Mati Sangit atau Mati Syahid
Feb 4th, 2009 by burhanshadiq
Apa yang sebenarnya terjadi di negeri ini. Seorang pimpinan DPRD dipukuli demonstran sampai mati. Inikah demokrasi? Apa tidak ada polisi. Atau polisinya ikutan demonstrasi? Akankah ini akan menyurutkan niat para politisi untuk masuk ke gedung dewan lagi? Mungkin saja tidak. Karena gaji anggota dewan memang membumbung tinggi. Foto-foto di pohon-pohon, di gardu poskamling, di tiang listrik dan di sembarang tempat menjadi bukti bahwa banyak orang ngiler dengan jabatan itu.
Di Muara Enim, seorang gadis usia 22 tahun, rela meloncat dari atap mall, setelah mencoba menyayat urat nadi di pergelangan tangannya. Tubuhnya terhempas, jatuh mengikuti gravitasi, dan mendarat sukses di tumpukan matras yang sudah disiapkan petugas. Apakah ini bungy jumping? Bukan. Ini upaya bunuh diri. Ia merasa bersalah, telah menggelapkan uang perusahaan senilai 50 juta rupiah.
Ada apa dengan orang-orang di negeri ini? Saya juga tidak tahu. Makanya saya tulis fakta-fakta itu di sini. Hidup ini hanya kumpulan hari-hari. Semuanya pasti mati, persoalannya hanya pada mati yang bagaimana, apakah syahid ataukah sangit.





jaman memng sudah edan pak :D
Ass saudaraku.. Stiap kmatian dgn sbb teraniaya adalah mati syahid. Tragedi Protap yg mnyebabkan mninggalnya Alm.H.Azis Angkat atau upaya bunuh diri seorang gadis d Muara Enim adalah 2 kasus yg brbeda namun memiliki kesamaan yakni sama2 memiliki indikator dangkalnya iman dan moralitas seseorg. Kecuali karna khendak Allah, mungkn tragedi Protap tdk akan trjadi kalo demo tdk mngarah pd prbuatan anarkis, jg mungkin tdk akan trjadi jika wakil rakyak brsikap refleksi dan aspiratif. Demikian jg gadis muara enim, mungkin tdk akan trjadi jika ia tdk mlakukan kcurangn.
Masalah syahid serahkan pd Allah.Skrng tlusur saja motif politisny.Kenapa para tsangka namanya tdk diberitakan,spt kalo tsangkanya muslim?
no comment deh, sejak SMA saya emang udah apatis sama pemerintahan indonesia, makin tua umur negara makin ga becus aja aparatnya (money forever)
“Alloh tidak tidur” itu aja yg membuatku terus berusaha untuk jujur dan berusaha berbuat baik