Tadi pagi saya berkesempatan ikut seminar bersama pak Mendiknas. Sebenarnya bukan seminar sih, cuma semacam upacara peresmian saja. UMS sedang meresmikan sebuah pesma bertaraf internasional. Nama pesmanya KH MAS MANSUR, letaknya di sebelah utara komplek UMS. Selain meresmikan pesma, Pak mendiknas juga melepas para dosen yang dapat beasiswa keluar negeri. Itulah kenapa saya tiba-tiba kepengen menjadi dosen.
Asumsi saya menjadi dosen itu enak. Punya status, bisa nyuruh mahasiswa. Hehehe. Bisa dapat peluang beasiswa, penelitian proyek dan lain sebaigainya. Sayangnya saya belum menemukan sisi tidak enaknya menjadi dosen, silakan kalau ada yang mau bantu menyebutkannya.
Saya duduk terdiam. Menikmati orang di podium itu ngomong. Tapi kali ini tidak nikmat. Omongannya patah-patah, kayak goyang dangdut saja pake patah-patah. Kesannya si empunya omongan tidak konsentrasi. Dia meloncat-loncat dari satu topik ke topik lainnya. Tidak sistematis, tidak asyik dan sama sekali tidak menarik. Tapi saya mencoba untuk betah. Ternyata menjadi hadirin itu juga susah. Lebih susah lagi kalau pembicaranya tidak bisa dinikmati. Fuih…
Mungkin si empunya ngomong lagi capek. Saya juga tidak tahu. Hanya saja sebagai seorang yang awam, nampaknya apa yang disampaikan tadi kurang mengena di hati saya. Hummffh, sensitif sekali ya.

One Response to “Seminar Kecil Kecilan”

  1. ihsan says:

    semi naar ?

Leave a Reply