posted by Bambang Trim*

Menarik sekali menyimak reportase manajemen dalam majalah SWA edisi Spiritual Company. Tulisan bertajuk “KKG Pasca-Jakob” tersebut mengungkap wawancara dengan Agung Adiprasetiyo, CEO Kelompok Kompas Gramedia yang baru. Saya menangkap pesan visioner dari penerus tongkat estafet Jakob Oetama ini bahwa beliau akan konsen mengembangkan bisnis berbatas langit.

“Jadi, kalau saya mau mendorong pertumbuhan perusahaan, tidak mungkin mengandalkan industri media lagi. Kami harus mengarah ke industri yang batasannya langit, seperti penerbitan buku.”

“Prinsipnya selama masih ada orang yang ingin pintar, bisnis penerbitan tidak akan mati.”

Pak Agung ternyata sedang membaca kecenderungan dan memprediksi bahwa bisnis penerbitan buku akan menjadi salah satu fokus pengembangan KKG, bukannya bisnis media. Wah, sungguh prediksi ini begitu membesarkan hati bagi kawan-kawan para penggiat penerbitan buku. CEO sekelas perusahaan besar semacam KKG ternyata berpandangan bisnis buku akan growth untuk masa-masa mendatang. Padahal, kita ketahui bersama bahwa mesin uang KKG adalah Kompas yang beserta media lainnya bisa menyumbang 1,07 T. Pak Agung optimis untuk mengembangkan knowledge-based industry yang diperkaya dengan program-program digital publishing.

Dunia buku dalam pandangan saya akan semakin menarik saja. Belum lagi fenomena bisnis Long Tail yang juga merambah dunia buku ketika buku-buku best seller dikalahkan volume dan omzet penjualannya oleh buku-buku yang tidak populer (atau bukan pencetak hit). Bisnis buku di toko buku maya menjadi gelombang raksasa yang menghempaskan best seller karena tidak terbatasnya rak. Buku-buku yang tidak best seller juga tetap ternyata memiliki pasar khusus (niche).

Fenomena Yusuf Agency

Namanya Pak Yusuf, penampilannya sederhana dan sosoknya menjadi perbincangan hangat setiap even pameran IKAPI. Konon, beliau sempat diusulkan untuk di-black list dalam setiap even pameran buku karena menohok penghasilan para penerbit lain.

Pak Yusuf mendirikan Yusuf Agency yang sasarannya menjual buku-buku murah. Tag line yang diusungnya juga sederhana sekali: Buku Termurah Se-Indonesia. Ia menjual buku-buku dengan harga Rp5.000 sampai paling mahal Rp20.000. Ada juga buku-buku dengan harga khusus kalau memang tebal dan langka. Bayangkan saya bisa mendapatkan buku Twilight Orchestra-nya Addie MS dengan harga Rp25.000. Buku berwarna yang berisi perjalanan musik TO itu sungguh referensi yang penting bagi saya.

Buku-buku yang dijual Pak Yusuf adalah buku-buku kategori Long Tail, hasil cuci gudang para penerbit besar. Buku-buku yang bukan pencetak hit, tetapi masih bagus dan punya pembaca. Masalahnya buku-buku itu tidak bertemu dengan pembacanya. Penerbit besar yang menyumbang pasar Long Tail untuk Pak Yusuf ini juga adalah Gramedia. Jadi, lucu kalau ada protes dari kalangan penerbit bahwa Pak Yusuf tidak boleh ikut pameran, padahal yang menjual buku-buku murah ke Pak Yusuf yang penerbit-penerbit anggota IKAPI juga. Pak Yusuf memang berani ambil risiko dengan memborong buku bertruk-truk. Tapi, dia sadar betul bahwa buku itu punya pasar khusus (niche) dan dia beruntung karena bisa dijual dengan harga sangat murah.

Ada joke bahkan Pak Yusuf kerap menentukan harga sebuah buku hanya dengan mencium buku tersebut. Ini sebuah revolusi dan masyarakat pembaca butuh Yusuf Agency karena mereka bisa dapatkan buku murah nan langka. Jadi, siapa bilang buku bukan pencetak hit adalah barang mati—buku itu hanya tidak bertemu dengan pembacanya. Pak Yusuf dan mungkin para pengelola toko buku maya adalah para penumpang buku-buku kategori Long Tail ini.

***

Memang bisnis buku batasannya langit yang mahaluas, tetapi tidak mudah ditiru oleh orang lain. Lalu, ke depan bagaimana? Bisnis publishing service juga akan menjadi bisnis turunan yang menjanjikan. Tahukah Anda kini sudah ada proyek dari Dikdasmen untuk penulisan buku kejuruan dengan nilai total Rp7,5 M untuk 75 paket buku. Siapa yang bisa mengerjakan proyek ini? Penerbit buku yang berbasis juga pelayanan penerbitan. Benarlah sudah prediksi John Naisbitt: “Kelak editor tidak akan memberi tahu kita apa yang harus kita baca, tetapi kita akan memberi tahu editor apa yang ingin kita baca!”
So, hidup penerbit buku!

*Bambang Trim—praktisi perbukuan nasional, Ketua Forum Editor Indonesia, penulis dan editor buku, konsultan di beberapa penerbit. Kontak: 08121466193

3 Responses to “Bisnis Buku Berbatas Langit”

  1. urnoto says:

    gimana jadi pengusaha buku mas…? 085935202206

  2. urnoto says:

    mau jadi agen gimana…? 085935202206

Leave a Reply