Mumbai berubah menjadi sorotan dunia. Baku tembak terjadi di sana. Media menyebut ada teroris yang ngamuk, membunuh ratusan tamu hotel dan beberapa tempat lain. Pemerintah setempat menyebut ada hotel, rumah sakit dan stasiun kereta api.30 jam penyanderaan terjadi. Ada banyak tanya di benak saya. Dan pertanyaan itu sempat saya sampaikan di sebuah blog teman maya saya.

Kenapa mereka menyerang fasilitas publik, kenapa mereka profesional, kenapa yang dicari Inggris dan Amerika, kenapa mereka menyandera dan membunuh banyak warga sipil, dan satu hal yang sama sekali tidak diketahui, kenapa tak ada tuntutan yang jelas dari mereka. Untuk apa mereka melakukan itu dan apa tujuannya?

Tragis memang, tapi inilah dunia. Banyak hal yang tak bisa dipikirkan dengan logika kita sebagai manusia biasa. Hanya saja, terlalu prematur kalau langsung menuduh kelompok mana yang berbuat, dan terlalu dini untuk menyimpulkan aksi ini. Semoga bisa segera didapatkan jawabannya.

3 Responses to “Teror Mumbai, Bikinan Siapa?”

  1. lembucinta.wordpress.com says:

    ya kalo itu, mujahidin ya husnudzan aja. mereka lebih tau kondisi disana. reaksi sekeras itu pasti sudah ada pemicunya.
    komentar menarik di lembucinta.wordpress.com.
    hehe sori kang burh, numpang iklan.

  2. 'aisyah says:

    Kita ga akan bisa melihat dunia dengan kaca mata manusia biasa, tapi harus dengan kaca mata Islam. Perbedaan manusia di dunia ini hanya ada dua, Islam ato Kafir. Untuk itulah kita harus tau wala’ wal bara’.
    Kejadian di Mumbai boleh jadi irhab ato teror terhadap orang kafir. Dan itu bisa dibenarkan. Liat QS. AL-ANFAL:60! Lebih lanjut liat

    http://almuhajirun.com/index.php?option=com_content&task=view&id=128&Itemid=27

    http://almuhajirun.com/index.php?option=com_content&task=view&id=123&Itemid=27

    http://almuhajirun.com/index.php?option=com_content&task=view&id=116&Itemid=27

    Memang kalo mujahidin yang menyerang, jangankan ke sipil yang sebetulnya bisa diperangi, menyerang ke tentara kafir saja sudah dianggap teroris koq. Ya ga papa sih kalo yang ngangga teroris itu orang kafir.

    Ana setuju dengan lembucinta.wordpress.com, minimal ngomong kaya gitu aja kalo ngga ngerti kejadian riilnya.

    Di Mumbai sudah, kapan Indonesia? Apa ga boleh? Ntar kalo ada penyerangan di Indonesia (terutama ditujukan ke pemerintah kafir, tentara2nya, orang2 murtad, liberal, kafir asing maupun lokal) dianggap:tragis memang…kita menginginkan islam yang sesuai tuntunan-Nya, cinta damai(Kaya PDS)….Semoga ini terakhir kali penyerangan…..

    Bukankah jihad akan selalu ada hingga yaumul akhir? Bukankah Rosulullah berperang bukan hanya untuk membela diri seperti perang badar, tapi Rosul juga menyerang untuk memperluas dakwah, mengusir orang2 musyrik dari jazirah arab?

    Ana cuma mengingatkan:
    “Barang siapa yang membenci Islam dengan pedang maka bisa jadi pedang itu akan menghunusnya”

    QS. AL-HADID:25

    Wallahu a’lam bishshowab

Leave a Reply