Menikah Beda Usia
Jun 5th, 2009 by burhanshadiq
Seorang pembaca buku saya di luar Jawa bertanya, bagaimana kalau menikah dengan seorang lelaki yang usianya jauh lebih muda 7 tahun. Padahal dia sudah cocok, sementara batinnya ada yang bergejolak. Tentu saja gejolak itu lebih banyak pada status pendidikan, usia yang terpaut jauh dan bagaimana sikap keluarga nanti.
Sebenarnya dalam pernikahan sudah ada contoh yang sangat baik dari Rasulullah. Beliau telah menunjukkan pada kita betapa rentang beda usia tidak akan menjadi persoalan yang besar. Selama visi dan misi pernikahan akan selalu dijaga oleh suami dan istri. Selama suami tetap bisa berlaku qowwam, bertanggungjawab, mampu memimpin dan paham ilmu syar’i maka ia akan mampu menjadi suami yang baik. Meski ia masih muda dan jauh lebih muda dari istrinya.
Sementara seorang istri, meski ia lebih senior dari segi usia, tetapi ia adalah seorang istri yang punya kewajiban taat terhadap suami. Potensi dan kelebihannya akan mendukung suami melaksanakan tugasnya. Mengarahkan bahtera rumahtangga menuju rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Ia bisa bersikap lebih dewasa, bisa bersikap lebih bijaksana. Ia bisa belajar menjadi istri yang shalihah dengan menutupi kekurangan suaminya.
Pernikahan adalah sebentuk komunikasi yang harmonis. Ia bukanlah sebuah hubungan yang statis. Segala masalah bisa diobrolkan, bukan didiamkan. Ada celah masalah bisa ditutup dengan komunikasi yang berimbang. Sehingga ruang beda usia bisa diobati dengan saling bertukar pikiran dan wawasan.
Sedangkan bila urusannya adalah beda tingkat pendidikan, suami bisa sekolah lagi. Agar pendidikan mereka sama dalam soal jenjang. Keluarga bisa dirayu, dipahamkan dan disamakan persepsinya.
Kembalikan niat menikah karena ingin lebih taat sama Allah. Ingin menyempurnakan agama kita. Sehingga segalanya akan dimudahkan urusannya oleh Allah ta’ala.





Beda usia dalam pernikahan adalah hal biasa. Yang susah adalah nyari pasangan yang seusia. Yang waktu lahirnya bebarengan.
:-)
Menurut Sy, sama sekali tidak ada mslh dgn pernikahan yg usia terpaut jauh. Masyarakat kita lebih bisa menerima jika si pria lah yang jauh lebih tua. Akan menjadi suatu pembicaraan yang fenomenal jika ternyata si wanita lah yang usianya jauh lebih tua. Tiap2 pasangan punya alasan masing2 untuk memasuki tahapan pernikahan, yang terpenting adalah seberapa besar perbedaan mrk haruslah mengutamakan tujuan pokok pernikahan yaitu untuk memperoleh ridlo, tambahan cinta dariNya, dan perolehan berkah kebahagiaan dalam kesempurnaan ibadah!
Ingat, tidak ada yang pasti, tidak ada yang sempurna, dan tidak ada yang abadi, dalam tiap langkah kehidupan kita. Semua serba mungkin, yang menurut kita pasangan serasi pun banyak yang cerai dan amburadul kok! Tanggungjawab dalam memutuskan sesuatu lebih penting daripada pandangan orang yang cenderung melakukan penilaian menurut kacamata mereka, peduli amat cemoohan dan gunjingan2 mrk, kita kan yang menjalani, kita yang merasakan bahagia itu, dan kita pula yang akan merasakan pahitnya ujian kehidupan kita sendiri2.
Selamat mencinta dengan ketulusan….tidak ada urusan dengan perbedaan umur asalkan percintaan itu dilandasi keikhlasan dan sarana perolehan ridhlo,kasih sayang, dan cinta Alloh SWT.