<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BURHANSHADIQ &#187; Catatan Perjalanan</title>
	<atom:link href="http://blog.burhanshadiq.com/category/catatan-perjalanan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.burhanshadiq.com</link>
	<description>Inspirasi Tiada Henti</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 02:39:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Berbagi Itu Indah</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/1656.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/1656.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 23:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1656</guid>
		<description><![CDATA[Berbagi itu menyenangkan. Kita bisa menuangkan gagasan dan pengalaman kepada khalayak pendengar. Pekan ini sesi “berbagi” saya lumayan padat merayap. Dari mulai kajian keislaman di FISIP UNS, lanjut ke Seminar Kepenulisan di FKIP Universitas yang sama. Di sela selanya berkesempatan ngisi di sebuah training motivasi di pesantrean Ibnu Qoyim Piyungan Bantul Jogjakarta. Di Fisip UNS, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbagi itu menyenangkan. Kita bisa menuangkan gagasan dan pengalaman kepada khalayak pendengar. Pekan ini sesi “berbagi” saya lumayan padat merayap. Dari mulai kajian keislaman di FISIP UNS, lanjut ke Seminar Kepenulisan di FKIP Universitas yang sama. Di sela selanya berkesempatan ngisi di sebuah training motivasi di pesantrean Ibnu Qoyim Piyungan Bantul Jogjakarta.</p>
<p>Di Fisip UNS, saya diundang oleh LKI. Kajian yang ada diselenggarakan di sebuah tempat terbuka. Temanya soal bagaimana bergaul di kampus. Soalnya pergaulan di kampus berbeda banget dengan pergaulan yang ada di pondok. Di kampus nuansa egaliternya kental. Putra putri campur di kelas, dan tiada hijab yang membatasi. Sementara mereka dituntut untuk selalu menjaga pandangan. Plus juga menjaga hati. Hati siapa coba yang tidak kebat kebit bila memandang akhwat berkerudung yang anggun memesona? Pasti dag dig dug duerrr! Nah, itulah kenapa pembahasan ini menjadi menarik untuk dikupas dalam sebuah kajian.</p>
<p>Sesi berikutnya di pesantren Ibnu Qoyim membahas tentang bagaimana mengenali potensi santri. Saya sampaikan bahwa ada beberapa indikator kalau kita berpotensi atau tidak.</p>
<p>1.	Bila orang lain ngga bisa, eh kita malah bisa dengan cepat mengerjakannya.<br />
2.	Bila orang lain ngga suka, kita malah suka banget dengan aktivitas itu.<br />
3.	Bila orang lain tidak bisa menikmatinya, kita malah sangat enjoy dengan itu semua.</p>
<p>Tiga hal itu bisa menjadi sebuah indikator apakah kita ini berpotenti ataukah tidak.</p>
<p>Sesi ketiga di Sekolah Menulis anak anak FKIP. Saya dipanelkan dengan seorang Doktor Lulusan UGM. Beliau sering bikin penelitian dan sering menang. Saya jadi bisa menikmati teori-teori menulis yang sudah beliau sampaikan. “Menulis itu intinya adalah memulai” katanya. Wah menarik pak materinya, semoga saya juga ketularan bisa menulis karya ilmiah. Sebab sampai sekarang tesis juga belum selesai. Terima kasih ya Allah sudah memberi saya berbagai pengalaman ini.</p>
<div id="attachment_1657" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2011/04/Photo0327.jpg"><img class="size-medium wp-image-1657" title="Photo0327" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2011/04/Photo0327-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">santri ibnu Qoyyim antusias mengikuti acara.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/1656.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acara Keren di UMM Bareng FORSIFA</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/acara-keren-di-umm-bareng-forsifa.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/acara-keren-di-umm-bareng-forsifa.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 08:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1647</guid>
