kamu, tapi 3 tahun lagi ya setelah kuliah saya selesai”. Dong dong dong dong, ukhti ku sayang, jangan sampai ya terjebak rayuan maut macam ini. HTS itu ngga ada masa depannya!!<br />
*****<br />
Demikian sekelumit isi dari buku ini, kalau penasaran dengan isi lengkapnya, gw dengan senang hati akan meminjamkan^^ kemudian, gw ngga ada maksud untuk menjelekkan suatu komunitas tertentu, hanya ingin berusaha memahami fenomena yang ada, bahwa “ikhwan dan akhwat juga manusia”<br />
Monggo, ditunggu tanggapannya (duh, kayaknya bakalan pedes nih &gt;.&lt;)</p>
<p>PS : untuk para ukhti ku tersayang, tetap istiqomah ya ^^</p>
<p>(tulisan review yang dimuat di situs http://bogoshippo.multiply.com/reviews/item/1)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/review-pembaca-buku-gombal-warning.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review Pembaca Tentang Gombal Warning</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/review-pembaca-tentang-gombal-warning.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/review-pembaca-tentang-gombal-warning.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 07:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review Pembaca Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/2009/02/21/review-pembaca-tentang-gombal-warning/</guid>
		<description><![CDATA[Category: Books Genre: Nonfiction Author: BURHAN SODIQ Awalnya ingin beli buku Fathi Yakan, tapi yang dicari ga ada, malah beli buku GOMBAL WARNING nya BURHAN SODIQ. Hoo gapapalah, tetap bermanfaat koq. Terutama untuk para ikhwan tukang gombal, dan para akhwat yang senang digombalin. Weiiitsss…serem banget tuh kata-katanya. Ya, yang marah berarti ngerasa…hehehe afwan afwan…peace… Awalnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-835" title="resize-of-gombalan-2" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2009/02/resize-of-gombalan-2-150x150.jpg" alt="resize-of-gombalan-2" width="150" height="150" /></p>
<p><strong>Category:	Books<br />
Genre: 	Nonfiction<br />
Author:	BURHAN SODIQ</strong><br />
Awalnya ingin beli buku Fathi Yakan, tapi yang dicari ga ada, malah beli buku GOMBAL WARNING nya BURHAN SODIQ. Hoo gapapalah, tetap bermanfaat koq. Terutama untuk para ikhwan tukang gombal, dan para akhwat yang senang digombalin. Weiiitsss…serem banget tuh kata-katanya. Ya, yang marah berarti ngerasa…hehehe afwan afwan…peace…</p>
<p>Awalnya, tertarik dengan judulnya yang unik banget. Ringkasnya buku ini memaparkan tentang fenomena ikhwan dan akhwat yang notabene berada dalam aktivitas dakwah, ternyata tak luput juga dari aktivitas yang mirip-mirip orang pacaran. Sungguh sulit dideteksi, karena kalau dibilang pacaran ya ga pacaran, tapi dibilang ga pacaran, koq kayaknya gimana juga ya…</p>
<p>Dalam buku ini dipaparkan bagaimana hubungan ikhwan dan akhwat, yang kita semua paham dan tahu kondisinya, insya Alloh lebih safe baik lingkungan maupun pertemanannya. Kalangan ikhwan dan akhwat yang aktivitasnya selalu sibuk dengan aktivitas dakwah, menimba ilmu, berlomba dalam beramal, ternyata tak luput juga dari godaan syetan yang satu ini.</p>
<p>Diterangkan dalam buku ini bagaimana hubungan ikhwan dan akhwat yang pada mulanya mungkin hanya sebatas partner dalam wajihah dakwah yang sama, lambat laun terjalin hubungan akrab, awalnya mulai saling menanyakan kabar, kemudian berubah menjadi curhat-curhatan. Mungkin kata-kata mesra yang biasa dilakukan orang pacaran pada umumnya diubah menjadi tausyiah atau nasehat atau malah sms untuk bangunin tahajud. Karena tidak ingin dibilang pacaran, kemudian si ikhwan berjanji untuk menikahi si akhwat, tapi tanpa waktu yang jelas, entah kapan. Dan si akhwat dibiarkan menunggu tanpa kepastian. Untuk menerima ikhwan lain yang ingin melamarnya, koq kayaknya kasihan ama si dia yang udah terlanjur menyatakan ingin menikah dengannya, selain itu juga udah terlanjur terpesona dengan rayuan si ikhwan.<br />
Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi antara ikhwan dan akhwat satu wajihah dakwah, tapi juga ternyata bisa menimpa lewat hubungan melalui kabel serat optik bawah laut yang terhubung dalam jaringan komputer dan internet. Dunia maya mampu menciptakan fenomena khalwat dan ikhtilat virtual antara ikhwan dan akhwat. Syetan bahkan menguasai teknologi saat ini. Ia menciptakan fatamorgana keindahan antara ikhwan dan akhwat ketika sedang chatting, fs an, YMan, fesbuk an, frensteran atau MP an? Ruang dan waktu tertembus sudah. Wahhh…</p>
<p>Heee??? Emang ada yang ikhwan dan akhwat yang kayak gitu??<br />
Well, ada atau gaknya di lingkungan kamu sekarang, buku ini (kata sang penulis), dibuat berdasarkan keprihatinananya terhadap realita yang dilihat dan dirasakannya di kalangan aktivis dakwah dewasa ini.</p>
<p>Karena yang menulis adalah seorang ikhwan, maka penulis banyak mengambil sisi dari seorang ikhwan, dimana dalam bukunya, sang ikhwan lebih banyak mengambil porsi sebagai ‘tersangka’ dalam kasus ini. Menurut penulis Ikhwanlah yang dituntut untuk lebih banyak menjaga sikap, menundukkan pandangan dan menahan diri hingga jangan sampai merayu akhwat. Karena akhwat, menurut prespektif penulis sudah berusaha untuk menjaga dirinya dengan menutup aurat dan merendahkan suara, tidak mendayu apalagi berusaha mencari perhatian. Namun, tentu bukan salah akhwat, jika pada akhirnya ia tetap kelihatan menarik, meskipun saat ia sekedar menarik napas. Hal ini terlihat mulai dari bab pertama jika kamu baca buku ini.</p>
<p>Selain itu dibuku ini juga banyak mengutip pengalaman-pengalaman pribadi akhwat korban rayuan gombal ikhwan, kata-kata gombal yang sering digunakan ikhwan dan juga nasehat-nasehat untuk akhwat agar jangan sampai termakan bujuk rayu ikhwan tukang gombal.</p>
<p>Kalau kamu baca buku ini, sekilas kamu akan merasa ikhwan tak jauh beda dengan lelaki kebanyakan. Tapi, tentu tidak semua orang seperti itu. Buku ini hanya mencoba melihat prespektif lain dari dunia ikhwan dan akhwat.<br />
Tentu di luar sana masih ada ikhwan akhwat luar biasa, yang tetap teguh menjalankan amanah dakwah, tetap terjaga ruhiyahnya, tetap berusaha untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang mendekati zina dan terjaga hatinya. Apakah kita termasuk di dalamnya? Semoga…</p>
<p>Saya yakin, kamu akan terbahak-bahak, sedikit merasa tersindir, malu, sedih dan prihatin ketika membaca buku ini. Sama seperti yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Sungguh benar-benar merasa amat sangat tersindir sekali, bahkan malu sekali (hayoooooo napa tuh Qi??? hehehe). Semoga bisa menjadi pelajaran dan tolok ukur sementara, untuk melihat apakah selama ini pergaulan dan tingkah laku kita sudah benar terhadap ikhwan atau akhwat? Jangan sampai agenda dakwah kita menjadi terganggu dan pertolongan Allah tidak kita dapatkan, karena terhalang oleh masalah cemen seperti ini yang menimpa pejuang Allah di jalan dakwah. Dan juga semoga ukhuwah kita tidak ternodai oleh virus-virus yang suka menyamar menjadi makhluk manis namun mematikan hati.</p>
<p>Selamat Membaca, dan kalau emang udah siap, mending nikah aja deh, lebih aman. Hehehehe,,, oh ya afwan ya ga ada foto bukunya.</p>
<p>NB: Tulisan ini adalah resensi dari pemilik situs http://qeeasyifa.multiply.com/reviews/item/12</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/review-pembaca-tentang-gombal-warning.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

