Asahlah, Agar Selalu Tajam
Mar 17th, 2008 by burhanshadiq
Saya mendengar ada sebuah kisah yang mengharukan. Seorang pekerja yang bekerja dengan segala pengabdian, memotong pohon dengan kapaknya yang besar. Di hari-hari pertama dia bekerja, banyak pohon yang bisa tumbang olehnya. Majikan pun puas dan memberinya banyak pujian.
Di pekan berikutnya kinerjanya berkurang. Hanya sedikit saja pohon yang dia tebang. Kini ia kecewa dan majikannya pun kecewa.
Tahukah kamu kenapa? Karena kapaknya sudah mulai tumpul. Ia tidak pernah mengasah kapaknya. Karena sering digunakan untuk menebang, ia lupa menunaikan hak kapak itu untuk diasah agar selalu tajam. Atas nama pekerjaan, ia melupakan itu. Dia pikir kapaknya tidak akan pernah tumpul karena selama ini selalu saja tajam.
Sebagai seorang mukmin kita kadang juga berperilaku seperti tukang kapak itu. Kita menghabiskan usia dengan perbuatan yang banyak sekali. Kita memberikan ilmu dan mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Tetapi anehnya kita tidak pernah mengasah kepekaan hati kita, dan tidak pula pernah mengasah ketajaman pikiran kita. Sehingga menjadi orang beriman serasa bete, tidak bergairah dan kosong.