		<description><![CDATA[Ahad lalu saya diundang ke UMM Malang. Agendanya mengisi sebuah seminar kepenulisan yang diselenggarakan oleh Forsifa UMM. Saya putuskan memilih armada bus malam berinisial RI. Maklum pool bus RI ini deket sama lokasi rumah. Dianter istri jam Sembilan malam saya menunggu di kursi tunggu yang keras itu. Lelahnya raga memaksa saya tuk melelapkan mata sejenak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2011/04/Photo0317.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1650" title="Photo0317" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2011/04/Photo0317-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ahad lalu saya diundang ke UMM Malang. Agendanya mengisi sebuah seminar kepenulisan yang diselenggarakan oleh Forsifa UMM. Saya putuskan memilih armada bus malam berinisial RI. Maklum pool bus RI ini deket sama lokasi rumah. Dianter istri jam Sembilan malam saya menunggu di kursi tunggu yang keras itu. Lelahnya raga memaksa saya tuk melelapkan mata sejenak.</p>
<p>Ternyata bus yang ditunggu-tunggu baru datang jam 11 malam. Saya pun segera masuk ke armada itu dan langsung ambil posisi tidur. Bangun-bangun saya sudah di Caruban di sebuah rumah makan. Dengan menu yang dibatasi cuma satu lauk saya makan sahur saat itu. Jam 2 malam makan, kan namanya sahur. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dan saya masih terlelap karena kecapekan. Sampai Malang saya dijemput mas Kahar, salah seorang panitia. Dengan mengendarai sepeda motor, kita ngebut. Hawa dingin malam memaksa saya menutup jaket erat-erat.</p>
<p>Saya dibawa ke sebuah rusunawa belakang kampus putih UMM. Menunggu beberapa saat ternyata bukan di situ tempatnya. Tetapi di sebuah hotel berinisial M di daerah Sengkilang. Hotelnya mirip penginapan guest house dengan satu kamar tamu, satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Saya mandi dan santai santai menunggu acara dimulai. Setelah itu saya cek kamera poket saya. Waduh, ternyata kamera itu hilang pas di bus tadi. Feeling saya sih mungkin diambil saat makan, dimana barang itu saya tinggal di bus. Yahh hilang deh sony mungilku itu…</p>
<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2011/04/Photo0302.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1651" title="Photo0302" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2011/04/Photo0302-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Acara pun digelar. Akhirnya acara inti dimulai. Saya memberi materi kurang lebih 2 jam. Ditutup dengan pembagian hadiah untuk pemenang lomba cerpen dan artikel. Di acara ini ada seorang penanya yang super duper pede. Dia bertanya kalau selama ini dia sama sekali tidak suka menulis. Maka dia bertanya apa yang harus dia lakukan agar dia bisa menulis? Syaratnya dia pengen minta buku yang ada di tangan saya. Humm…</p>
<p>Acara semacam ini menjadi penting karena bisa memberi lecutan semangat untuk berbagi kepada orang lain. Sungguh menyenangkan bila kita bisa menuangkan ide dan gagasan kita kepada masyarakat luas. Masyarakat bisa membaca tulisan kita, menikmati ide ide kita dan pada akhirnya bisa mendulang manfaat dari kita.</p>
<p>Kalau Anda atau lembaga pengen mengadakan acara semacam UMM ini, silakan kontak saya di <a href="mailto:burhanshadiq@yahoo.com">burhanshadiq@yahoo.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/acara-keren-di-umm-bareng-forsifa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku di Balikpapan</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-balikpapan.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-balikpapan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 00:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1386</guid>
