Another Trip To Goa Gong & Pantai Teleng Ria
Jul 19th, 2010 by burhanshadiq
Rejeki memang tidak pernah bisa diduga datangnya. Saya diundang untuk gabung bersama rihlah pendengar MHFM menuju Goa Gong dan Pantai Teleng Ria Pacitan. Alhamdulillah panitia membolehkan untuk membaca keluarga. Karena saya pikir kalau saya sendirian pasti bakalan tidak asyik.
Di luar dugaan, jumlah peserta overload. Panitia sampai menyediakan dingklik (tempat duduk dari kayu) untuk penumpang lainnya. Bahkan ada yang duduk di belakang tuas perseneleng sopir. Humm, ternyata bagi perusahaan armada bus, kondisi ini di luar dari perkiraan. Karena untuk pariwisata sebaiknya satu orang satu tempat duduk. Sehingga tidak ada istilah overload. Tapi the show must go on, akhirnya perjalananpun lanjut…
Perjalanan Solo_Pacitan memakan waktu 3 jam lebih sedikit. Rutenya pun menarik karena jalur Wonogiri Pacitan berkelak kelok dan dipenuhi dengan hijaunya pepohonan dan pemandangan waduk Gajahmungkur dari jauh yang menambah indahnya pemandangan. Rute menuju Goa Gong lebih sempit lagi jalannya. Jadi sebaiknya carilah supir yang pengalaman dengan medan meliuk-liuk seperti Goa Gong ini.
Kenapa disebut Goa Gong. Konon di daerah pegunungan itu ada suara suara mirip Gong. Ditemukan pada tahun 1924 oleh warga sekitar. Tetapi mulai dibuka pada tahun 1995 dan dipakai wisata setahun setelah itu. Goanya sangat dalam. 325 meter kalau tidak salah. Bagi Anda yang ingin masuk, biasanya nanti akan ada orang orang yang menyewakan senter. Tetapi di dalam goa sebenarnya kita tidak butuh senter. Selain ribet mengganggu perjalanan, di dalam juga sudah ada lampu penerang. Jalurnya curam dan licin. Saya bersama Tika dan Aisy serta uminya harus ekstra hati-hati sekali saat masuk goa. Kalau tidak terbiasa, Anda akan mabuk, karena di dalam cadangan oksigennya sedikit.
Di luar goa, banyak pedagang yang berjualan aneka macam kerajinan tangan dan oleh-oleh khas berupa gula jawa dan sale pisang. Satu plastik gula jawa isi 10 hanya dihargai 2500 sampai 6000 saja. Sempatkanlah membeli karena memang gula jawa di tempat ini aseli.
Setelah di goa cukup lama, kami menuju pantai Teleng Ria. Perjalanan masih satu jam lagi, karena jarak tempuhnya sekitar 35 km. Rute menuju pantai lebih asyik karena melewati sebuah hutan yang sangat rimbun. Bahkan sinar matahari saja tidak bisa menembus rimbunnya dedaunan. Masuk lokasi pantai sudah tertata rapi kondisinya. Sementara pantai yang landai menjadi ajang bermain yang sangat mengasyikkan. Berbeda dengan Parang Tritis atau Pantai yang lain, menurut saya teleng ria tidak ada yang istimewa. Hanya lokasinya memang sangat cocok untuk bersantai dan berkumpul bersama keluarga. Apalagi bagi Anda pasangan pengantin baru, pantai ini bisa menambah kemesraan Anda berdua.
