BOOKSIGNING ON ITS, CEILE!
Jul 31st, 2007 by burhanshadiq
saya mendapat amanah untuk berbagi kegembiraan dengan teman-teman mahasiswa ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya. Saya berangkat dari SOLO menggunakan jasa kereta api Sancaka sore. Berangkat dari Balapan Solo jam 5 sore dan sampai di Gubeng Surabaya pada pukul 10 malam. Adik ipar tercinta menjemput saya dengan motor roda dua. Sampai di rumah disambut istri dengan senyuman terindah yang lama tidak saya jumpa. Anak-anak sudah lelap dalam peraduannya, Atikah dan Aisyah biji mata yang paling indah.
Pagi hari jam 7 kami berkemas. Ternyata bapak dan ibu mertua berkeinginan mengantar saya hingga ke tempat acara. Sungguh sebuah kehormatan tersendiri bagi saya, karena baru kali ini saya diantar mertua. Sekitar seperempat jam kami sampai di lokasi acara, gedung perpustakaan ITS lantai 2. Kondisi masih lengang, bahkan parkir pun masih saja kosong. Saya mencoba mencari tahu ke dalam, saya naik ke lantai dua. Saya dapati panitia sibuk di meja penerima tamu, saya ingin menyapa, tapi mereka sibuk sekali. Saya memutuskan untuk masuk ruangan, hanya ada beberapa ikhwan saja. Satu, dua, tiga, empat bahkan mungkin 6 sampai 7 orang. Saya duduk di sayap kiri, dengan peci cokelat, dan baju koko cokelat. Masih gendut, seperti biasa.
Beberapa menit kemudian, seorang panitia menghampiri saya, “Mas Burhan ya…?” Saya jawab “Iya.” Alhamdulillah akhirnya panitia mengenali saya sebagai pembicara, bukan peserta. Mereka meminta maaf karena tidak tahu kalau pembicaranya itu saya. Saya bilang tidak masalah, karena memang selama ini belum pernah ketemu muka.
Acara dimulai segera setelah saya balik dari toilet. Dinginnya AC memaksa saya untuk bolak balik toilet. Pembicara kedua, Bang Shalahudin Fahmi atau Bang Udin, belum nampak. Panitia bilang, beliau telat dan sedang dijemput. Saya mulai sesi saya dengan pemaparan materi. Saya merasa sangat nyaman, apalagi didukung oleh ruangan yang mendukung. Cuma sayangnya sound system kurang memadai. Sesi saya usai pukul 10.00, kini sesi kedua segera dimulai.
Sesi Kedua: Otak Kanan
Bang Udin membuka sesinya dengan awal yang bagus. Dia puji judul buku saya, Ya Allah Aku Jatuh Cinta, adalah judul yang sangat luar biasa cerdas, itu menurut beliau. Penulis berhasil memainkan otak kanan dan menggarap buku ini dengan taste yang menyenangkan. Banyak pujian beliau, tapi sengaja tidak saya nampakkan. Namun ada beberapa hal yang disebutkan sebagai kelemahan buku ini. Menurutnya, buku ini terlalu luas segmennya. Kalimat KADO BUAT REMAJA tidak menyasar secara spesifik, remaja di usia berapa? Karena buku ini menurut beliau tidak cocok kalau dikonsumsi remaja usia SMP. Selain itu, buku ini tidak menyertakan pembahasan masalah seksualitas, padahal cinta pada lawan jenis akan mengarah pada pembahasan itu.
Acara pun berlanjut ke tanya jawab. Lancar dan menyisakan satu pertanyaan konyol dari peserta, “Apakah pacaran itu?” Halah begini ditanyakan. Saya jawab, sebaiknya ditanyakan ke guru Bahasa Indonesia. Tapi saya tidak mencoba menganggap pertanyaan ini tidak penting. Hanya saja kok memilih pertanyaan seperti ini, apa tidak ada yang lain.
Waktu merembet pelan pukul 12 siang. Acara usai. Panitia membawa setumpuk buku, saya perkirakan ada lebih dari 30 buku. “Pak ini dari ikhwan, ini dari akhwat. Minta ditandatangani.” Saya terperangah. Baru kali ini saya disodori buku sebanyak itu untuk ditandatangani. Akhirnya saya sibuk menorehkan tanda tangan di tumpukan buku tersebut. Tapi tanda tangan saya masih jelek kayak dulu, B nya selalu gendut kayak orangnya.
Saya pulang setelah foto bersama panitia. Saya melesat turun dan di bawah telah menunggu bapak dan ibu mertua. Duhh… jadi nggak enak ngerepotin semua. Saya bahagia, saya senang bisa berbagi pengalaman dengan temen-temen ITS, moga selalu rame kalau bikin acara. Makasih buat temen-temen HIMMAH dan SKI Salman Al Farisi, Allah Will Help Us!

hem………yg laris tanda tangannya…bak seorg selebritis aj….cie….
bukan selebritis, kalo suka lotis iya…
Loh.. Pak Burhan ini bisa tanda tangan ya..?
Wah, tak kira cuma tanda pxxxx.. [ sengaja gak ditulis lengkap, .. he.hehe.e kidding pak..]
Merdeka !!!!
Dari seorang fans yang bukunya tidak pernah di tanda tangani, dengan alasan ‘ masih dibungkus plastik ‘.
tanda apa tuh? Saya agak lelet tuk nebak2. Apa ya ada yg bisa bantu saya?
mas, bukuku belum dikasih tanda tangan. dikasih buah tangan juga gag papa.