		<description><![CDATA[Ada undangan ke Balikpapan. Bedah buku di sekolah-sekolahan. Buku yang dipilih Karena Cinta Harus Memilih yang imut-imut itu. Dengan semangat 45, saya menuju bandara Jogja. Pesawat Mandala jam 10 ternyata dipending dan dinyatakan gagal terbang waktu itu. Saya kudu ngantri cari tiket Sriwijaya. Humm, kaki berasa kaku semua deh. Jam 3 sore, alhamdulillah pesawat take [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada undangan ke Balikpapan. Bedah buku di sekolah-sekolahan. Buku yang dipilih <a title="Karena Cinta" href="http://gazzamedia.com/index.php?act=detail_buku&amp;&amp;id_buku=82">Karena Cinta Harus Memilih</a> yang imut-imut itu. Dengan semangat 45, saya menuju bandara Jogja. Pesawat Mandala jam 10 ternyata dipending dan dinyatakan gagal terbang waktu itu. Saya kudu ngantri cari tiket Sriwijaya. Humm, kaki berasa kaku semua deh.</p>
<p>Jam 3 sore, alhamdulillah pesawat take off dan mendarat dengan mulus di bandara Sepinggan Balikpapan. Sudah ada team penjemput saat itu yang kelepan kelepon terus dari sejak pesawat datang. &#8220;Maaf pak, saya lagi nunggu bagasi. Sebentar ya.&#8221; jawab saya singkat.</p>
<p>Berbuka segelas air mineral, melesat kita ke tempat transit. RS Pertamina, ada masjid mungil, cantik tempat saya bermalam. Dapat sekotak snak, saya sudah diminta ngisi kultum di masjid yang cukup jauh dari tempat itu. Dari sinilah pengalaman dakwah bermula.</p>
<p>5 hari saya berada di kota ini. Kotanya bagus, menarik dan viewnya dapet! Karena di depan jalan terhampar lautan dengan asesoris kapal kapal gede yang membuat indah pemandangan. Bahkan saya juga sempat naik speed boad membelah samudera waktu mau ke pulau Itci. Tempat dimana saya juga mengisi bedah buku di masjid Muhajirin yang fenomenal itu.</p>
<p>Saya bersyukur atas kesempatan ini. Semoga bedah buku berikutnya tidak kalah asyiknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-balikpapan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semoga Tak Terulang</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/semoga-tak-terulang.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/semoga-tak-terulang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 16:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[Hari yang aneh, mungkin yang paling pas sebagai gambaran apa yang saya alami sabtu dan ahad lalu. Awalnya saya dihubungi panitia tuk ngisi sebuah kajian di Surabaya. Tapi saya tidak bisa bulan itu. Maka saya inget betul, panitia minta jadwal bulan berikutnya. Dan saya mengiyakan. Tetapi pas mendekati hari H, tidak ada kontak dari panitia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari yang aneh, mungkin yang paling pas sebagai gambaran apa yang saya alami sabtu dan ahad lalu. Awalnya saya dihubungi panitia tuk ngisi sebuah kajian di Surabaya. Tapi saya tidak bisa bulan itu. Maka saya inget betul, panitia minta jadwal bulan berikutnya. Dan saya mengiyakan. Tetapi pas mendekati hari H, tidak ada kontak dari panitia sedikitpun. Saya khusnudzon, saya pikir lupa atau apa. Sayangnya saya pun tidak ingin menghubungi mereka untuk konfirmasi ulang. Saya pun memutuskan berangkat ke SBY barengan istri dan anak anak.</p>
<p>Sampai di Sby, saya di SMS panitia. Ternyata ada miscom, saya tidak dijadwalkan mengisi hari itu. Mereka menggagalkan dan sudah menjadwal pembicara lain. Padahal saya sudah sampai di Sby dan tidak ada konfirmasi pengagalan sebelumnya. Pffhh&#8230;tidak apa apa insya Allah. Karena saya malah bisa berlama-lama silaturahmi dengan keluarga.</p>
<p>Dari kejadian ini saya mengambil banyak pelajaran:</p>
