Pernah orang gila tidur di teras Anda? Pasti sangat mengganggu. Tadi malam hal itu terjadi pada rumah saya. Seorang perempuan kurus kering, duduk di teras rumah jam 21.00 WIB. Pengennya sih kita usir, tapi kasihan. Tubuhnya ceking kayak orang Etiopia. Tapi kalau tidak diusir, pasti anak-anak takut. Akhirnya dia menghabiskan malamnya di teras itu. Kemudian pagi harinya ia pergi lagi entah kemana.
Kejadian pagi ini membawa satu pelajaran berharga bagi saya. Betapa bernilainya kewarasan itu. Nalar kita masih berjalan normal. Menghadapi masalah dengan akal sehat. Tidak linglung, berjalan sendiri tanpa ada teman. Tak punya rumah, tak punya tempat tinggal.
Tapi sayangnya, sebagai manusia kita tidak selalu sadar. Dan malah suka berpura-pura gila. Punya rumah tapi ga mau pulang. Punya teman tapi tak pernah disapa, “Apa Kabar?” Punya keluarga, sering ditinggal dan tidak disapa dengan kasih sayang. Semoga Allah selalu menjaga kita dalam kebaikan dan amal keshalihan.

7 Responses to “Belajar dari Orang Gila”

  1. betul mas, seperti di facebook dan fs, harusnya klo sudah di add saling nyapa, tapi add doang terus diam seribu bahasa..gimana tuh??
    yah itulah manusia….kadang emang gak sempurna

  2. mudz069 says:

    Hmmm, orang gilanya apa sempat ditanya : eh, sampean nyaleg mewakili dapil berapa ?
    hehehe.
    Sebenarnya mungkin dia gak gila. Yah, hanya terlalu asyik menikmati dunianya sendiri. Kurang peka dalam menangkap sinyal persahabatan, kurang peka dalam merespon sinyal sinyal “kemanusiaan”.
    Dan kadang arus moderenisasi tanpa kita sadari tlah menggiring kita, mengasah kita menjadi lebih not responding.
    Kita terperangkap dalam partisi yang kita format sendiri.

  3. alya_muslim says:

    memang benar yang antum sebutkan….
    kebanyakan orang yang punya akal sehat dan cemerlang malah sengaja dirusak dengan perilaku yang sangat menyimpang. bagaimana tidak pikirannya juga menjadi kacau.
    punya teman dan saudara tidak mau menyapa, “apa kabar?” memang kebanyakan orang bosan hidup bermasayarakat.
    menyadarkan bahwa pentingnya mempertahankan hubungan bersaudara….

  4. yosafat says:

    pernah kejadian di rumah saya….
    btw, moral of the story-nya bagus..

    *salam kenal, nyampe sini dr bengawan.org*

  5. ilham says:

    mas burhan, apa kabar? lama aku tidak menyapamu. wah kapan ya maen ke rumahmu?padahal yo cedhak.hehe

  6. ihsan says:

    Apa kabar, mas Burhan? :-)

  7. sulaimann says:

    “Tapi sayangnya, sebagai manusia kita tidak selalu sadar. Dan malah suka berpura-pura gila. Punya rumah tapi ga mau pulang. Punya teman tapi tak pernah disapa, “Apa Kabar?” Punya keluarga, sering ditinggal dan tidak disapa dengan kasih sayang.”

    Klo punya blog, trus jarang di-apdet termasuk di dalamnya ga mas?
    :D

Leave a Reply