Buku: Teriak Tanpa Suara
Jun 11th, 2008 by burhanshadiq
Ketika buku dilempar ke pasar tanpa atribut pemasaran yang cukup, maka ia akan berjuang sendiri di toko. Memanggil-manggil tanpa suara para pembeli buku yang dari tadi lalu lalang tanpa henti. “Cobalah berhenti, lihatlah betapa cantiknya aku dan belilah aku dengan uangmu!” seru buku-buku itu tanpa suara. Namun apalah daya, para pembeli itu tetap saja berjalan, dan tidak menghiraukan. “Lihat aku, setidaknya cobalah kau lihat aku dahulu.” Tetap saja sama. Buku itu meringkuk sendiri dalam pilu.
Waktu berjalan, buku pun tetap tak laku. Dipindah ke tempat yang lebih bawah, tak terjangkau oleh mata para pengunjung toko. Nasibnya pun kembali merana. Meringkuk sendiri, dengan segala kepiluan di hati. Tak ada orang mencari-cari, bahkan sekedar bertanya apakah ada buku seperti dia di toko ini pun tidak pernah ada. Hari-harinya kembali sepi sendiri, tanpa ada tangan yang mengambilnya dan membawanya pulang.
Berbeda dengan buku yang dibantu atribut pemasaran handal. X Banner, pamlet, bedah buku, promo tour ke berbagi kota dan segala atribut iklan di media majalah dan media massa membuatnya terkenal. Setiap orang diguyur rasa ingin tahu luar biasa. Penasaran, gemes dan berjuta rasa berkumpul tiada terkira. Kini ia menjadi superstar, selebriti, meski belum banyak orang yang beli. Tapi buku itu tidak berjuang sendirian dan tidak takut menghabiskan masa menunggu di toko buku. Dia pun juga tak perlu khawatir, bila akhirnya dijual dengan diskon habis-habisan, atau berakhir di toko loakan dengan dijual kiloan. Jadi, kalau anda penulis buku, bukankah anda ingin buku anda diiklankan?

Apakah pemasaran cukup dengan atribut dan aksesoris belaka? Benarkah periklanan bisa menciptakan penjualan?
Kalau merujuk teori 4P’s-nya Jerome Mc Carthy, periklanan hanya salah satu komponen dari Promotion. Dalam pemasaran, juga harus direncanakan srategi pengembangan produk (Product), strategi penetapan harga (Price) dan strategi pendistribusiannya (Place). Setelahnya, rencanakan promosinya dengan periklanan, kegiatan humas,dll.
Salam pariwara…!
Memang PROMOTION bukan penentu, tetapi ketika 3 hal itu sudah dilakukan, PRODUCT oke, PRICE Ok, Place juga oke, trus kan tinggal genjotin Promonya kan?