<p>1. Panitian sebaiknya serius dengan melampirkan surat permohonan pembicara baik via faks maupun email. Jangan biasakan menghubungi pembicara atau siapapun hanya melalui SMS.</p>
<p>2. Saya pun kudu legawa menghubungi kalau misalnya dari panitia tak ada kabar berita. Biar tidak kecele, sampe lokasi ternyata ga jadi.</p>
<p>3. Komunikasi itu super penting dalam penyelenggaraan event.</p>
<p>Nah, ini sekedar berbagi pengalaman saja, semoga tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/semoga-tak-terulang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jogja dan Kebaikan Seorang Akhwat</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/jogja-dan-kebaikan-seorang-akhwat.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/jogja-dan-kebaikan-seorang-akhwat.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 08:08:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/2009/10/20/jogja-dan-kebaikan-seorang-akhwat/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, mencoba melancong ke Jogja bersama pasangan dan buah hati yang cantik. Tujuannya cuman satu, yaitu sebuah perpustakaan di dekat stasiun tugu yang ramai itu. Maklum, garapan tesis itu numpuk, tak tersentuh karena selama ini berkutat dengan buku dan buku. Sementara tesis terkatung-katung dalam impian, karena waktu untuk mengerjakan selalu terganjal oleh aral di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-1026" title="stasiun-tugu_2605_l" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2009/10/stasiun-tugu_2605_l-215x300.jpg" alt="stasiun-tugu_2605_l" width="215" height="300" /></p>
<p>Hari ini, mencoba melancong ke Jogja bersama pasangan dan buah hati yang cantik. Tujuannya cuman satu, yaitu sebuah perpustakaan di dekat stasiun tugu yang ramai itu. Maklum, garapan tesis itu numpuk, tak tersentuh karena selama ini berkutat dengan buku dan buku. Sementara tesis terkatung-katung dalam impian, karena waktu untuk mengerjakan selalu terganjal oleh aral di depan. (Halah, alasan&#8230; ^_^)</p>
<p>Sampai di Jogja, kita bertiga berjalan ke arah tujuan. Tiba-tiba ada seorang akhwat, berkendara sepeda motor, berhenti di depan. &#8220;Assalamualaikum, ada yang bisa diboncengin ga?&#8221; Ups, kaget saya. Alhamdulillah, saya tidak spontan tunjuk tangan. Hehehe. Istri langsung mendekat dan duduk di sadel. &#8220;Gapapa tho mba? Kita cuman mo ke situ kok.&#8221; Dia tersenyum, dan tetap melanjutkan niat baiknya. Akhirnya saya berjalan sendirian, Aisy dan uminya dibawa akhwat baik itu ke tempat tujuan.</p>
<p>Ini fenomena menarik bagi saya. Inilah yang saya sebut dengan truly ukhuwah. Dia sama sekali ga kenal saya. (emang terkenal?) Tapi dia mau dengan rela hati, berbuat kebaikan untuk orang yang tidak dia kenal. Saya hanya menduga, mungkin karena jilbab istri dan anak saya. Sehingga dia baik hati mau menolong. Tapi ternyata tidak, ia memang senang memboncengkan orang yang butuh bantuan dia. Oh, baik sekali ya dia. Apa dia memang sengaja membawa dua helm agar dia bisa selalu berbuat baik. Oh Jogja, satu menghunimu telah mencuri perhatianku.(Eh perhatian kami ding kan sekeluarga!)</p>
<p>Belum cukup itu, ada gift lain yang sangat berkesan hari ini. Saya masuk ke perpustakaan itu. Mendaftar sebagai anggota, dan menyodorkan puluhan buku yang sudah saya daftar. Ada petugas menghampiri, menunjukkan cara memesan buku, dan benar-benar menolong saya. Tidak cukup itu, saya masuk ke ruang baca, dia yang mencarikan semua jurnal yang saya butuhkan. &#8220;Saran saya, segera dikopi saja, mumpung masih pagi, sehingga tidak antre!&#8221; Saya nyaris tidak percaya. Ada lima jurnal lebih, tebal-tebal klipingannya, ia langsung membukakan bab yang saya butuhkan. &#8220;Masya Allah, padahal yang lainnya tidak dibegitukan. Ada yang salah denganku kah?&#8221;</p>
