Aku Siap Menyambutmu
Aug 15th, 2009 by burhanshadiq
Beberapa hari lagi, kamu akan tiba menyapaku. Aku pun belum lagi berbenah. Bajuku masih saja lusuh akan dosa dan kesalahan. Apalagi air mukaku, masih penuh debu kotoran dunia yang selalu menempel di pipi dan telinga. Aku belum sempat membersihkannya untuk menyambutmu.
Ramadhanku, selama ini aku merindukanmu. Ah, tapi nampaknya rinduku itu tidak cukup kuat untuk memompa amalku. Saat kau pergi dulu, aku pun kembali ke kebiasaan lamaku. Ngaji pun berlalu, shalat malam pun tak lagi tentu. Hari-hariku menjadi hampa tanpa hadirmu.
Kini hatiku menyala-nyala gembira. Beberapa hari lagi aku bertemu kamu. Duh alangkah senangnya aku. Ku harap pertemuan ini nanti akan menjadi pertemuan yang indah bagiku dan bagimu. Aku teringat sebuah hadits, yang mengabarkan tentangmu. Dari Salman Ra., beliau berkata, “Rasulullah berkhutbah di tengah-tengah kami pada akhir Sya’ban, Rasulullah bersabda: ‘Hai manusia, telah menjelang kepada kalian bulan yang sangat agung yang penuh dengan barokah, yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan di mana yang Allah telah menjadikan puasa di dalamnya sebagai puasa wajib, qiyamullailnya sunnah, barangsiapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan amalan wajib tujuh puluh kali pada bulan lainnya… dst.’ (HR. Ibnu Hujaimah, beliau berkata: hadits ini adalah hadits shahih).
Ahh…aku ingin berlari menjemputmu. Menjadikan hidup malam-malamku. Untuk bersujud dan munajat kepada Rabbku. Biarlah air mata ini menetes berderai. Menganak sungai ke pipi dan leherku. Biarlah ia berlinang sebagai tanda betapa menyesalnya aku akan dosa yang telah aku buat. Dan aku mau, kamu selalu ada menemaniku ramadhanku.
Aku ingin kamu menjadi pijakan awal perubahanku. Menjadi sosok jiwa yang baru. Yang lebih tenang menjalani hidup, lebih banyak bersyukur, dan lebih banyak qanaah akan semua yang aku terima. Hamba yang selalu bersyukur atas apa yang ada. Merajut benang ketakwaan, dan menyemai benih keikhlasan. Ramadhanku, aku siap menyambutmu…
