Home > Artikel Santai > Belajar dari Orang Gila

Belajar dari Orang Gila

April 15, 2009 7 Comments

Pernah orang gila tidur di teras Anda? Pasti sangat mengganggu. Tadi malam hal itu terjadi pada rumah saya. Seorang perempuan kurus kering, duduk di teras rumah jam 21.00 WIB. Pengennya sih kita usir, tapi kasihan. Tubuhnya ceking kayak orang Etiopia. Tapi kalau tidak diusir, pasti anak-anak takut. Akhirnya dia menghabiskan malamnya di teras itu. Kemudian pagi harinya ia pergi lagi entah kemana.
Kejadian pagi ini membawa satu pelajaran berharga bagi saya. Betapa bernilainya kewarasan itu. Nalar kita masih berjalan normal. Menghadapi masalah dengan akal sehat. Tidak linglung, berjalan sendiri tanpa ada teman. Tak punya rumah, tak punya tempat tinggal.
Tapi sayangnya, sebagai manusia kita tidak selalu sadar. Dan malah suka berpura-pura gila. Punya rumah tapi ga mau pulang. Punya teman tapi tak pernah disapa, “Apa Kabar?” Punya keluarga, sering ditinggal dan tidak disapa dengan kasih sayang. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan dan amal keshalihan.

Comments:7

  1. Dhanang Sukmana Adi
    April 15, 2009 at 3:42 pm

    betul mas, seperti di facebook dan fs, harusnya klo sudah di add saling nyapa, tapi add doang terus diam seribu bahasa..gimana tuh??
    yah itulah manusia….kadang emang gak sempurna

  2. mudz069
    April 15, 2009 at 6:22 pm

    Hmmm, orang gilanya apa sempat ditanya : eh, sampean nyaleg mewakili dapil berapa ?
    hehehe.
    Sebenarnya mungkin dia gak gila. Yah, hanya terlalu asyik menikmati dunianya sendiri. Kurang peka dalam menangkap sinyal persahabatan, kurang peka dalam merespon sinyal sinyal “kemanusiaan”.
    Dan kadang arus moderenisasi tanpa kita sadari tlah menggiring kita, mengasah kita menjadi lebih not responding.
    Kita terperangkap dalam partisi yang kita format sendiri.

  3. alya_muslim
    April 15, 2009 at 8:38 pm

    memang benar yang antum sebutkan….
    kebanyakan orang yang punya akal sehat dan cemerlang malah sengaja dirusak dengan perilaku yang sangat menyimpang. bagaimana tidak pikirannya juga menjadi kacau.
    punya teman dan saudara tidak mau menyapa, “apa kabar?” memang kebanyakan orang bosan hidup bermasayarakat.
    menyadarkan bahwa pentingnya mempertahankan hubungan bersaudara….

  4. yosafat
    April 15, 2009 at 8:48 pm

    pernah kejadian di rumah saya….
    btw, moral of the story-nya bagus..

    *salam kenal, nyampe sini dr bengawan.org*

  5. ilham
    April 16, 2009 at 6:48 pm

    mas burhan, apa kabar? lama aku tidak menyapamu. wah kapan ya maen ke rumahmu?padahal yo cedhak.hehe

  6. ihsan
    April 16, 2009 at 7:25 pm

    Apa kabar, mas Burhan? :-)

  7. sulaimann
    April 18, 2009 at 10:13 am

    “Tapi sayangnya, sebagai manusia kita tidak selalu sadar. Dan malah suka berpura-pura gila. Punya rumah tapi ga mau pulang. Punya teman tapi tak pernah disapa, “Apa Kabar?” Punya keluarga, sering ditinggal dan tidak disapa dengan kasih sayang.”

    Klo punya blog, trus jarang di-apdet termasuk di dalamnya ga mas?
    :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>