<p>Inilah pelayanan, inilah khidmat yang Rasulullah ajarkan. Melayani dengan hati, tulus dan tidak terkesan karena &#8216;butuh&#8217;. Saya hanya bisa berdoa, semoga segala gift hari ini memberi saya motivasi, agar saya bisa terus berbagi kebaikan dan menebar kebahagian bagi semua orang. Lalu, bagaimana dengan Anda, apa gift Allah bagi Anda hari ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/jogja-dan-kebaikan-seorang-akhwat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 hari di Riau</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/3-hari-di-riau.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/3-hari-di-riau.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 06:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[Ah sudah lama tidak menulis blog. Pengen cerita tentang perjalanan ke Pekanbaru kemarin. Asyik, pengen ke sana lagi. Berangkat hari jumat, dari bandara Solo transit di Jakarta. Buat catetan saja, kalau mau naik pesawat, Sriwijaya lumayan nyaman. Cuman yang bikin pegel transit di Jakartanya kelamaan. Nyampe jam 8 pagi, transitnya lima jam di Cengkareng. Kudu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah sudah lama tidak menulis blog. Pengen cerita tentang perjalanan ke Pekanbaru kemarin. Asyik, pengen ke sana lagi. Berangkat hari jumat, dari bandara Solo transit di Jakarta. Buat catetan saja, kalau mau naik pesawat, Sriwijaya lumayan nyaman. Cuman yang bikin pegel transit di Jakartanya kelamaan. Nyampe jam 8 pagi, transitnya lima jam di Cengkareng. Kudu bisa ngatur waktu dan mood, kalau ndak bisa beterie sonete. Karena bandara segalanya mahal. Makan sepiring saja 50 ribu. Hufff&#8230;</p>
<p>Makanya banyak penumpang transit yang cuman duduk lesehan di lantai. Kalau sama temen enak bisa ngobrol, tapi kalau sendirian bakalan garing. Oleh karenanya kudu pinter-pinter nyari temen ngobrol yang asyik. Akhirnya ketemu satu temen ngobrol, seorang bapak yang sudah agak tua. Cuman badannya masih bagus, kekar. Penampilannya juga masih kayak anak muda. Ngobrol akhirnya tahu kalau dia kerja di Dumai di sebuah pertambangan. 3 pekan di lokasi kerjaan, 3 pekan di rumahnya di Bandung. Dia ngejalanin hidup kayak gitu udah sejak tahun 97 an. Manteb ga tuh&#8230;Anaknya udah pada gede. Ada beberap yang berprofesi seperti dia juga. Dia bilang males kalau jadi orang kantoran. Pegel-pegel semua katanya.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-994" title="DSC01090" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2009/08/DSC01090-300x225.jpg" alt="DSC01090" width="300" height="225" /></p>
<p>Ga terasa ngobrol, pesawat dah dateng. Terbang sejam, sudah nyampe di Pekanbaru. Sampe bandara dijemput ama temen yang ada di sana. Berempat melesat ke arah kota. Mampir shalat di sebuah mesjid besar. Aroma Melayunya kental banget. Shalat dhuhur dan Ashar jadiin satu. Usia shalat mampir makan. Dikenalin ama menu khas Pekanbaru, Ayam Pop. Tapi aku ga makan jenis itu, makan sop saja, karena lagi pengen yang seger-seger. Sejurus kemudian mampir di tempat ustad, masjid Al Falah. Masjidnya masih sederhana, cuman emang lagi bangun masjid baru di deketnya. Gede sih, cuman belom keliatan hasil akhirnya. Di depan masjid ada gubuk mungil, tempat para tukang ketak ketok bikin rencana gedung BMT. Mantab juga rencananya&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-995" title="DSC01098" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2009/08/DSC01098-300x225.jpg" alt="DSC01098" width="300" height="225" /></p>
