Masih Ada Jalan Keluar
Nov 28th, 2008 by burhanshadiq
Pagi ini ada seorang kawan menelepon. Dia terlibat masalah, rumahtangganya ambruk. Kini pun ia harus menanggung sakit yang tidak jelas jenis sakitnya. Betisnya memar, dan tak tahu berobat kemana. Seperti biasa, manusia akan selalu mengeluh bila diterpa banyak ujian, mungkin juga termasuk saya. Saya hanya bisa berharap, semoga semuanya dikuatkan dalam menghadapi ujian dari-Nya.
Pagi sebelumnya, seorang bapak bercerita di depan saya, terbata-bata. Tentang anak lelakinya yang tak sesuai harapannya. Air matanya deras mengucur dari bait cerita yang meluncur dari lisannya. Haru, sedih bercampur perih. Jiwa yang terpanggang oleh bengisnya nafsu manusia dan beratnya hidup di dunia. Saya pun saat itu harus kembali mengelus dada. Betapa saya bersyukur atas nikmat yang telah saya terima.
DI pagi yang sama, beberapa hari lalu. Seorang ibu merintih lirih, karena suaminya selingkuh. Ia juga bingung kenapa alasannya, karena wanita selingkuhan suaminya tak lebih cantik darinya. Orang kampung yang jauh dari ideal dari segi penampilan. Suaminya hanya bilang, “Tolong doakan aku agar bisa melupakannya.” Ibu itupun mengubah pelayanannya, memberi yang terbaik, bahkan lebih dari yang diminta. Untuk satu tujuan, agar cinta suaminya kembali padanya, dan rumahtangga mereka kembali pulih seperti sedia kala.
Beban semua orang berbeda-beda. Tingkat kesulitan hidup juga sangat beraneka ragam. Ada yang menangis, ada yang meleleh haru, dan ada yang tetap tegar menghadapi semuanya. Allahlah tempat kembali, kepada-Nyalah semua diserahkan. Agar diterima semua amal, termasuk tangisan yang tak kunjung reda.





Allah Maha Kasih… Diberinya Ujian agar kita naik kelas… diberinya Ampunan agar kita lapang hati… diberinya nikmat agar kita jadi manusia yang penuh syukur…
Ya Allah… tuntunlah kami… agar selalu kuat berada dijalanMU.. apapun yang terjadi… bimbinglah kami agar dapat menyelesaikan ujian-ujianMU dengan hati yang lapang… menuju cahayaMU…