<p>Hari sudah mulai sore, segera meluncur ke tempat istirahat. Tapi teringat pesen temen di FB, jangan lupa nyicipin jus jagung. Bener deh, ternyata ada Sodara yang punya bisnis jus. Mampirlah kita minum jus jagung. Sembari bawa jus Rosela untuk di rumah. Masya Allah, itu jus jagus rasanya enak banget. Lidahku kayak diguyur rasa manis yang menusuk. Sempet pengen nanya resepnya, tapi gagal karena ga berani nanya. Hehehe. Selain jus jagung, ada juga jus pinang, jus markisa, jus rosela dan buah plum. Enak-enak kayaknya, tapi lain kali saja ngicipinnya.</p>
<p>Waktu berikutnya cuman habis di rumah inap. Punya seorang saudara seiman yang baik hatinya. Ngobrol sampe isya, terus lanjut liat teve. eh ternyata ada berita penggerebekan Temanggung. Seru liatnya, sampe tuan rumah terlelap.dan malam itu, hari pertama di pekan baru menjadi momen yang membahagiakan.</p>
<p><strong>Cinta di UNRI</strong></p>
<p>Hari kedua, ada acara di masjid UNRI. Bedah buku tapi bukunya habis. Karena Cinta Harus Memilih. Anak-anaknya antusias banget. Lelaki dan perempuan sama-sama kompaknya. Akhirnya selesai sampai jam 3, padahal acara mulai jam 8 pagi. Puas banget ya&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-996" title="DSC01100" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2009/08/DSC01100-300x225.jpg" alt="DSC01100" width="300" height="225" /></p>
<p>Sore harinya lanjut perjalanan ke sebuah daerah sawit. Di daerah sawit itu ada penyebutan khas, SP namanya. Semacam blok lah. Jalan ke sana kudu pake travel. jangan dibayangin travel yang wuih ber ac gitu. Tuh cuman mobil L300 yang ga ada ACnya. karena dah sore, dapetnya mobil yang kurang asyik buat jalan. Bahkan kita sampai kudu ganti mobil 3 kali untuk sampe daerah ini. Sampai di lokasi ketemu tuan rumah. Bapak-bapak yang baik hati. Beliau aseli trenggalek yang ikut transmigrasi beberapa tahun silam. Di tempat ini, aku dijadwalkan ada acara kajian umum, Tabligh Akbar. Wow&#8230;pesertanya lumayan banyak. Ada bapak-bapak, ibu-ibu juga anak muda.</p>
<p>Setelah usai acara, aku kembali ke base. Naik mobil lagi 3 jam, tapi mobilnya lebih bagusan dari kemarin. Sampai pekanbaru sudah sore. Nunggu jemputan tidak datang-datang. padahal malam harinya masih ada tugas di UNRI. Malamnya dijemput lagi setelah mandi dan beres-beres diri. Ternyata UNRI mati lampu. Di Pekanbaru mati lampu hal yg biasa. Sehari bisa sampe 2 kali. Cuacanya juga panas banget. Belum lagi kabut asapnya. Humm bikin senewen deh&#8230;</p>
<p>Tapi yang asyik dari kota ini ada perpustakaan Soeman HS. Subhanallah, bagus sekali. Andai Solo ada yang kayak itu, pasti asyik banget. Cuman sayangnya koleksi bukunya belum begitu lengkap, belum lagi tidak ada kataolog komputer untuk mencari buku yang dicari. Siang berikutnya aku berencana pulang. Tapi tengok perpus Soeman HS dulu sembari mencicipi kopi ginsengnya. Dari sana melesat beli oleh-oleh dan terbang lagi ke Jogja. Sampe Jogja masih kudu naik bus dan taksi biar sampe depan rumah. Asyik pokoknya, semoga jadi pelajaran berharga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/3-hari-di-riau.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suramadu Bridge</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/suramadu-bridge.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/suramadu-bridge.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 02:37:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/2009/07/14/suramadu-bridge/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi temen temen yang pengen jalan ke Suramadu, ada baiknya bawa jaket. Soalnya anginnya lumayan kenceng. Siapin uang 3000 kali naik motor. Tapi mendingan naik motor, bisa liat view laut yang lumayan indah. Usahakan kalau ke sana pas sunset apa sunrise. Wow romantis banget!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-976" title="The Suramadu" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/uploads/2009/07/DSC00932.JPG" alt="The Suramadu" width="306" height="407" /></p>
<p>Bagi temen temen yang pengen jalan ke Suramadu, ada baiknya bawa jaket. Soalnya anginnya lumayan kenceng. Siapin uang 3000 kali naik motor. Tapi mendingan naik motor, bisa liat view laut yang lumayan indah. Usahakan kalau ke sana pas sunset apa sunrise. Wow romantis banget!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/suramadu-bridge.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku Di Trenggalek</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-trenggalek.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-trenggalek.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 23:04:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/2009/01/10/bedah-buku-di-trenggalek/</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini rencananya saya ke Trenggalek. Ini pengalaman pertama saya ke kota itu, Karena besuk paginya akan ada acara bedah buku Ya Allah Aku Jatuh Cinta di Aula Depag Trenggalek. Alhamdulillah buku itu masih diminati oleh anak muda. Mungkin karena temanya, atau mungkin karena memang mereka membutuhkan saya hadir di sana. Narsis ya! Rencananya perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-755" title="trenggalek_map_350" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2009/01/trenggalek_map_350-249x300.gif" alt="trenggalek_map_350" width="249" height="300" /></p>
<p>Malam ini rencananya saya ke Trenggalek. Ini pengalaman pertama saya ke kota itu, Karena besuk paginya akan ada acara bedah buku<em> Ya Allah Aku Jatuh Cinta</em> di Aula Depag Trenggalek. Alhamdulillah buku itu masih diminati oleh anak muda. Mungkin karena temanya, atau mungkin karena memang mereka membutuhkan saya hadir di sana. Narsis ya!<br />
Rencananya perjalanan dilakukan malam hari. Sehingga sampai Trenggalek tengah malam. Menginap semalam dan kemudian pagi harinya bedah buku sampai siang. Siang setelah acara baru meluncur kembali ke Solo. Di samping bedah buku juga akan ada bazaar buku murah untuk para pelajar. Mendekatkan mereka dengan buku agar mereka lebih punya bobot pengetahuan yang memadai.<br />
Memang setiap kali bedah buku, selalu saja menunggu saya menunggu diundang. Biasanya yang mengundang sebuah ormas, atau sebuah organisasi pelajar. Sebab dari penerbit bukunya sendiri jarang mengadakan tour bedah buku ke kota-kota lain. Mungkin karena budget promo yang kurang, atau kesibukan penerbit yang menuntutnya tidak berpikir kegiatan semacam ini.</p>
<p><strong>Antusiasme, Itu Penting!</strong><br />
&#8220;Pak, minta maaf kalau nanti yang datang sedikit, sebab ini adalah acara perdana kami, sebelumnya kami belum pernah menyelenggarakan acara seperti ini.&#8221; Kata pak Ahsan kepadaku beberapa hari yang lalu. Aku pikir setiap acara memang selalu berpeluang rame atau sepi. Tugas panitia membuatnya rame dan tugas saya sebagai pembicara untuk membuatnya gayeng, menarik dan tidak membosankan.<br />
Acara-acara yang melibatkan remaja sebagai audiencenya memang kalau terlalu lama membuat mereka bosan. Sebab kemampuan mereka untuk konsen pada satu hal itu hanya beberapa menit saja. Maksimal 60 menit, setelah itu mereka cenderung ngobrol sendiri, dan kemudian rame ngomong sendiri-sendiri. Jadi sebaiknya memang dipaskan saja dengan kebutuhan mereka. Agar antusiasme mereka tetap terjaga dengan baik. Kalau mereka senang, pembicara juga ketularan senang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/bedah-buku-di-trenggalek.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Report Kajian</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/report-kajian.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/report-kajian.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 09:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=706</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi siap-siap pergi ke Simo Boyalali. Jarak tempuh dari rumah kurang lebih 30 kilo an. Dengan sepeda motor kesayangan melaju kencang. Tetapi sayang, mata kantuk inginnya terpejam. Wushhhh! Sampailah di tempat tujuan. Duduk sebentar, ternyata belum ada orang. Peserta masih sedikit sekali. Jam sembilan tepat acara dimulai, sudah penuh ruangan dengan peserta putra dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Tadi pagi siap-siap pergi ke Simo Boyalali. Jarak tempuh dari rumah kurang lebih 30 kilo an. Dengan sepeda motor kesayangan melaju kencang. Tetapi sayang, mata kantuk inginnya terpejam. Wushhhh! Sampailah di tempat tujuan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Duduk sebentar, ternyata belum ada orang. Peserta masih sedikit sekali. Jam sembilan tepat acara dimulai, sudah penuh ruangan dengan peserta putra dan putri. Acara berlangsung seru dan haru. Kenapa seru, karena anak-anak ini semangat sekali. Mereka sengaja datang dari segala penjuru Boyalali. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Selagi asyik mengisi materi tentang pacaran dan sahabatan, Allah Ta&#8217;ala menurunkan rezekinya, HUJAN! Mendadak sejuk. </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN">Sebenarnya materi ini adalah materi yang akan terbit Januari 2009. tetapi tidak mengapa, sebagai suplai semangat anak muda. Semoga selalu sehat sehingga bisa bermanfaat untuk ummat. Pulang ke Solo diantar dengan hujan gerimis. </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/report-kajian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Survey Lokasi Pacitan</title>
		<link>http://blog.burhanshadiq.com/survey-lokasi-pacitan.html</link>
		<comments>http://blog.burhanshadiq.com/survey-lokasi-pacitan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 07:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>burhanshadiq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.burhanshadiq.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Capek. Kempol pegel jalan kaki. Turun tebing, jelajah pasir, merangkak di bebatuan karang berlumut, licin dan tajam. Tapi hati ini seneng luar biasa. Bisa survey ke daerah Pacitan, sebuah pantai yang indah menawan dan bagusnya lagi, MASIH PERAWAN! Ceritanya dimintai tolong jadi panitia. Acara bareng-bareng karyawan biar semakin akrab, dekat dan hangat (kompor kale!) Jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2008/07/resize-of-resize-of-dsc04305.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-457" title="resize-of-resize-of-dsc04305" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2008/07/resize-of-resize-of-dsc04305-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Capek. Kempol pegel jalan kaki. Turun tebing, jelajah pasir, merangkak di bebatuan karang berlumut, licin dan tajam. Tapi hati ini seneng luar biasa. Bisa survey ke daerah Pacitan, sebuah pantai yang indah menawan dan bagusnya lagi, MASIH PERAWAN!</p>
<p><a href="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2008/07/resize-of-resize-of-dsc04306.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-458" title="resize-of-resize-of-dsc04306" src="http://blog.burhanshadiq.com/wp-content/2008/07/resize-of-resize-of-dsc04306-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ceritanya dimintai tolong jadi panitia. Acara bareng-bareng karyawan biar semakin akrab, dekat dan hangat (kompor kale!) Jadi kudu survey lokasi dulu. Dengan badan segede ini kayaknya emang kudu jalan perlahan. Biar tidak pingsan di jalan. Malah entar nyusahin orang. Tetap semangat untuk hidup yang lebih hangat. Halah hangat lagi…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.burhanshadiq.com/survey-lokasi-pacitan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

